Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Atasi Disfungsi Ereksi untuk Keharmonisan Pasangan


Keharmonisan suatu pasangan dapat dipengaruhi oleh terpenuhinya hubungan seksual. Salah satu gangguan sensasi hubungan seksual adalah disfungsi ereksi. Disfungsi Ereksi atau erectile dysfunction adalah disfungsi seksual yang ditandai dengan ketidak mampuan atau mempertahankan ereksi pada pria untuk mencapai kebutuhan seksual dirinya sendiri maupun pasangannya. Disfungsi ereksi merupakan masalah yang signifikan dan umum di bidang medis dan tidak berhubungan dengan proses penuaan walaupun prevalensinya meningkat sejalan dengan bertambahnya usia.

 

Penyebab secara Fisik pada Disfungsi Ereksi

1.      Kanker

Pria yang menderita penyakit kanker pasti diharuskan untuk mengkonsumsi obat-obatan untuk menyembuhan penyakit kanker dan jenis penyakit kanker yang dapat menyebabkan seorang pria mengalami disfungsi ereksi adalah kanker prostat serta saluran kencing  yang mengandung anti-androgen dan mengakibatkan disfungsi ereksi.

2.      Peyronie

Keadaan penis pria membengkok baik ke kanan atau kiri, masih di bilang normal tapi jika penis yang bengkok itu menimbulkan rasa sakit dan mengurangi panjangnya sebaiknya Anda menghubungi dokter untuk berkonsultasi. Gangguan ini terjadi pada 1-3 persen pria dan bagi pria yang mengalami hal ini biasanya memerlukan operasi kecil atau menyebabkan impotensi. Kondisi ini juga biasanya sering terjadi pada pria yang berusia 40 tahun meskipun sebenarnya hal ini bisa saja dialami oleh pria dengan usia berapapun.

Biasnya penis yang bengkok tidak bisa mempengaruhi hubungan seksual, seperti kesulitan, menyakitkan dan bahkan mustahil di lakukan. Tak heran jika penyakit ini bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

3.      Jantung Koroner

Penyakit jantung merupakan kelainan yang terjadi akibat dari pembuluh darah tidak bisa memompa darah sehinnga mengalir menuju jantung dan untuk mengedarkan oksigen serta sari-sari makanan ke seluruh organ tubuh. Pria yang mengidap penyakit jantung peredaran darah nya tidak lancar dan ini akan mempengaruhi jaringan erektil sehingga penis tidak bisa ereksi sampai maksimal.

4.      Diabetes Melitus

Penyakit lainnya yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi adalah diabetes melitus, dimana pria yang mengidap penyakit ini umumnya memiliki energi di bawah level normal akrena glukosa dalam darah tidak mampu di ubah menjadi energi dan tentunya aktifitas seksual penis tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penderita diabetes yang sudah para terancam diamputasi jika terkena luka yang sulit untuk disembuhkan.

5.      Stroke Iskemik

Pada banyak kasus yang ditemukan lebih banyak pria yang sudah lanjut usia mengalami penyakit disfungsi ereksi. Salah satu tanda seseorang terkena penyakit stroke adalah penyumbatan atau pembekuan pembuluh darah dalam otak dan aliran yang terhambat ini bisa mempengaruhi arah serta fungsi organ tubuh lainnya termasuk organ seksual pria. Dan akibat lainnya akan memberhentikan sebagian anggota organ tubuh.

6.      Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang ternyata tidak hanya menganggu aktifitas fisik penderitanya tapi juga kehidupan seksual. Dimana penderita hipertensi diharuskan mengkonsumsi obat hipertensi yang menyebabkan anggota tubuh lainnya dan salah satunya penis tidak memiliki kemampuan untuk ereksi karena pengaruh dari obat yang dikonsumsi. Maka alangkah baiknya demi menjaga kehidupan seksual menjadi lebih harmonis dan penyakit hipertensi Anda sembuh.

Penyebab lain yang disebabkan oleh Psikologis  

1.    Kurangnya kepercayaan diri

2.    Gangguan hubungan personal

3.    Kurangnya hasrat seksual

4.    Cemas, depresi, stress, kepenatan, kehilangan, kemarahan

5.    Konflik rumah tangga

Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikologis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Pada pria muda, faktor psikologis ini menjadi penyebab tersering dari disfungsi ereksi. Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi/disfungsi ereksi.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu penyakit pembuluh darah (misalnya aterosklerosis) bisa menyebabkan impotensi. Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah arteri ke penis.

 

 Cara mengatasi Disfungsi Ereksi

1.    Lakukan medical check up. Ketahui apakah indikasi penyakit faktor risiko disfungsi ereksi seperti diabetes, atherosklerosis, jantung, dan lainya.

2.    Obati penyakit pencetus disfungsi ereksi. Jika obatnya memiliki efek samping yang memperparah disfungsi ereksi, konsultasikan dengan dokter.

3.    Jalani gaya hidup sehat bebas stres yang mendukung terapi pengobatan.

4.    Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

5.    Cobalah variasi seksual, misalnya dengan mencoba beberapa macam teknik foreplay atau pemanasan sebelum berhubungan

6.    Bila perlu konsumsi suplemen vitalis yang dapat menjaga stamina sekaligus membantu terjadinya ereksi, tentunya setelah mengadakan konsultasi dengan tenaga medis terpercaya.

 

Tips Agar Ereksi Secara Maksimal

1.    Posisi

Posisi dalam berhubungan seksual sebaiknya pria berada di atas dengan posisi missionary dan doggy style. Posisi ini akan memberikan keuntungan lebih karena dapat memacu aliran darah sehingga memberikan dampak ereksi yang tahan lama dan kuat.

2.    Konsumsi

Konsumsi zat besi merupakan bahan vital dalam testosteron, cairan air mani dan sperma. Anda dapat menemukan sumber mineral ini dari seafood, kacang polong, dan kacang-kacangan. Atau, untuk lebih praktisnya anda dapat membeli suplemen zat besi. Meskipun membutuhkan asupan makanan yang cukup, hindari makan berlebih sesaat sebelum melakukan hubungan seksual. Usahakan menyantap makanan satu jam sebelum melakukan hubungan seskual supaya proses pencernaan berjalan dengan sempurna

3.    Kurangi kepekaan

Bila pria merasa akan mengalami klimaks, cobalah mengeluarkan penis dari vagina pasangan anda. Tenangkan diri anda sejenak atau alihkan pikiran anda ke hal lain. Cara ini untuk menghindari ejakulasi yang terjadi terlalu cepat, dan tentunya akan mengurangi kekuatan ereksi.

4.    Rileks

Terlalu gelisah dan gugup justru dapat membuat ereksi Anda melembek (disfungsi ereksi). Cobalah membuat diri Anda nyaman saat melakukan hubungan seksual. Saat pertama kali melakukan hubungan seksual dengan pasangan, sudah tentu Anda dihantui kegelisahan. Agar bisa lancar, sebaiknya temukan cara untuk membuat diri Anda merasa santai.

5.    Simpan Kekuatan

Jangan membuat diri Anda kelelahan pada sesi awal saat melakukan hubungan seksual. Terlalu lelah di awal akan mengakibatkan ereksi jadi lembek. Jadi, ukur batas kemampuan Anda.

6.    Olah raga

Coba lakukan latihan perut. Gerakan ini memiliki peranan dalam membantu otot perut Anda mempertahankan ereksi. Selain itu, perut yang datar dan tidak membuncit akan membuat Anda lebih percaya diri, dan merasa nyaman dengan bentuk tubuh.

7.    Hindari Rokok dan Alkohol Berlebih

Merokok membuat sirkulasi darah memburuk. Padahal, saat Anda ingin melakukan hubungan seksual, sangat dibutuhkan aliran darah yang lancar. Jadi, jika Anda ingin kehidupan seks yang selalu panas, ini sebuah alasan kuat untuk menghentikan kebiasaan merokok. Minum minuman beralkohol terlalu banyak juga berpengaruh pada prostat Anda.

8.    Jangan Hanya Memikirkan Ereksi

Lebih baik pikirkan saja bagaimana caranya memuaskan pasangan. Misalnya, mengetahui bagian mana dari pasangan yang paling suka disentuh.

9.    Ajak Pasangan untuk Membantu

Kesulitan hendaknya dibagi dengan pasangan Anda. Jangan minta maaf dan cari alasan karena itu bukan semata kesalahan Anda. Hal ini sama dengan tugas pasangan merangsang Anda sebelum bersetubuh.

10.  Jangan terburu-buru

Dengan melakukan segalanya dengan terburu-buru, Anda malah dapat mengalami ejakulasi prematur. Akan lebih baik jika Anda melakukan pelan-pelan saja dan teruskan berpikir bagaimana memberi kesenangan kepada pasangan sebaik mungkin.

11.  Atur Terapi Pengobatan

Terapi pengobatan untuk beberapa penyakit seperti depresi, fobia dan kegelisahan bisa menimbulkan efek samping kekuatan ereksi. Sebaiknya, konsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab disfungsi ereksi.

By Citra Dewi Amd.Keb - kesehatan reproduksi Jum'at, 09 Februari 2018 10:24:04

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • Menstruasi yang terlalu lama

    1 Balasan

    kesehatan reproduksi

    Selamat sore, bidan saya mau tanya lagi, mengapa saya menstruasi terlalu lama. biasanya saya mens hanya 5-7 hari, namun sehabis menjalani treatment bekam saya menjadi mens terlalu lama bisa sampai…

  • Memperlancar haid

    1 Balasan

    kesehatan reproduksi

    Saya mau bertanya bolehkah meminum jamu tradisonal untuk memperlancar haid dan mencegah kehamilan? karena datang bulan saya sering tidak teratur sehingga saya kesulitan untuk menghitung massa subur. dan benarkah nanas…

  • kebidanan

    1 Balasan

    kesehatan reproduksi

    Bu bidan saya kemarin menikah dan melakukan hub intim bersama suami saya tapi ga keluar darah. Katanya kalo ga keluar darah saat malam pertama ga perawan. Mohon penjelasanya


kesehatan reproduksi
Polip Serviks Tidak Menyerang pada Usia Menopause Saja

Polip serviks adalah tumor jinak…

kesehatan reproduksi
Panduan Menjaga Penis Tetap Sehat

Sebagian wanita mengungkapkan bahwa penis…

kesehatan reproduksi
Tanya Bidan
Top