Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Akibat Legalnya Homoseksual


Beberapa negara khususnya negara maju sudah melegalkan hubungan homoseksual (LGBT). Secara naluri manusia diciptakan untuk saling berpasangan antara pria dan wanita untuk membangun hubungan rumah tangga, sehingga mempunyai keturunan dari proses hubungan biologis. Efek buruk yang ditimbulkan dari perilaku homo seksual yaitu 78% pelaku terjangkit penyakit kelamin menular. Kemudian dari penelitian yang dilakukan Cancer Research di Inggris tahun 2016, mendapatkan sebuah hasil bahwa homoseksual lebih rentan terkena kanker. 

A. Penyakit yang menyerang homoseksual 

1. Kanker anal (anus)

Pelaku homoseksual pada pria gay terkena sebagian besar terkena penyakit kanker anal karena virus HPV (Human Papillomavirus). Kemunculannya virus tersebut ditularkan dengan melakukan hubungan seksual melalui anus yang akhirnya menjadi penyebab tubuh terkena kanker anal. Penyakit kanker anal ini dapat dikatakan dimonopoli oleh pelaku gay.  Resiko kanker anal juga berlaku pada pasangan normal yang melakukan hubungan seks anal, sehingga bentuk hubungan seperti itu perlu dihindari.

2. Kanker mulut

Umumunya diketahui bahwa penderita kanker mulut kebanyakan adalah para perokok. Pada tahun 2017 muncul hal yang ajaib tentang pelonjakan jumlah kanker mulut hingga 63%. Dari informasi di situs Dallasvoice.com, dilakukan sebuah studi di New England Journal of Medicine, dan hasil penelitian yang dilakukan tersebut menemukan kesimpulan bahwa rokok bukanlah satu-satunya yang menjadi penyebab kanker mulut. Bahkan pihak yang berisiko paling tinggi terkena kanker mulut yaitu mereka yang melakukan oral seks dengan enam atau lebih dari partner seks yang berbeda-beda. Sehingga dapat dibayangkan apabila oral seks dilakukan oleh para gay bersamaan dengan banyak partner yang berbeda-beda. Dapat ditebak bahwa kebiasaan “mengerikan” seperti ini jadinya membuat tubuh sangat berisiko tinggi terkena kanker mulut. Masalah ini ditambah lagi dengan para gay yang terkena virus HIV, dimana seperti diketahui bahwa virus ini mengakibatkan sistem imun tubuh menurun drastis. Saat seorang gay terkena virus HIV, maka akan menghadapi bahaya besar berupa risiko yang sangat tinggi terkena kanker.

3. Meningitis (Radang selaput otak)

Sebuah penggalan tulisan di DetikHealth yang cukup menarik yaitu "New York Diserang Wabah Radang Otak karena Hubungan homo seksual". Meningitis sebenarnya bisa disebabkan dari beberapa penyebab, seperti karena terjadinya infeksi mikroorganisme, masalah peradangan tubuh, kanker dan penggunan obat-obatan yang salah. Dan dari tulisan di DetikHealth itu disebutkan bahwa New York dihebohkan dengan mewabahnya penyakit meningitis akibat penularan dari hubungan seksual, yang ini teutama ditunjukan bagi pelaku homoseksual (LGBT) yang melakukan hubungan sesama jenis. Adapun bakteri meningitis mengakibatkan terjadinya infeksi pada membran selaput otak, yang tanda-tanda awalnya yaitu berupa mutah-muntah, demam, sakit kepala, leher terasa kaku, hingga juga muncul ruam yang biasanya muncul 10 hari setelah tubuh terkena infeksi tersebut. Dan penyakit radang selaput otak apabila tidak segera diobati, bisa mengakibatkan terjadinya masalah sangat buruk yaitu kerusakan otak yang menyebabkan kematian.

4. HIV/AIDS

Virus HIV ini umumnya dikaitkan dengan masalah hubungan seksual bebas, termasuk sering berganti pasangan. Dan kaum gay punya resiko tinggi mendapatkan penyakit AIDS. LGBT tidak melakukan hubungan pada satu pasangan, mereka bergonta-ganti pasangan sehingga memudahkan untuk menyebarnya virus HIV.

5. Penyakit Kelamin

Pelaku LGBT akan sangat rentan terkena virus, seperti HIV, sifilis, hepatitis, dan infeksi Chlamydia. Bahaya LGBT lainnya bagi kesehatan yaitu resiko terjadinya luka dan pembengkakan pada sistem pembuangan. Dimana lubang anal yang seperti kita ketahui seharunya digunakan sebagai pembuangan kotoran, maka hal yang salah jika digunakan sebagai pelampiasan hawa nafsu seksual. Sehingga akibat yang sangat mengerikan adalah terluka dan terinfeksi, hingga lebih buruk lagi timbulnya nanah.

6. kerusakan pada sel saraf 

LGBT akan cenderung mengakibatkan hal negatif pada sistem syaraf, serta penurunan pada kemampuan kerja sistem otak. Jika kita lihat seorang gay merasa lebih nyaman dengan penyelewengan yang dilakukannya, akibatnya hal itu membuat mereka menurun dalam kemampuan berpikir realistis.

7. Dampak sosial

Pada sebuah studi yang dilakukan, didapatkan data-data bahwa seorang gay punya pasangan antara 20-106 orang per tahunnya. Ditemukan bahwa sekitar 43% kaum gay tersebut selama hidupnya melakukan homo seksual dengan 500 orang bahkan lebih. Bahkan, diantaranya itu ada sekitar 28% yang melakukannya dengan lebih dari 1000 orang. Sekitar 79% dari mereka mengatakan bahwa pasangan sejenisnya itu merupakan orang yang tidak dikenalinya sama sekali. Sehingga dilingkungin sosial kaum LGBT akan berfikir bahwa setiap orang bisa diperlakukan secara bebas. Tentunya fenomena gay ini menjadi sebuah hal yang mengerikan akibatnya bagi dampak kehidupan sosial.

8. Dampak Pendidikan

LGBT mudah menyebar dikalangan pelajar, karena pergaulan dan maraknya dunia maya yang mudah dijangkau. Siswa atau siswi yang menganggap dirinya sebagai penyuka sesama jenis, menghadapi permasalahan putus sekolah 5 kali lebih besar dibandingkan dengan siswa normal. LGBT membuat pelajar putus sekolah karena mereka tidak nyaman.

9. Dampak Keamanan

Kaum homo seksual memberikan peran sebesar 33% pelecehan seksual pada anak-anak di Negara Amerika Serikat, dimana yang cukup mencengangkan bahwa populasi kaum homo mencapai 12% dari keseluruhan penduduk Amerika. Hal  itu berarti bahwa 1 dari 20 kasus homo seksual bentuknya adalah pelecehan seksual pada anak-anak.


B. Penyebab Menjadi Homosesual 

1. trauma masa kecil

Ketika kecil pernah mendapatkan perilaku kekerasaan atau pelecehan seksual sejenis. Maka akan bisa memperngaruhi pola pikir dan orientasi seksual ketika dewasa.

2. pelarian (Penyelesaian masalah yang salah)

Lari dari suatu masalah, misalnya sering ditolah oleh orang yang disukai, atau ditinggalkan oleh pasanganya. Ketika ia perlahan-lahan menjadi gay, ia merasakan kenyaman dan kebahagiaan sehingga ia benar-benar memutuskan menjadi seorang gay.

3. Kondisi sosial

Kondisi sosial biasanya mudah menyebar dan menjadi kebiasaan. Jika lingkunan sosial sebagian besar adalah homoseksual maka kemungkinan besar akan tertular.


C. Cara Mencegah Homoseksual

Seperti yang kita ketahui, bahwa homoseksualitas adalah kondisi yang sedikit dipengaruhi oleh faktor genetik, atau pengaruh-pengaruh psikologis. Maka homoseksualitas dapat dicegah dengan menyediakan pembelajaran melalui pengalaman-pengalaman yang menstimulasi heteroseksualitas diantaranya :

1. Ciptakan Lingkungan Rumah yang Sehat

Homoseksualitas sering muncul dari adanya hubungan yang tidak dikehendaki antara orangtua dengan anak. Maka keluarga adalah titik awal dimana usaha pencegahan harus dimulai. Orangtua  yang memiliki kehidupan pernikahan yang sehat akan memberikan dampak baik terhadap psikologis seorang anak. Seorang ayah tidak akan menolak atau mengacuhkan anak-anaknya jika ia mengalami kepuasan dalam pernikahan yang sehat. Tidak ada anak yang bertumbuh menjadi homoseksual jika sejak semula dia sudah mempunyai hubungan emosional yang hangat, terutama dengan kedua orangtuanya.

2. Memberikan Informasi yang Akurat Mengenai Homo seksualitas

Adanya informasi yang cukup dikalangan masyarakat mengenai dampak dari homo seksual. Dengan tumbuh dalam lingkungan yang cukup dengan informasi, para pemuda justru belajar untuk waspada terhadap homoseksualitas dan menekan berbagai kecenderungan "gay" yang ada di dalam diri mereka.

3. Membangun konsep diri yang sehat.

Beberapa tahun yang lalu George Gilder dalam salah satu bukunya menunjukkan bahwa ada jutaan laki-laki yang berada dalam kondisi keliru yang berpeluang terhadap homoseksualitas. Penyebab yang sering muncul adalah rendahnya penilaian diri. Kegagalan dalam cinta atau pekerjaan bisa juga membuat para lelaki putus asa sehingga mereka merasa tidak mampu membangun hubungan dengan wanita, atau sebaliknya.  Untuk mendapatkan seorang wanita, seorang pria harus benar-benar merasa bahwa dirinya adalah seorang pria." Jika seorang pria merasa tidak puas dengan dirinya atau tidak maskulin, dia mungkin mencari hubungan yang aman dimana dia tidak harus berlaku sebagai seorang pria atau membuktikan kejantanannya. Mungkin situasi yang hampir sama juga terjadi pada wanita. Konsep diri yang rendah juga menjadi peluang bagi seseorang untuk berperilaku homoseks.

By Citra Dewi Amd.Keb - kesehatan reproduksi Jum'at, 02 Februari 2018 13:01:03

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • Menstruasi yang terlalu lama

    1 Balasan

    kesehatan reproduksi

    Selamat sore, bidan saya mau tanya lagi, mengapa saya menstruasi terlalu lama. biasanya saya mens hanya 5-7 hari, namun sehabis menjalani treatment bekam saya menjadi mens terlalu lama bisa sampai…

  • Memperlancar haid

    1 Balasan

    kesehatan reproduksi

    Saya mau bertanya bolehkah meminum jamu tradisonal untuk memperlancar haid dan mencegah kehamilan? karena datang bulan saya sering tidak teratur sehingga saya kesulitan untuk menghitung massa subur. dan benarkah nanas…

  • kebidanan

    1 Balasan

    kesehatan reproduksi

    Bu bidan saya kemarin menikah dan melakukan hub intim bersama suami saya tapi ga keluar darah. Katanya kalo ga keluar darah saat malam pertama ga perawan. Mohon penjelasanya


kesehatan reproduksi
Menambah Ukuran Penis dengan Pemasangan Implan

Panjang dan ketebalan penis telah…

kesehatan reproduksi
kesehatan reproduksi
Hubungan Seksual tidak Terpenuhi Karena Anorgasmia pada Wanita

Disfungsi seksual pada wanita merupakan…

Tanya Bidan
Top