Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Risiko Sepsis pada Ibu dan Bayi Baru Lahir

Sepsis merupakan respon tubuh terhadap infeksi yang menyebar melalui darah dan jaringan lain. Infeksi bakteri 5 kali lebih sering terjadi pada bayi baru lahir yang berat badannya kurang dari 2,75 kg dan 2 kali lebih sering menyerang bayi laki-laki.

Pada lebih dari 50% kasus, sepsis mulai timbul dalam waktu 6 jam setelah bayi lahir, tetapi kebanyakan muncul dalam waktu 72 jam setelah lahir.
Sepsis yang baru timbul dalam waktu 4 hari atau lebih kemungkinan disebabkan oleh infeksi nasokomial (infeksi yang didapat di rumah sakit)

Bayi baru lahir sangat rentan terkena sepsis karena respon imun yang belum sempurna. Angka kesakitan telah berkurang tapi insidennya tidak. Faktor resiko antara lain, prematuritas, prosedur invasif, penggunaan steroid untuk masalah paru kronis, dan pajanan nosokomial terhadap patogen. Antibodi dalam kolostrum sangant efeektif melawan bakteri gramnegatif, oleh sebab itu menyusui ASI memberi manfaat perlindungan terhadap infeksi.

 

Faktor Penyebab Sepsis

Faktor- faktor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tiga kelompok, yaitu :

Faktor Ibu

1.    Status sosial-ekonomi ibu, ras, dan latar belakang. Mempengaruhi kecenderungan terjadinya infeksi dengan alasan yang tidak diketahui sepenuhnya. Ibu yang berstatus sosial ekonomi rendah mungkin nutrisinya buruk dan tempat tinggalnya padat dan tidak higienis. Bayi kulit hitam lebih banyak mengalami infeksi dari pada bayi berkulit putih.

2.    Status paritas (wanita memiliki anak lebih dari 3) dan umur ibu (kurang dari 20 tahun atua lebih dari 35 tahun)

3.    Kurangnya perawatan pada saat kehamilan.

4.    Ketuban pecah dini (KPD)

5.    Prosedur selama persalinan.

Faktor Bayi Baru Lahir

a)    Prematurius (berat badan bayi kurang dari 2000 gram), merupakan faktor resiko utama untuk sepsis neonatal (bayi baru lahir). Umumnya imunitas bayi kurang bulan lebih rendah dari pada bayi cukup bulan. Transpor imunuglobulin melalui plasenta terjadi pada paruh terakhir trimester ketiga. Jika bayi lahir prematur maka menyebabkan hipigamaglobulinemia (gangguan kekebalan tubuh) berat dan melemahkan pertahanan kulit.

b)    Laki-laki dan kehamilan kembar. Kejaian sepsis pada bayi laki- laki empat kali lebih besar dari pada bayi perempuan.

Faktor Lingkungan

1.    defisiensi imun bayi cenderung mudah sakit sehingga sering memerlukan prosedur invasif, dan memerlukan waktu perawatan di rumah sakit lebih lama. Penggunaan kateter vena/ arteri (penggunaan infus) maupun kateter nutrisi merupakan tempat masuk bagi mikroorganisme pada kulit yang luka. Bayi juga mungkin terinfeksi akibat alat yang terkontaminasi.

2.    Paparan terhadap obat-obat tertentu, seperti steroid, bisa menimbulkan resiko pada bayi baru lahir.

3.    Pada bayi dengan susu formula

 

Cara Mikroorganisme Mencapai Bayi    

Mikroorganisme atau kuman penyebab infeksi dapat mencapai neonatus melalui beberapa cara, yaitu :

1.            Pada masa sebelum lahir.

Pada masa sebelum lahir kuman dari ibu setelah melewati plasenta dan umbilikus masuk dalam tubuh bayi melalui sirkulasi darah janin. Kuman penyebab infeksi adalah kuman yang dapat menembus plasenta antara lain virus rubella, herpes, sitomegalo, koksaki, hepatitis, influenza, parotitis. Bakteri yang dapat melalui jalur ini, antara lain malaria, sipilis, dan toksoplasma.

2.            Pada masa persalinan.

 Infeksi saat persalinan terjadi karena yang ada pada vagina dan serviks naik mencapai korion (selaput ketuban) dan amnion (ketuban). Akibatnya, terjadi infeksi, selanjutnya kuman melalui umbilikus  masuk dalam tubuh bayi.. Selain cara tersebut infeksi pada janin dapat terjadi melalui kulit bayi melewati jalan lahir yang terkontaminasi oleh kuman. Beberapa kuman yang melalui jalan lahir ini adalah Herpes genetalis, Candida albican,dan N.gonorrea.

3.            Infeksi sesudah persalinan.

Infeksi yang terjadi sesudah kelahiran umumnya terjadi akibat infeksi dari lingkungan di luar rahim (misal melalui alat- alat : penghisap lendir, selang endotrakhea, infus, selang nasogastrik, botol minuman atau dot).

 

 Tanda dan Gejala Infeksi Sepsis

·           Bayi tampak lesu

·           tidak kuat menghisap

·           denyut jantung lambat dan suhu tubuhnya turun-naik

·           gangguan pernafasan

·          kejang

·           jaundice (sakit kuning)

·           muntah

·           diare

·           perut kembung

 

Faktor Risiko Infeksi Sepsis pada Bayi

Sepsis Dini

·                     infeksi fekal (pembuangan sisa metabolisme tubuh)

·                     Malnutrisi (kelainan nutrisi) pada ibu

·                    Prematuritas

·                     BBLR

Sepsis yang terjadi di rumah sakit

·                     BBLR –> berhubungan dengan pertahanan imun

·                     pemberian makanan melalui selang

·                     Pemberian antibiotik

 

 

Proses Sepsis Mempengaruhi Tubuh Bayi

Melalui Air Ketuban  => Masuk kedalam tubuh janin => Terjadinya Infeksi awal => Infeksi/Kuman menyebar => Keseluruh tubuh janin => Hipotalamus,Organ Hati, Organ pernafasan, Sistem Gastrointestinal => menghasil kan panas tubuh, Muntah, Diare, Malas menghisap ASI => Hipertermia Fungsi tidak Optimal, Bayi akan sesak, Gangguan Volume => Gangguan pola nafas => Hiperbilirubin => Jaundice (ikteri) => Ke Otak => Enselopati (disfungsi otak) => Kemit ikterik (kejang) => resiko cedera

 

Komplikasi Sepsis pada Ibu

a)    Kelainan bawaan jantung,paru,dan organ-organ yang lainnya

b)    Sepsis berat : sepsis disertai hipotensi dan disfungsi organ tunggal

c)    Syok sepsis : sepsis berat disertai hipotensi (tekanan darah rendah)

d)    Sindroma disfungsi multiorgan (MODS)

e)    Perdarahan

f)     Demam yang terjadi pada ibu

g)    Infeksi pada uterus (rahim) atau plasenta

h)   Ketuban pecah dini (sebelum 37 minggu kehamilan)

i)     Ketuban pecah terlalu cepat saat melahirkan (18 jam atau lebih sebelum melahirkan)

j)      Proses kelahiran yang lama dan sulit

 

Cara Pencegahan Sepsis

Pada masa kehamilan  :

Perawatan antenatal meliputi pemeriksaan kesehatan ibu secara berkala, imunisasi, pengobatan terhadap penyakit infeksi yang diderita ibu, asupan gizi yang memadai, penanganan segera terhadap keadaan yang dapat menurunkan kesehatan ibu dan janin. Rujuk ke pusat kesehatan bila diperlukan.

Pada masa Persalinan :

Perawatan ibu selama persalinan dilakukan secara aseptik.

Pada masa pasca Persalinan :

Rawat gabung bila bayi normal, pemberian ASI secepatnya, jaga lingkungan dan peralatan tetap bersih, perawatan luka umbilikus secara steril.

 

 

By Citra Dewi Amd.Keb - Bayi Kamis, 22 Maret 2018 12:08:00

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • Sakit tifes

    1 Balasan

    Bayi

    Bun saya mau tanya ank saya dari kmarin demam.tpi kalau pagi badanya anget klau mnjelang malam agak panas dikit...tpi mkanya gk kyak biasanya klau minum susu tetep ..bun minta solusinya…

  • Sulit makan MpAsi....,,

    1 Balasan

    Bayi

    Assalamualaikum,, bu bidan sya ibu aan dari kasturi,, yg waktu mw lahiran di ibu ga jadi krna ibu sakit,, bu saya mau konsul,, bayi sya udh berumur 6bln jalan mau…

  • Disentri

    1 Balasan

    Bayi

    Cara mengatasi disentri dok

  • Masalah gigi bayi

    1 Balasan

    Bayi

    Selamat malem ..dok kenapa yah gigi anak saya tumbuhnya gak beraturan ..ada di bawah 1gigi lalu di atas udah nampak 1gigi yg keluar tapi ketiga gigi yg di atas nampak…

  • Bayi saya kalau nyusu pasti mencret BAB

    1 Balasan

    Bayi

    Siang, dok mau nanya kenapa bayi saya kalo minum sufor langsung BAB apa alergi sufor selama 4bulan anak saya g apa2 usia anak saya skrg 5bln udah dibawa ke puskesmas…


Bayi
Pengaruh Buruk Penggunaan AC Pada Bayi

Dalam penggunaan AC memang sangat…

Bayi
Cara Merawat Kulit Bayi Sensitif Dengan Aman

Kulit bayi yang memiliki kulit…

Bayi
Tips Menerapkan Metode Baby Led Weaning Pada Bayi

Mungkin sebagian besar orang tua…

Tanya Bidan
Top