Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Waspada Maraknya Penyimpangan Seksual di Tempat Umum

Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam, mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan dan melakukan hubungan seksual. Obyek seksual dapat berupa orang, baik sejenis maupun lawan jenis, orang dalam khayalan atau diri sendiri dan benda mati. Dalam pemenuhan kebutuhan seksual tidak semua orang melakukannya dengan wajar, akan tetapi ada beberapa orang  yang memenuhi kebutuhan seksualnya dengan cara yang tidak wajar. Hal tersebut bisa disebabkan oleh gangguan-gangguan psikoseksual yang disebut parafilia. Parafilia adalah suatu gangguan psikoseksual dimana orang yang mengalami hal ini lebih memilih kegiatan seksual yang tidak lazim. Penyebab penyimpangan kelainan seksual bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman waktu kecil dari lingkungan pergaulan, faktor genetik dan penyalahgunaan obat (seperti narkoba) dan alkohol. Obat-obatan tertentu memungkinkan seseorang yang memiliki potensi perilaku seks menyimpang melepaskan fantasi tanpa hambatan kesadaran.


1.     Sadisme, yaitu seseorang yang mendapatkan kepuasan seks dengan terlebih dahulu menyiksa pasangannya untuk kepuasan seksual.

2.       Exhibionisme, yaitu seseorang yang hanya bisa mendapatkan kepuasan seks dengan mempertontonkan kelaminnya di depan orang lain yang tidak ingin melihatnya

3.    Voyeurism dan Scoptophilia, yaitu seseorang yang hanya bisa mendapatkan kepuasan seks dengan mengintip atau melihat orang telanjang. Misalnya mengintip orang senggama, baik melalui jendela atau lubang pintu (voyeurism) dan melihat gambar-gambar porno, blue film, pertunjukan persenggamaan dan lain-lainnya (scoptophilia)

4.        Fetishisisme, yaitu menjadikan suatu benda sebagai objek seksualnya, misalnya pakaian dalam, rambut, sepatu, sarung tangan, dan lain-lain, biasanya dengan mengelus, memandangi, atau memakai benda-benda tersebut untuk melakukan masturbasi

5.        Pedophilia, seseorang yang mendapatkan kepuasan seks dengan melakukan hubungan seks dengan anak-anak

6.        Necrophilia, seseorang yang hanya bisa mendapatkan kepuasan seks dengan melihat mayat, atau berhubungan seks dengan mayat

7.        Skatologia telephone, percakapan cabul lewat telepon dengan orang dewasa yang tidak menginginkannya.

8.        Insestus, berasal dari bahasa Latin cestus, yang berarti murni. Jadi insectus berarti tidak murni. Hubungan seksual antara pria dan wanita yang satu sama lain terikat oleh pertalian keluarga sedarah, pertalian keluarga karena perkawinan atau pertalian keluarga angkat yang menurut agama atau kebudayaan dianggap sebagai penghalang bagi hubungan seksual itu seperti antara ayah dengan putrinya, antara kakek dan cucu perempuaannya.

9.        Transvetisme, adalah Seseorang yang secara anatomis laki-laki, tetapi secara psikologis merasa dan menganggap dirinya seorang perempuan. Ia akan berperilaku dan berpakaian seperti perempuan Untuk mendapatkan kegairahan seksual. Seorang transvestit memakai pakaian wanita (cross-dressing) sebagai pernyataan identifikasi dirinya wanita (fiminine identification). Bangkitnya rangsangan seksual dan orgasme menandakan kemenangan atas identifikasi feminim itu. Ada transvestite yang melakukannya dikamar tidurnya tanpa kehadiran orang lain, memandang dirinya pada kaca. Pada waktu cross-dressed, terjadi ereksi penis. Orgasme dapat menjadi spontan atau dengan melakukan masturbasi. Transvestite lain terdorong untuk berjalan mondar-mandir di jalan, berpakaian wanita lengkap dengan wig, make up dan perhiasan. Ia dapat begitu teliti dan mahir sehingga penampilannya tampak sekali mirip dengan wanita. Namun bila tanpa cross-dressing akan terlihat jelas kelaki-lakiannya. Dalam masyarakat kita dikenal dengan istilah banci atau waria.

10.     Homoseksual adalah orang yang merasakan atau hanya tertarik dengan jenis kelamin yang sama, pria suka sama pria. Definisi homoseksual tidak hanya diberlakukan untuk laki-laki, sebenernya wanita yang hanya Suka terhadap sesamanya juga termasuk dalam kategori Homoseksual, tetapi di masyarakat umum istilah lesbianisme lebih dikenal untuk wanita yang suka sama wanita. Padahal arti Homo sendiri berarti sama, sejenis atau satu golongan. Bagi homoseksualitas pada pasangan pria dengan pria. Cara pemuasan seksual sedikit berbeda, dimana seorang pria homoseksual dapat mencari obyek mangsanya diantara pria-pria yang tidak bertendensi homoseksual, bahkan diantaranya anak-anak dibawah umur, dengan rayuan-rayuan, janji-janji dan imbalan-imbalan material. Diantara mereka ada yang memutuskan untuk menikah (cara ini ditempuh untuk menghindarkan imej negatif masyarakat pada dirinya) dan dikaruniai beberapa anak dan kemudian keinginannya untuk memuaskan diri secara homoseksual hilang. Akan tetapi ada pula diantara mereka yang secara tersembunyi masih melakukan hubungan homoseksual, karena pada dasarnya mereka termasuk dalam biseksual. Sering mereka menunjukkan gejala- gejala transvitisme, yaitu mengenakan pakaian wanita atau bermasturbasi sambil mengkhayalkan sedang bermesraan dengan seorang pria.

11.     Lesbianisme adalah label yang diberikan untuk menyebut homoseksual perempuan atau perempuan yang memiliki hasrat seksual dan emosi kepada perempuan lainnya. Namun demikian banyak diantara mereka yang menunjukkan sikap dingin (frigid) dalam hubungan heteroseksual (perempuan - lelaki). Lesbian yang aktif tidak akan menikah, akan tetapi hanya pasangan yang sejenis kelaminnya saja.

12.     Bestialitas (Persetubuhan dengan hewan), penyebabnya karena merasa kekurangan untuk melakukan hubungan seks dengan manusia. Hal ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Misalnya seorang wanita yang memelihara anjing yang sangat disayanginya. Dia melatih anjingnya untuk menjilati kelaminnya dan kemudian bersetubuh dengan anjing itu. Kepuasan seksualnya diperoleh dari persetubuhan dengan anjingnya.

13.     Zoophilia, kelainan seksual seseorang merasa terangsang yang cukup kuat  setelah melihat binatang sedang berhubungan seks. Hal ini mengakibatkan seseorang mencari korban untuk melakukan hubungan seksual.

14.     Frotteurisme, kelainan seksual seseorang laki-laki yang merasa memperoleh kepuasan seksual dengan jalan menggesekgesekkan alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat publik/umum seperti di bis, kereta, dan semacamnya.

 

Ciri-ciri Orang dengan Kelainan Seksual

beberapa hal yang bisa diketahui jika seseorang memiliki orientasi seksual yang menyimpang, yaitu:

a)    Punya perasaan yang berubah-ubah terhadap lawan jenis

Seseorang merasa menjadi orang yang berbeda dibandingkan masa lalu. Contohnya, dulu punya ketertarikan dengan lawan jenis tapi sekarang rasa seperti itu sudah tidak ada. Jika seseorang merasa seolah-olah selalu menjadi orang yang berbeda perasaannya terhadap hubungan seksual maka ada kemungkinan ia memiliki orientasi penyimpangan seksual.

b)    Tidak mempedulikan stereotip atau pandangan orang lain

Orang seperti ini cuek terhadap pandangan orang lain dan tidak mau tahu penilaian orang terhadap penyimpangan seksual. Mereka lebih berani menunjukkan status seksnya yang tidak normal.

c)    Kenali perasaan terdalam yang dimiliki

Orang tersebut memiliki keinginan seks yang lebih kuat. Biasanya orang seperti ini akan mencari beberapa cara dan kesempatan untuk melakukan penyimpangan seksual walaupun ditempat yang ramai.

d)    Fantasi seks saat melakukan masturbasi

Ketika melakukan masturbasi, ia menemukan dirinya berfantasi melakukan hubungan seks dengan cara yang menyimpang dan sering tidak bisa mencapai klimaks ketika berfantasi seksual yang sesuai dengan pasanganya.

 

Dampak Penyimpangan Seksual

Beberapa dampak dari penyimpangan seksual yang sering terjadi atau dialami oleh anak, yakni pelecehan seksual dan perkosaan.

1.    Pelecehan seksual adalah segala bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan reaksi negatif seperti malu, marah, tersinggung, dan sebagainya pada diri korban.

2.    Perkosaan adalah tindak kekerasan atau kejahatan seksual yang berupa hubungan seksual yang dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan dengan kondisi tidak atas kehendak dan persetujuan perempuan. Maraknya perkosaan karena banyaknya tontonan pornografi ataupun bacaan-bacaan yang mempengaruhi perilaku seksual seseorang terutama laki-laki menjadi tidak mampu mengendalikan hasrat seksualnya. Akibatnya banyak terjadi pelecehan seksual dan perkosaan. Selain itu pemakaian obat-obat terlarang juga bisa mendorong terjadinya tindak pemerkosaan.

3.    Seks bebas yang dilakukan pasangan tanpa ikatan pernikahan tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Hal ini akan menyababkan kehamilan yang tidak diinginkan. Sehingga banyak di antara perempuan yang hamil melakukan aborsi.

4.    Aktifitas seks yang tidak sehat sangat beresiko terhadap munculnya penyakit menular seksual seperti HIV, gonorhoe, klamidia, sifisli, herves dan lain-lain.

 

Pencegahan Perilaku Penyimpangan Seksual

Pencegahan penyimpangan seksual adalah upaya untuk mencegah terjadinya Penyimpangan Seksual salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan seks sejak usia dini atau setidaknya pada usia sekolah dengan memberikan pemahaman tentang teori-teori seks yang benar pada anak. Pendidikan seks yang dilakukan dalam hal ini adalah dengan memberikan materi-materi terkait dengan seks setidaknya ada beberapa hal sebagai berikut:

A.    Memberikan pelajaran tentang perbedaan-perbedaan terkait jenis kelamin terutama tentang topik biologis bentuk tubuh dan fungsi-fungsinya

B.    Memberikan pemahaman tentang bagaimana sikap dan cara bergaul dengan lawan jenis dan sesama jenis yang tidak diperbolehkan dan dibolehkan

C.   Memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk terjadinya penyimpangan seksual

D.   Mampu membedakan mana penyimpangan, pelecehan atau kekerasan seksual dan mana yang bukan

E.  Mencegah agar anak tidak menjadi korban atau bahkan pelaku penyimpangan, pelecehan dan atau kekerasan seksual

F.    Menumbuhkan sikap berani untuk memberitahukan pada orang tua, guru dan pihak kepolisian apabila terjadi atau menjadi korban penyimpangan , pelecehan dan atau kekerasan seksual.

 

REFRENSI

Abdullah, “Definisi Penyimpangan Seksual”, dalam http://www.diffy.Com/cmm/artikel/definisi. penyimpangan1.html) (Akses 21 September 2016). Azhar, Ahmad Abu Miqdad. 2006.

 

Pendidikan Seks Bagi Remaja. Yogyakarta: Mitra Pustaka. Dianawati, Ajen. 2006. Pendidikan Seks Untuk Remaja. Jakarta: Kawan Pustaka

By Citra Dewi Amd.Keb - Seksualitas Sabtu, 03 Maret 2018 12:05:07

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • Hamil

    1 Balasan

    Seksualitas

    saya melakukan onani, kemudian saya mandi, ganti baju memakai sepatu lalu berkendara 15 menit kemudian tangan kanan saya jari telunjuk dan tengah menyentuh bagian atas vagina istri saya dan istri…

  • Kontrasepsi

    1 Balasan

    Seksualitas

    Saya mau tanya kemarin saya melakukan hubungan dengan suami saya tetapi kami berencana menunda momongan. yang jadi masalah tadi siang suami saya tidak sengaja mengeluarkan sperma setetes divagina(saya tidak terasa).…

  • Pil Kontrasepsi

    1 Balasan

    Seksualitas

    Saya mau tanya kemarin saya melakukan hubungan dengan suami saya tetapi kami berencana menunda momongan. yang jadi masalah tadi siang suami saya tidak sengaja mengeluarkan sperma setetes divagina(saya tidak terasa).…


Seksualitas
Seksualitas
Seksualitas
Menstruasi Jangan Jadikan Kendala Melakukan Hubungan Seksual

Bagi pasangan suami istri menstruasi…

Tanya Bidan
Top