Pilihan Menu Finger Food untuk Bayi

Saat menginjak usia 6 bulan bayi sudah mulai mengkonsumsi makanan tambahan. Sekitar usia 8 atau 9 bulan biasanya bayi sudah mulai siap makan dengan tangannya sendiri. Ia akan meraih sendok saat anda menyuapinya atau mencoba merebut makanan dari piring anda. Karena itu, bunda sebaiknya mulai mengenalkan finger food pada bayi untuk melatihnya agar bisa makan tanpa disuapi. Namun perlu bunda ketahui, tidak semua makanan bisa diberikan pada bayi. Bunda bisa mengetahui jenis finger food apa saja yang dapat diberikan pada bayi, melalui pilihan menu finger food untuk bayi yang akan curhat bidan bagikan kali ini.

Apa yang dimaksud finger food ?

Finger food adalah setiap potongan makanan berukuran genggaman bayi yang dapat dipegang oleh tangannya sendiri. Memakan finger food tidak hanya menyenangkan bagi bayi, tapi juga bisa menunjang keterampilan motorik halus, menggigit, serta mengunyah makanan. Dalam memberikan finger food pada bayi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya :

  • Perhatikan gizi dan nutrisinya, serta sesuaikan dengan usia bayi.
  • Pilihlah makanan yang mudah lumer dan mudah digigit oleh bayi.
  • Berikan berbagai variasi jenis makanan agar bayi dapat mengenal tekstur makanan, warna dan aroma.
  • Potong makanan seukuran jari tangan, sehingga mudah digenggam bayi.
  • Pastikan makanan yang dimasak matang dan empuk.
  • Hindari makanan yang membuat bayi tersedak seperti sayuran mentah, buah yang keras, kacang, biji-bijian, dan keripik.
  • Hindari memberinya makanan yang terlalu manis seperti permen, coklat, biskuit kering, dan cake.

Beberapa Pilihan Menu Finger Food untuk Bayi

Jika bunda bingung dengan pilihan menu finger food, berikut ini merupakan beberapa pilihan menu finger food yang dapat bunda berikan pada bayi :

  • Buah-buah yang dipotong dan diiris kecil seperti pepaya, mangga, pisang, alpukat, pir atau semangka. Pastikan buah yang dipilih sudah matang.
  • Sayuran yang telah direbus dan dipotong kecil-kecil. Bunda bisa memberikan sayuran seperti wortel, kentang, kembang kol, buncis, brokoli, kacang polong, atau ubi manis.
  • Roti panggang atau bagel yang dipotong sebesar jari tangan.
  • Sereal oat panggang atau sereal rendah gula lainnya.
  • Pasta fusili (berbentuk spiral) yang telah direbus hingga matang dan dipotong-potong.
  • Telur yang direbus dan dipotong-potong atau telur orak-arik. Pastikan bunda memasaknya sampai matang agar bayi tidak tekontaminasi bakteri salmonella yang tersembunyi dalam telur setengah matang.
  • Daging ayam atau daging sapi yang direbus sampai enpuk dan disuwir agar mudah dimakan bayi.
  • Keju lembaran yang dipotong kecil-kecil.

Itulah beberapa menu finger food yang sehat untuk dikonsumsi bayi. Memperkenalkan makanan sehat pada bayi sangatlah penting, namun bunda juga perlu berhati-hati akan kemungkinan bayi tersedak saat mengkonsumsi finger food. Jadi, selalu awasi dan dampingi bayi saat mengkonsumsi makanan. Selain itu, jangan memaksakan makanan agar habis dimakan semua, karena tujuan dari pemberian finger food sendiri yaitu untuk melatih bayi makan sendiri dan mengenal berbagai makanan.

Diskusi Dari: puji
puji

Halow, saya mau tanya masalah masa subur
Bln desember 2017 haid tgl 15
Bulan januari 2018 haid tgl 8
Tgl 21 januari 2018 menikah
Bulan februari 2018 haid tgl 3
Bulan maret 2018 haid tgl 1

Yang saya mau tanyakan tgl brp saya tepat masa subur kalo dilihat siklus haid saya di atas..?
Saya coba pakai alat ovutest tgl 13 maret 2018 jam 13.00 dan jam 19.00 garisnya 2 merah..
Apakah itu menandakan saya dalam masa subur ?
Mohon di jawab terimakasih..

Dijawab Oleh : puji
Diskusi Dari: Dela
Dela

Selamat pagi bu bidan saya mau tanya apakah keputihan saat hamil bebahaya bagi janin? Saat ini saya sedang hamil 7 bulan. Pada awal kehamilan saya mengalami keputihan berwarna putih susu yang lmyan banyak, sudah di periksakan ke bidan katanya normal-normal saja. Namun beberapa minggu kemudian keputihan yang keluar berubah warna menjadi kuning dan kehijauan serta gatal. Apakah itu termasuk ciri-ciri keputihan abnormal? Mohon jawabannya.

Dijawab Oleh : Dela

Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Bagaimana caranya mengatasi kegemukan anak di usia sekolah dasar tanpa mengurangi asupan gizi yang ia perlukan di usianya saat ini ? Mohon dijawab segera yah bu. Terimakasih

Dijawab Oleh : Cantika Dwi Rangga Sasmita
Diskusi Dari: Dian Poenya Raizo
Dian Poenya Raizo

Bun saya mau tanya ank saya dari kmarin demam.tpi kalau pagi badanya anget klau mnjelang malam agak panas dikit…tpi mkanya gk kyak biasanya klau minum susu tetep ..bun minta solusinya makasih

Dijawab Oleh : Dian Poenya Raizo
Diskusi Dari: Aisyah Putri Setiawan
Aisyah Putri Setiawan

Siang dok, saya baru saja menikah 1 minggu lalu. Sebelum menikah, memang saya memiliki masalah dengan seputar kesehatan keputihan yang sedikit berwarna hijau dengan jumlah yang memang cukup lumayan banyak. Namun, setelah saya menikah, sering kali saya merasakan rasa gatal setelah melakukan hubungan intim, dan bahkan pada pertama kalinya berhubungan keputihan ini semakin banyak dan bahkan membuat saya risih dan takut suami berpaling. Saya mau bertanya, apaklah hal ini merupakan salah satu hal yang normal pada awal berhubungan seks atau bahkan ini berbahaya? Terus bagai mana cara mengatasi masalah kesehatan yang satu ini agar keputihan hilang dari bagian vagina ini.

Dijawab Oleh : Aisyah Putri Setiawan