Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Selalu Memerhatikan Bentuk Tubuh? Hati-hati Gejala Anoreksia


Munculnya penilaian bahwa standar tubuh saat ini mementingkan penampilan fisik  dengan bentuk tubuh yang kurus. Sebagian orang memandang bahwa seseorang dikatakan menarik jika memiliki tubuh yang kurus, tinggi dan langsing. Merasa  kurang mampu menerima diri apa adanya, anggapan bahwa dengan memiliki tubuh kurus akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan pergaulan disekitarnya. Hal ini menjadikan sebagai tantangan untuk melakukan diet walaupun dengan cara ekstrim yang dapat membahayakan kesehatannya dan menimbulkan kecenderungan anoreksia nervosa.

Anoreksia Nervosa adalah kesalahan memandang berat badan atau bentuk badan. Individu yang mengalami gangguan ini mengalami ketakutan yang amat sangat terhadap kenaikan berat badan, sehingga cenderung melakukan penolakan berat badan normal dan ideal. Penderita anoreksia akan melakukan berbagai usaha untuk diet, melakukan kegiatan fisik secara berlebihan, atau melakukan berbagai usaha lain untuk mencegah kenaikan berat badan (seperti mengkonsumsi obat pencuci perut dan muntah yang disengaja) untuk menurunkan berat badan.

Sekalipun gangguan makan bersifat kejiwaan namun dampaknya sangat kuat berhubungan dengan gizi. Tanda pertama pada penderita anoreksia nervosa adalah terjadinya penurunan beruntun berat badan, simpanan lemak dan otot, proses pertumbuhan, laju metabolisme, suhu tubuh, dan pengeluaran energi. Penurunan lemak tubuh  akan menyebabkan menurunnya suhu tubuh dan akhirnya intoleran terhadap dingin (Syafik dan Tantiani, 2013).

Anoreksia nervosa merupakan sebuah gangguan yang mengancam jiwa, angka kematian sepuluh kali lebih besar pada pasien yang menderita gangguan tersebut dibanding pada populasi umum dan dua kali dibandingkan pada para pasien yang menderita berbagai gangguan psikologis lain. Kematian paling sering disebabkan oleh komplikasi fisik  anoreksia nervosa contohnya sesak nafas, gagal ginjal, hiposia, gastritis dan bunuh diri.

Anoreksia nervosa umumnya timbul pada awal hingga pertengahan masa remaja. Kondisi ini sekurang-kurangnya sepuluh kali lebih banyak terjadi pada kaum wanita dibanding pada pria. Anoreksia nervosa dapat menyebabkan rendahnya berat badan yang sangat ekstrem dan dapat mengancam kehidupan apabila tidak ditangani dengan segera.

Gejala anoreksia yang paling umum adalah:

1.    Kehilangan berat badan yang sangat drastis

2.    Menarik diri dari kehidupan sosial

3.    Latihan berlebihan

4.    Mudah lelah

5.    Selalu menjadi dingin

6.    Lemah otot

7.    Mencari-cari alasan untuk tidak memakan makanan (seperti : sudah makan sebelumnya, merasa sedang tidak enak badan).

8.    Kelihatan tidak nyaman disekitar makanaN

9.    Memiliki kebiasaan makan yang tidak biasa (misalnya memotong makanan menjadi kecil, memilih-milih makanan)

10.  Mengeluh menjadi terlalu gemuk bahkan ketika mereka kurus

11.  Membatasi pilihan makanan hanya untuk makanan diet

12.  Memasak untuk orang lain tetapi tidak makan sendiri

13.  Merasa bersalah atau malu jika makan

14.  Sifat lekas marah, depresi dan mood tidak stabil

15.  Muntah dengan sengaja, mengkonsumsi obat pencahar, diet atau pil diet untuk mengontrol berat badan.

16.  Menstruasi tidak teratur

17.  Amenorrhea (hilangnya menstruasi)

18.  Sering memeriksa berat badan

19.  Memakai pakaian longgar untuk menyembunyikan kehilangan berat badan

20.  Kesulitan makan ditengah orang-orang

21.  Sangat tertutup tentang pola makan

22.  Mudah pingsan dan mengeluh sering pusing

23.  Terlihat pucat

24.  Perfeksionis

25.  Perasaan diri berharga ditentukan oleh apa yang dimakan atau tidak dimakan

26.  Tidak memiliki penyakit fisik yang meyebabkan penurunan berat badan

27.  Depresi

28.  Dehidrasi

29.  Osteoporosis

30.  Rambut yang tipis dan mudah rontok

31.  Irama jantung yang irreguler

 

Terdapat 4 ciri yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis anoreksia nervosa

a)    Penderita menolak untuk memperhatikan berat badan normal, hal ini biasanya berarti bahwa berat badan orang tersebut kurang dari 85% dari berat badan yang dianggap normal bagi usia dan tinggi badannya.

b)    Penderita sangat takut bila berat badannya bertambah dan rasa takut tersebut tidak berkurang dengan turunnya berat badan serta tidak pernah merasa sudah cukup kurus.

c)    Penderita mamiliki pandangan yang menyimpang tentang bentuk tubuh mereka. Bahkan dalam kondisi kurus kering mereka tetap merasa bahwa mereka kelebihan berat badan atau beberapa bagian tubuh tertentu, khususnya perut, pantat, dan paha terlalu gemuk.

d)    Pada penderita perempuan, kondisi tubuh yang sangat kurus menyebabkan amenotea, yaitu berhentinya periode menstruasi

 

 Jenis anoreksia terbagi dua

1.    Restricting/mencegah, penderita belum mengalami episode binge eating (penolakan makan) dan perilaku antisipasinya.

2.    Binge/purging, penderita mengalami proses binge eating

 

Beberapa faktor berisiko di bawah ini dapat memengaruhi kemungkinan Anda terkena anoreksia nervosa, yakni:

a)    Riwayat keluarga. Apabila Anda memiliki ibu atau saudara perempuan yang terkena anoreksia, Anda dapat menjadi sangat rentan terkena anoreksia

b)    Rendahnya rasa percaya diri. Seseorang yang menderita anoreksia bisa jadi tidak menyukai dirinya sendiri. Mereka bisa jadi sangat membenci penampilan mereka, atau merasa tidak memiliki harapan. Mereka sering kali menetapkan target yang sulit untuk dicapai bagi diri mereka demi menjadi atau merasa sempurna seperti yang mereka inginkan

c)    Perubahan kehidupan atau pengalaman yang membuat stress. Kejadian traumatis, seperti tindakan kekerasan seksual, juga perubahan monumental, seperti memulai pekerjaan baru bisa memicu anoreksia

d)    Pengaruh sosial media. Gambar-gambar di TV, internet, dan media cetak seringkali mengampanyekan tipe tubuh yang kurus terkesan lebih baik. Foto-foto tersebut mengindikasikan bahwa menjadi kurus adalah suatu kesuksesan dan kecantikan. Poin ini dapat menjadi risiko lainnya

 

Beberapa Terapi  Pengobatan Anoreksia Nervosa

Pantangan terbesar dalam menangani seseorang dengan anoreksia nervosa adalah menyadarkan mereka bahwa mereka memiliki sebuah gangguan. Banyak penderita anoreksia menyangkal bahwa mereka memiliki pola makan yang tidak sehat. Para penderita yang pada akhirnya melakukan perawatan medis hanya mereka yang benar-benar serius. Penanganan bagi penderita anoreksia dapat berupa:

1)    terapi lewat percakapan sering kali dilakukan kepada pasien muda atau seseorang yang baru sebentar menderita anoreksia untuk menyemangati mereka kembali ke dalam pola makan yang sehat

2)    cognitive behavioural therapy (sebuah jenis terapi melalui percakapan)

3)    terapi kelompok

4)    terapi keluarga

5)    obat-obatan seperti antidepresi, anti psikotik, dan penstabil mood dapat membantu beberapa pasien anorexia saat diberikan sebagai bagian dari program perawatan yang komplit. Obat-obatan tersebut dapat membantu menangani depresi maupun perasaan gelisah. Meskipun obat-obatan dapat membantu, tidak ada yang pernah terbukti benar-benanr menghilangkan keinginan penderita untuk menurunkan berat badan

6)    kurangi stress

7)    berdamai dengan diri sendiri, akui bahwa Anda memiliki masalah anoreksia

8)    makanlah makanan yang diresepkan oleh dokter atau ahli gizi

9)    ikuti sesi konseling

10) konsumsi obat-obatan seperti yang diinstruksikan

11) belilah pakaian yang pas untuk postur tubuh Anda, bukan pakaian yang mengharuskan Anda menurunkan berat badan terlebih dahulu untuk memakainya.

12) cintai diri Anda apa adanya

 

By Citra Dewi Amd.Keb - Kesehatan Senin, 05 Februari 2018 10:05:09

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • Let It Ovum

    1 Balasan

    Kesehatan

    Saya mau bertanya kasus mengenai let it ovum.. itu kasus yang seperti apa ya? Ada nama lain nya tidak? Saya cari di google tdk ada

  • Pasca melahirkan opesari Caesar , setelah 40hari berlalu APA bisa melakukan hub intim

    1 Balasan

    Kesehatan

    Pasca melahirkan opesari Caesar , setelah 40hari berlalu APA bisa melakukan hub intim, istri saya masih was was Ada yg bilang boleh Ada yg bilang jangan dulu

  • kebidanan

    1 Balasan

    kesehatan reproduksi

    Bu bidan saya kemarin menikah dan melakukan hub intim bersama suami saya tapi ga keluar darah. Katanya kalo ga keluar darah saat malam pertama ga perawan. Mohon penjelasanya

  • Berhubungan Seks

    1 Balasan

    Kesehatan

    Selamat Siang Dok, Saya mau bertanya, saat ini saya sedang menunda kehamilan. Saya sering kali melakukan hubungan intim bahkan hingga 3 sampai 4 kali seharinya. Namun karena saya menunda kehamilan,…

  • Sakit dan perih

    1 Balasan

    Kesehatan

    Siang Dok. Saya mau konsultasi. Kenapa ya perut saya sering kali merasakan sakit dan juga perih terutama saat di malam hari terutama di bagian atas pusar. Selain itu, saya juga…


Kesehatan
Kesehatan
Waspada 11 Penyakit Yang Menyerang Organ Intim Wanita

Selain menjaga kesehatan organ intim,…

Kesehatan
Kenali Tanda Awal Gejala Demam Berdarah Pada Anak Anda

Kenali gejala demam berdarah pada…

Tanya Bidan
Top