Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Penyulit Persalinan pada Distosia Bahu


Distosia adalah persalinan abnormal yang ditandai oleh kemacetan atau tidak adanya kemajuan dalam persalinan. Seringkali cedera namun hanya bersifat sementara dan akan pulih dalam hitungan jam hingga bulan.

Distosia bahu merupakan kondisi  tubuh bayi tidak lahir segera setelah kepala karena terjadi impaksi bahu bayi terhadap inlet pelvis ibu. Faktor risiko meliputi faktor antepartum (kehamilan) dan intrapartum (persalinan). Komplikasi dapat mengenai ibu dan bayi termasuk yang paling berat adalah kematian perinatal (bayi baru lahir).

Komplikasi dari distosia bahu yang dapat terjadi meliputi berbagai derajat cedera pleksus brakialis dan yang jarang terjadi, kerusakan sistem saraf pusat traumatis, asfiksia, dan fraktur tulang panjang hingga kematian neonatal. Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu antara lain laserasi, perdarahan dan stress psikologis.

 Oleh karena itu. dibutuhkan penanganan yang segera setelah distosia bahu terdiagnosis. Diagnosis objektif dari waktu persalinan kepala-tubuh yang memanjang dapat ditegakkan apabila lebih dari 60 detik, namun waktu ini juga tidak rutin digunakan. Distosia bahu terjadi ketika baik bahu fetus anterior atau posterior (jarang), mengalami impaksi pada simfisis pubis atau promontorium sakral ibu.

 

Penyabab Distosia Bahu

1.    Dystosia karena kekuatan-kekuatan yang mendorong anak keluar kurang kuat

2.    Karena kelainan his seperti inertia uteri atau kelemahan his

3.    Karena kekuatan mengejan kurang kuat

4.    Dystosia karena kelainan letak, misalnya letak lintang, letak dahi, hydrocephalus atau monster.

5.    Dystosia karena kelainan jalan lahir seperti panggul sempit, tumor-tumor yang mempersempit jalan lahir.

6.    Ada riwayat ibu pernah melahirkan distosia bahu

7.    Bayi besar dan selalu ada riwayat bahu besar

8.    Riwayat DM (diabetes melitus) pada wanita dan keluarga

 

Penatalaksanaan Distosia Bahu

Jika bahu masih belum dapat dilahirkan, biasanya akan dilakukan episiotomi (pelebaran jalan lahir) untuk memberi ruang yang cukup. Tenaga kesehatan akan memakai sarung tangan yang telah didisinfeksi tingkat tinggi (steril) untuk memasukkan tangannya ke dalam vagina pada sisi punggung bayi. Setelah itu dilakukan penekanan pada bahu posterior untuk mengadduksikan bahu dan mengecilkan diameter bahu. Bidan atau pun dokter kandungan akan melakukan beberapa tindakan agar bahu bayi segera lahir.

 

Tanda Dan Gejala Terjadinya Distosia Bahu

1.    Pada proses persalinan normal kepala lahir melalui gerakan ekstensi. Pada distosia bahu kepala akan tertarik kedalam dan tidak dapat mengalami putar paksi luar yang normal.

2.    Ukuran kepala dan bentuk pipi menunjukkan bahwa bayi gemuk dan besar.

3.    Usaha untuk melakukan putar paksi luar, fleksi lateral dan traksi tidak berhasil melahirkan bahu.

4.    Dagu tertarik dan menekan perineum

5.  Tanda kepala kura-kura yaitu penarikan kembali kepala terhadap perineum sehingga tampak masuk kembali ke dalam vagina

6.    Penarikan kepala tidak berhasil melahirkan bahu yang terperangkap di belakang symphisis

 

Diagnosa Distosia Bahu

a.  Kepala janin dapat dilahirkan tetapi tetap berada dekat vulva.

b.  Dagu tertarik dan menekan perineum.

c.   Tarikan pada kepala gagal melahirkan bahu yang terperangkap di belakang simfisis pubis.

 

Komplikasi Distosia Bahu

1.    Perdarahan pasca persalinan

2.    Fistula Rectovaginal (kondisi abnormal pada saluran antara bagian bawah usus besar atau rektum dengan vagina. Karena kondisi ini, isi usus bisa bocor melalui fistula sehingga penderita dapat mengeluarkan gas atau tinja lewat vagina).

3.    Simfisiolisis atau diathesis (cedera pada tulang simfisis)

4.    Robekan perineum derajat III (Ruptur mengenai pada mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum, otot perineum dan otot spinter ani) atau robekan perineum derajat IV (Ruptur mengenai mengenai pada mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum, otot perineum otot spinter ani dan rectum)

5.    Rupture Uteri 

6.    Komplikasi pada bayi

 

By Citra Dewi Amd.Keb - Persalinan Kamis, 08 Maret 2018 13:50:59

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • cesar

    1 Balasan

    Persalinan

    maaf sebelumnya. saya mau tanya. istri saya melahirkan anak pertama dengan operasi cesar. sebab air ketuban sudah pecah pada bukaan 2. dan sekarang sudah hamil yg kedua, kata dokter kemungkinan…

  • Cara Untuk Menghilangkan Luka Yang Hitam

    1 Balasan

    Persalinan

    Selamat pagi dok. Saya memiliki bekas luka yang memang cukup hitam dibagian kulit dan susah sekali untuk hilang. Saya mau bertanya, apakah ada cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan masalah…

  • Alasan kenapa ibu bisa meninggal saat melahirkan

    1 Balasan

    Persalinan

    Sore bu, saya mau nanya nih. Saat ini saya mengandung usia kehamilan 8 bulan, menjelang melahirkan saya menjadi banyak ketakutan sekali. Takut terjadi apa-apa saat persalinan yang nantinya bisa meibuhayakan…

  • Jenis persalinan apa yang baik untuk saya?

    1 Balasan

    Persalinan

    Selamat siang, mohon sarannya ya bu bidan untuk jenis persalinan apa yang baik untuk saya nanti. Saat ini saya mengandung usia 5 bulan. Saya mempunyai riwayat penyakit asma, namun memang…

  • Amankah episiotomi saat persalinan?

    1 Balasan

    Persalinan

    Selamat sore bu bidan, saat ini saya sedang mengandung usia 8 bulan, dan setelah melakukan USG ternyata bayi saya mempunyai berat badan yang tergolong bayi besar. Kata dokter, saya lebih…


Persalinan
8 Tanda Bahaya Pada Persalinan Yang Harus Diketahui

Wanita normal dan penyandang cacat…

Persalinan
Waspada Antibiotik Operasi Caesar Timbulkan Bakteri Di Usus

Waspada antibiotik operasi caesar timbulkan…

Persalinan
Buah yang Baik bagi Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Beberapa jeni Buah yang Baik…

Tanya Bidan
Top