Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Mengetahui Porsi Makan Bayi yang Tepat Sesuai Dengan Usianya

Makan merupakan hal yang penting bagi tumbuh berkemangnya anak khususnya pada bayi. Tidak hanya asupan nutrisi yang penting, tetapi jumlah porsi makan juga harus sesuai supaya si kecil mendapatkan gizi yang cukup.

Para ahli merekomendasikan bahwa untuk memberikan makanan yaitu ketika sang bayi sudah menginjak usia 6 bulan. Tetapi tidak kalah penting juga dalam memperhatikan kesiapan bayi serta kebutuhan nutrisinya. Saat bayi telah memasuki usia 6 bulan, maka Bunda juga harus bersiap untuk memperkenalkan makanan pendamping untuk si kecil. Banyak ibu yang mungkin merasa bingung cara memberikan makanan untuk si kecil atau seberapa banyaknya porsi makan sang bayi.


Berikut Porsi Makan Bayi Sesuai Usia

Ada beberapa tanda yang dapat dikenali pada sebagian kesiapan bayi untuk makan selain air susu ibu (ASI) yaitu hilangnya refleks mendorong pada lidah bayi, adanya kemampuan dalam mengendalikan kepada dan leher saat akan duduk tegak, serta ketertarikan pada makanan yang dilihat dengan upayanya dalam mengambil makanan orang lain.

  • Bayi baru lahir

Pada bayi baru lahir akan menyusui sebanyak 2 hingga 3 jam sekali. Biasanya durasi menyusui sekitar 10 menit. Sedangkan pada bayi yang diberi susu formula perlu makan 3 hingga 4 jam sekali dan minum 2-3 ons susu per makan.

  • Bayi 1-3 bulan

Saat usia bayi sudah 1-3 bulan, maka nafsu makan bayi akan meningkat dan ada tanda bahwa ia lapar akan semakin terlihat. Pada usia ini bayi akan cenderung memiliki jadwal makan yang rutin.

  • Bayi 4-6 bulan

Pada usia ini, saatnya si kecil diperkenalkan dengan makanan padat. Pada usia 6 bulan, bayi akan mulai duduk atau meraih benda-benda disekitarnya. Kondisi tersebut memungkinkan ia untuk mendapatkan makanan padat pertamanya. Usahakan untuk mendapatkan 1 sampai 2 sendok makan sereal bayi atau makanan pada lainnya selama dua hari sekali. Dan kini ASI atau susu formula bukan menjadi sumber nutrisi utamanya.

  • Bayi 6-8 bulan

Ketika bayi sudah mampu mengonsumsi sereal yang lunak atau bubur nasi, maka selanjutnya Bunda dapat memperkenalkan jenis makanan lainnya. Tetapi lakukan hal tersebut secara perlahan saat memberikan jenis makanan yang baru. Anda dapat memberikan selama berturut-turut supaya si kecil mengenal pada rasa makanan tersebut sekaligus mengetahui jika bayi memiliki reaksi alergi. Anda dapat memberikan buah dan juga sayuran yang telah dihaluskan, seperti ubi, wortel, dan alpukat yang sudha dimasak terlebih dahulu.

  • Bayi 8-10 bulan

Bayi usia 8-10 ini, pada sebagian besar bayi sudah mampu mengonsumsi bubur sereal yang diberikan dengan ASI atau susu formula. Pada umumnya bayi sudah bisa menikmati dalam mengunyah makanan dengan tekstur lebih kasar. Saat sudah menginjak usia 9 bulan, maka bayi akan mulai menunjukkan kemampuan dalam memegang makanan hingga memasukkannya ke dalam mulut. Sehingga sudah tidak perlu lagi membuat makanan menjadi bubur, tetapi cukup untuk dihaluskan, seperti sayuran wortel atau ubi. Apabila ingin memberikan telur, pilihlah bagian kuning telurnya saja. Lakukan menjadi potongan-potongan kecil supaya tidak membuat bayi tersedak.

  • Bayi 10-12 bulan

Ketika sudah menjelang ulang tahun pertamanya, maka bayi sudah mampu mengonsumsi makanan yang sama dengan orang dewasa. Tetapi masih perlu diberikan dalam potongan-potongan kecil atau dihaluskan supaya aman saat sedang dikunyah ataupun ditelan. Untuk makanan seperti kacang-kacangan, ikan, atau telur utuh sebaiknya dikonsumsi setelah bayi sudah berusia satu tahun, terutama jika keluarga memiliki riwayat alergi yang kuat. Selain itu juga, madu dan juga susu sapi sangat disarankan diberikan pada bayi yang sudah berusia satu tahun.

Itulah porsi makan bayi yang baik sesuai dengan usia. Untuk makanan pdat, Bunda tidak perlu memaksa si kecil mengonsumsi dalam jumlah yang banyak. Sedangkan untuk nutrisi ASI ataupun susu formula juga tetap diperlukan sehingga dapat menyeimbangkan dalam jumlah keduanya. Sebab, ada beberapa nutrisi dari ASI yang tidak bisa digantikan oleh makanan padat, dan pada sistem pencernannya pun masih belum bisa menerima dengan jumlah yang banyak.

By Lia Amalia - Bayi Jum'at, 20 Oktober 2017 15:05:09

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • Masalah gigi bayi

    1 Balasan

    Bayi

    Selamat malem ..dok kenapa yah gigi anak saya tumbuhnya gak beraturan ..ada di bawah 1gigi lalu di atas udah nampak 1gigi yg keluar tapi ketiga gigi yg di atas nampak…

  • Bayi saya kalau nyusu pasti mencret BAB

    0 Balasan

    Bayi

    Siang, dok mau nanya kenapa bayi saya kalo minum sufor langsung BAB apa alergi sufor selama 4bulan anak saya g apa2 usia anak saya skrg 5bln udah dibawa ke puskesmas…

  • Asi

    1 Balasan

    Bayi

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah…

  • Botol asi

    1 Balasan

    Bayi

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah…

  • tumbuh gigi saat lahir

    1 Balasan

    Bayi

    Anak saya lahir sdh memilki dua gigi bawah, dan pada saat usia 5 bulan gigi nya patah dan sampai sekarang usia anak saya 11 bulan sisa gigi itu masih ada.…


Bayi
Bunda, Kenali Penyebab Bayi Terlambat Berjalan

Bunda, Kenali Penyebab Bayi Terlambat…

Bayi
Cara Mudah dan Aman Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Seiring dengan bertambahnya usia, bayi…

Tanya Bidan
Top