Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Atur Jarak Kehamilan Untuk Menghindari Resiko Tinggi pada Ibu dan Bayi


Kehamilan dan persalinan adalah pengalaman yang membutuhkan banyak waktu untuk pemulihan. Beberapa wanita membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih dari komplikasi masa kehamilan dan persalinanya.

Butuh waktu untuk pulih bagi wanita yang baru saja melahirkan secara emosional yang stabil dan kondisi fisik kuat. Oleh karena itu, wanita dianjurkan untuk menunda kehamilan untuk beberapa tahun setelah melahirkan untuk mencegah jarak kehamilan yang terlalu dekat.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat merupakan jarak antara kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan). Kondisi rahim ibu belum pulih, waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jarak antar kehamilan yang hanya kurang dari 12 bulan, dapat meningkatkan risiko kematian pada sang ibu. Selain itu, penelitian juga menyebutkan bahwa kematian pada ibu dapat disebabkan karena terjadi perdarahanpascapersalinan. Rahim ibu yang jarak kehamilannya terlalu dekat belum siap untuk menampung dan menjadi tempat tumbuh kembang janin yang baru.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa jarak kehamilan yang dekat tidak memberikan ibu cukup waktu untuk pulih dari stress fisik yang terjadi akibat kehamilan sebelumnya, Misalnya kehamilan akan menguras dan menghabiskan zat gizi yang ada di dalam tubuh ibu karena berbagi dengan janin, seperti zat besi, dan asam folat. Maka ketika ibu mengalami kehamilan berikutnya dengan jarak yang dekat, akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin karena tidak dapat memenuhi kebutuhan masing-masing.

 

Resiko Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

1.    Keguguran

Ibu yang baru saja melahirkan berisiko terjadi keguguran. Hal ini terjadi karena rahim yang belum siap untuk menerima tumbuh kembang janin. Kondisi rahim pun akan menjadi lemah dan terjadilah keguguran.

2.   Anemia

Perlunya asupan nurtisi yang tinggi pada ibu melahirkan disebabkan karena banyaknya tenaga yang terkuras saat hamil dan melahirkan. Bila kondisi ini ditambah dengan adanya kehamilan maka akan terjadi anemia.

3.    Bayi lahir belum waktunya

Beberapa studi mengemukakan bahwa jarak kehamilan yang telalu dekat bisa meningkatkan risiko bayi lahir dua sampai lima minggu lebih awal.

4.    Berat badan lahir rendah (BBLR)

4 juta bayi meninggal setiap tahunnya akibat lahir prematur. Penelitian yang dilaporkan dalam Journal of The American Medical Association mengatakan bahwa ibu yang sudah hamil kembali setelah 6 bulan kelahiran meningkatkan 40% risiko melahirkan anak prematur dan meningkatkan 61% risiko anak lahir dengan berat badan yang rendah.

5.    Cacat bawaan

Kelahiran mati dapat terjadi akibat rahim dan fungsi tubuh ibu yang belum siap untuk menunjang kehidupan janin yang baru. Ketika janin yang baru tumbuh dan berkembang, tubuh tidak dapat memberikan pasokan makanan dan mempersiapkan kebutuhan janin secara maksimal. Oleh karena itu, terjadi kelahiran kematian. Kecacatan serta pertumbuhan dan perkembangan janin yang tidak optimal juga dapat disebabkan karena hal tersebut.

6.    Tidak optimalnya tumbuh kembang balita (IUGR)

Wanita dengan jarak kehamilan terlalu dekat menyebabkan terhambatnya perkembangan janin, risiko ini akan berdampak buruk bahkan akan menyebabkan kematian pada janin.

 

Alasan yang perlu diketahui Pentingnya Mengatur Jarak Kehamilan

1.    Kondisi rahim ibu belum pulih

2.    Dapat mengakibatkan terjadinya penyulit dalam kehamilan

3.    Waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang

 

Tujuan Anjuran Memberikan Jarak Kehamilan

1.    Memberikan waktu  istirahat untuk mengembalikan otot-otot tubuhnya seperti semula setelah melahirkan. Rahim wanita setelah melahirkan, beratnya menjadi 2 kali lipat dari sebelum hamil. Untuk mengembalikannya ke berat semula membutuhkan waktu sedikitnya 3 bulan, itu pun dengan kelahiran normal. Untuk kelahiran dengan cara operasi caecar membutuhkan waktu lebih lama lagi.

2.    Menyiapkan kondisi psikologis ibu yang mengalami trauma pasca melahirkan karena rasa sakit saat melahirkan atau saat dijahit. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat wanita siap lagi untuk hamil dan melahirkan.

Bagi wanita dengan riwayat melahirkan secara caecar, bayi lahir cacat, pre eklamsia, dianjurkan untuk memberi jarak antar kehamilan yang cukup. Karena mereka memiliki resiko lebih besar dari pada wanita dengan riwayat kelahiran normal dan supaya bayi yang sudah lahir mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya.

 

 

Ibu Hamil Tidak Dapat Memberikan ASI pada Bayi

1.     Aktivitas menyusui saat kondisi sedang hamil dapat memicu produksi hormon Oksitosin meningkat dan mengalami kontraksi yang menyebabkan rahim dan payudara terasa nyeri dan rasa tidak nyaman pada  bagian dada.

2.     Kualitas produksi ASI dapat berkurang dan menurun manfaatnya karena pada saat hamil hormon estrogen mengalami peningkatan  yang mengakibatkan tubuh  kesulitan untuk mengubah sari makanan  guna memperbanyak jumlah ASI. Perbanyak makanan yang banyak mengandung serat, flavonoid dan magnesium agar Produksi ASI selalu seimbang.

3.    Ibu akan mengalami dehidrasi karena kelelahan dan sering haus, solusinya perbanyak minum air putih untuk mencegah keadaan ini. Bila terus berlanjut tubuh ibu akan terserang masuk angin. Kurang minum dapat memperburuk kualitas ASI dan kesehatan plasenta bayi.

4.   Ibu berpotensi terserang ketidakstabilan emosional dan stres yang menyebabkan ibu kesulitan mendapatkan kualitas tidur yang baik. Ibu yang sedang hamil cenderung kurang istirahat karena kadang harus terbangun pada malam hari karena sering buang air kecil dan ketika bayi mengalami pergerakan dan menyebabkan kontraksi

5.     Ibu dan bayi akan mengalami kekurangan asupan gizi yang memadai karena nutrisi makanan terbagi untuk menyusui, untuk bayi dalam kandungan dan untuk ibu sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan terganggunya perkembangan janin. Perbanyaklah makan makanan yang banyak mengandung serat, protein dan antioksidan agar nutrisi tercukupi.

6.     Menyusui ketika hamil mempunyai resiko terjadinya keguguran pada kehamilan dibawah 4 bulan apalagi pada ibu yang mempunyai rahim lemah atau jika ibu mempunyai riwayat keguguran sebelumnya. Gejala awal yang akan dialami ibu adalah ada kontraksi pada rahim secara berulang, sakit dan pegal pegal pada bagian bawah pinggul yang di iringi keluarnya lendir darah, segeralah hubungi dokter agar dilakukan penguatan rahim untuk mencegah keguguran.

7.     Bahaya memberi asi saat hamil selanjutnya dapat mengakibatkan tubuh lemas. Menyusui ketika hamil dapat menyebabkan tubuh lemas dan terserang anemia jika tidak di imbangi dengan mengkonsumsi banyak makanan yang kaya dengan zat besi dan tidur yang cukup.

8.     Menyusui ketika hamil dapat menjadikan air susu menjadi keruh dan mempunyai kualitas rasa yang kurang disukai bayi yaitu berkurangnya rasa manis dan gurih. Itu menandakan nutrisi pada ASI kurang memadai. Ini disebabkan karena asupan gizi seimbang ibu yang tidak terpenuhi selama hamil dan menyusui. Anak yang tidak mendapat kepuasan ketika menyusui,  dampak yang akan terjadi adalah anak akan rewel, terus menerus menangis dan membuat ibu menjadi terserang stres dan sakit kepala.

9.     Menyusui ketika hamil jika ibu tidak mengkonsumsi makanan yang berstandar kesehatan 4 sehat 5 sempurna maka pertumbuhan dan perkembangan janin akan terhambat. Menyebabkan bayi bisa lahir dengan prematur.

10.  Saat kondisi hamil tetapi masih menyusui lama kelamaan daerah puting payudara akan mengalami kepekaan rangsangan berupa rasa nyeri dan kontraksi otot payudara yang tegang.

 

Jarak yang Tepat untuk Kehamilan Berikutnya

Untuk menurunkan risiko yang terjadi saat kehamilan, kelahiran, maupun gangguan proses tumbuh kembang anak, maka anjuran jarak antar-kelahiran adalah minimal 24 bulan dan maksimal 5 tahun setelah kehamilan yang terakhir. WHO menyatakan bahwa waktu yang paling ideal untuk jarak kehamilan yaitu 3 tahun. Dengan begitu, ibu dapat memberikan ASIeksklusif pada anak yang lahir sebelumnya dan menjamin kecukupan gizinya dengan pemberian ASI. Selain itu, ibu  juga dapat mempersiapkan tubuhnya kembali untuk terjadinya kehamilan, dengan status gizi yang baik, tidak kekurangan zat gizi apapun yang dapat mempengaruhi kehamilan.

 

By Citra Dewi Amd.Keb - Kehamilan Selasa, 10 April 2018 14:03:14

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • Vagina terasa sangat berat, keluar flek

    1 Balasan

    Kehamilan

    Selamat pagi. Saat ini sy sedang memasuki usia kehamilan ke 38. 3 hari yg lalu sy diperiksa dalam oleh dokter kandungan saya dengan memasukkan kedua jarinya ke dlm vagina saya.…

  • Kehamilan

    1 Balasan

    Kehamilan

    Malam bu bidan, saya via 23 thn. Tadi sore usg uk 8 minggu. Kantung janin sudah ada tapi janin belum ada masih gumpalan darah. Kenapa itu yaa bu bidan

  • Kehamilan

    1 Balasan

    Kehamilan

    Saya sudah telat 17 hari, pas di hari ke 11 saya coba di tes tapi hasil nya negative, saya blm cek lagi takutknya negative, pertanyaannya mungkinkah saya hamil dok, terimakasih

  • Kehamilan

    1 Balasan

    Kehamilan

    Usia sy saat ini 36 tahun. Dan berencana utk program kehamilan. Apakah beresiko dgn usia sy sekarang? Dua kali kehamilan tidak ada masalah. Terima kasih

  • Hamil

    1 Balasan

    Kehamilan

    Selamat siang dok saya mau bertanya, saya telat haid 4hari tapi setelah di test pack hasilnya negatif dok, apa ada kemungkinan untuk saya hamil ? Atau bagaimana ya dok. Terimakasih


Kehamilan
Dampak Infeksi Chlamydia pada Kehamilan Terhadap Janin

Penyakit menular seksual (PMS) termasuk…

Kehamilan
Risiko Ibu dan Janin pada Kehamilan dengan Sifilis

Sifilis merupakan salah satu IMS…

Kehamilan
Makanan Sehat yang Berkhasiat Mempercepat Kehamilan

Ada sebagian wanita didunia ini…

Tanya Bidan
Top