Curhat Bidan
curhat bidan
curhat bidan

Pengaruh Buruk Malaria Terhadap Kehamilan


Wanita hamil lebih rentan terkena malaria dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Kerentanan ini semakin tinggi pada kehamilan anak pertama. Kerentanan terhadap malaria berhubungan erat dengan proses imunologi dan perubahan hormonal di masa kehamilan.

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup pada nyamuk, dapat bersifat akut maupun kronik. Nyamuk membawa Plasmodium akan menularkan pada manusia melalui gigitannya.

Malaria pada kehamilan merupakan kondisi yang buruk karena menyebabkan penyulit untuk ibu dan perkembangan bayi. Infeksi pada wanita hamil oleh parasit malaria sangat mudah terjadi, karena disebabkan adanya perubahan sistim imunitas selama kehamilan akibat peningkatan hormon kortisol pada wanita selama kehamilan.

Di daerah endemis, banyak wanita hamil dengan parasit malaria dalam darahnya tidak memiliki gejala-gejala malaria. Meskipun pada awalnya seorang wanita hamil tidak merasa sakit, infeksi malaria tetap dapat mempengaruhi kesehatan dan bayinya. Dalam waktu ke waktu, malaria akan meningkatkan kejadian anemia pada ibu, yang bila berat akan meningkatkan resiko kematian.

 

Gejala Yang Timbul Pada Penderita Malaria

a)        Demam tinggi dan diikuti periode menggigil setelahnya

b)        Sakit kepala

c)         Berkeringat dingin

d)        Mual dan muntah

e)        Nyeri otot

f)          Diare 

g)        Kejang 

h)        Kurang darah

i)          Tinja berdarah

 

Pengaruh Malaria Terhadap Kehamilan

1.    Demam

Demam akibat malaria pada ibu hamil biasanya terjadi pada kehamilan pertama yang belum mempunyai kekebalan terhadap malaria.

2.    Anemia

Anemia yang terjadi pada trimester pertama kehamilan sangat berhubungan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hal ini disebabkan karena Pertumbuhan janin terjadi sangat pesat terjadi pada usia kehamilan sebelum 20 minggu

3.    Hipoglikemia (kadar gula darah dalam tubuh tidak normal)

Komplikasi malaria berupa hipoglikemia lebih sering terjadi pada wanita hamil dibandingkan dengan individu yang tidak hamil. Hipoglikemia yang tidak diatasi segera dapat jatuh ke keadaan yang dapat mengakibatkan distress pada janin

4.    Edema paru akut

Edema paru merupakan komplikasi yang sering dan hampir selalu menyebabkan kematian.  Edema paru akut pada kehamilan sering terjadi pada trimester kedua dan ketiga.

 

Pengaruh Malaria pada Janin

1.    Berat badan lahir rendah

Penderita malaria biasanya menderita anemia sehingga akan menyebabkan gangguan sirkulasi nutrisi pada janin dan berakibat terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

2.    Kematian janin dalam kandungan

Kematian janin dalam kandungan (IUFD) dapat terjadi sebagai akibat suhu tubuh lebih dari 41°C, anemia berat, penimbunan parasit di dalam plasenta yang menyebabkan gangguan sirkulasi ataupun akibat terjadinya infeksi transplasental.

3.    Abortus

Abortus pada usia kehamilan trimester I lebih sering terjadi karena demam tinggi sedangkan abortus pada usia trimester II disebabkan oleh anemia berat. Penelitian di Pakistan menyatakan bahwa 14% ibu hamil yang mengalami infeksi malaria dalam kehamilan mengalami abortus.

4.    Kelahiran Prematur

Persalinan prematur umumnya terjadi sewaktu atau tidak lama setelah serangan malaria. Beberapa hal yang menyebabkan persalinan prematur adalah demam, dehidrasi (kekurangan cairan) dan infeksi plasenta. Penelitian di Pakistan menyatakan bahwa 6% ibu hamil yang mengalami infeksi malaria dalam kehamilan mengalami persalinan premarur.

 

Cara Pencegahan Malaria Dalam Kehamilan

  1. Hindari bepergian ke daerah endemi malaria.
  2. Pengobatan pencegahan intermiten pada kehamilan dengan sulfadoksin-pirimetamin.
  3. Berikan pengetahuan tentang terapi pencegahan, tanda dan gejala malaria.
  4. Pencegahan terhadap gigitan nyamuk (kelambu, pakaian, obat nyamuk balur kulit, obat semprot nyamuk atau obat nyamuk dalam ruangan).
  5. Berikan pengetahuan tentang keadaan emergensi dan siapa yang harus dihubungi apabila bepergian ke daerah endemis.
  6. Melakukan 3 M +, yakni menguras, menutup, dan mengubur serta menaburkan bubuk abate pada bak mandi untuk membunuh jentik nyamuk
  7. Semua wanita hamil harus menerima suplemen zat  besi dan asam folat sebagai bagian dari perawatan kehamilan rutin.
  8. Melakukan vaksinasi malaria


By Citra Dewi Amd.Keb - Kehamilan Selasa, 05 Juni 2018 13:56:44

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan


  • Vagina terasa sangat berat, keluar flek

    1 Balasan

    Kehamilan

    Selamat pagi. Saat ini sy sedang memasuki usia kehamilan ke 38. 3 hari yg lalu sy diperiksa dalam oleh dokter kandungan saya dengan memasukkan kedua jarinya ke dlm vagina saya.…

  • Kehamilan

    1 Balasan

    Kehamilan

    Malam bu bidan, saya via 23 thn. Tadi sore usg uk 8 minggu. Kantung janin sudah ada tapi janin belum ada masih gumpalan darah. Kenapa itu yaa bu bidan

  • Kehamilan

    1 Balasan

    Kehamilan

    Saya sudah telat 17 hari, pas di hari ke 11 saya coba di tes tapi hasil nya negative, saya blm cek lagi takutknya negative, pertanyaannya mungkinkah saya hamil dok, terimakasih

  • Kehamilan

    1 Balasan

    Kehamilan

    Usia sy saat ini 36 tahun. Dan berencana utk program kehamilan. Apakah beresiko dgn usia sy sekarang? Dua kali kehamilan tidak ada masalah. Terima kasih

  • Hamil

    1 Balasan

    Kehamilan

    Selamat siang dok saya mau bertanya, saya telat haid 4hari tapi setelah di test pack hasilnya negatif dok, apa ada kemungkinan untuk saya hamil ? Atau bagaimana ya dok. Terimakasih


Kehamilan
Resiko Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Kehamilan

Sesak nafas saat hamil merupakan…

Kehamilan
Beberapa Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil 8 Bulan

Demi menjaga kondisi kehamilan tetap…

Kehamilan
9 Tips Yang Perlu Diperhatikan Oleh Ibu Hamil

9 Tips Yang Perlu Diperhatikan…

Tanya Bidan
Top