Anak Suka Ngompol ? Jangan Marahi Anak, Atasi Dengan 12 Cara Jitu Ini

CURHAT BIDAN – Ngompol pada malam hari ini merupakan hal yang normal untuk anak usia 5-7 tahun. Kondisi tersebut disebut dengan Nocturnal Enuresis yaitu dimana seseorang yang buang air kecil tanpa disadari saat mereka tidur terutama di malam hari. Menurut penelitian anak laki-laki lebih suka ngompol dibandingkan dengan anak perempuan. 

Ngompol pada anak dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu primer dan sekunder. Ngompol primer berarti ngompol yang sudah berlangsung sejak anak masih kecil tanpa berhenti. Sedangkan ngompol sekunder yaitu kondisi ngompol yang sering terjadi setelah anak berhenti mengompol, setidaknya selama 6 bulan.


Anak sering mengompol pada malam hari, bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti :

  • Terlalu banyak minum sebelum tidur
  • Karena penyakit infeksi saluran kencing
  • Terdapat masalah pada kandung kemihnya
  • Sistem tubuh nya belum sempurna jadi belum mampu menahan air kencing di kandung kemihnya
  • Anak belum terbiasa pergi ke toilet sendiri
  • Faktor keturunan dari orang tua
  • Letak kamar kecil yang jauh atau gelap sehingga takut pergi ke kamar kecil
  • Anak sedang dalam kondisi cemas
  • Toilet/kamar kecl yang tidak bersih

Jika anak masih ngompol, jangan terus-terusan memarahi anak, sebaiknya kita sebagai orang tua harus mencari tahu apa yang menyebabkan anak sering mengompol di malam hari. Memarahi dan menghukum anak dapat memperburuk kondisi psikologis anak, karena mungkin mereka juga tidak nyaman dengan kondisi tersebut. 

12 Tips Jitu Mengatasi Anak Masih Ngompol

Yang harus orang tua perhatikan yaitu memberi kasih sayang, kesabaran serta pengertian ketika anak mengompol untuk dapat membantu anak membanun kepercayaan diri anak sehingga melepas kebiasaan tersebut. Salah satu hal yang mudah memberikan pujian pada anak terbangun tidak ngompol, hal tersebut dapat menjadi motivasi anak-anak untuk berhenti mengompol.

Ingat kebiasaan orang tua kita dahulu bila anak suka ngompol ? Yaps, dengan menggigitkan capung pada pusar anak. Walaupun cara tersebut belum terbukti secara ilmiah setidaknya cara tersebut dapat memberi sugesti pada anak supaya tidak ngompol lagi. Namun ada beberapa tips jitu lainnya yang dapat menghilangkan kebiasaan ngompol pada anak, berikut ini :

  1. Memahami kondisi anak. Berikan dukungan pada anak dengan cara menasehatinya dan memberikan penghargaan sebelum anak tidur. Jangan menunjukan rasa marah, jengkel dan panik, anda juga tidak perlu menghukum dan menyalahkan anak. 
  2. Jangan membandingkan dan mempermalukan anak didepan teman-temannya dengan membicarakan kebiasaan ngompolnya tersebut.
  3. Beri waktu pada anak untuk membiasakan diri menggunakan toilet sebelum tidur, setidaknya selama 6 bulan.
  4. Daripada memarahi anak, sebaiknya lakukan pencegahan dengan melapisi kasur anak dengan penutup yang tahan air sehingga tidak basah saat mengompol. 
  5. Biasakan mengajarkan anak mandiri pergi ke toilet tanpa dibantu oleh orang tua dalam hal melepaskan dan mengenakan pakaian
  6. Lakukan pembatasan jumlah cairan yang masuk pada saat malam hari.
  7. Ajak anak pergi ke toilet dan buang air kecil sebelum tidur.
  8. Cegah anak untuk mengkonsumsi cola, teh, cocoa dan cokelat karena minuman tersebut mengandung kafein.
  9. Jangan perlakukan anak seperti bayi dengan memakaikannya popok/celana plastik.
  10. Pastikan ada lampu tidur kecil yang menyala di jalan antara kamar dan toilet rumah sehingga anak berani dan tidak merasa takut saat pergi ke toilet sendiri.
  11. Ajarkan anak untuk bisa bertanggung jawab dengan cara meminta ia untuk membersihkan dan mengganti spresi yang basah.
  12. Konsultasikan ke dokter jika sampai anak usia 7 tahun masih mengompol untuk melihat penyebab lain/penyakit berbahaya.

Demikianlah Tips Jitu Mengatasi Anak Masih Ngompol, semoga kita sebagai orang tua dapat lebih bijak dalam mengatasi dan mencegah anak ngompol supaya tidak terus-terusan melakukan kebiasaan tersebut, nantikan juga berbagai macam artikel parenting lainnya hanya di Curhat Bidan mengatasi seputar permasalahan ibu dan anak. Semoga artikel di atas dapat menambah wawasan anda. SEMOGA BERMANFAAT

|  12 Tips Jitu Mengatasi Anak Masih Ngompol

Citra Dewi Amd.Keb - July 12, 2016
Diskusi Dari:
Anonymous

Siang Dok. Saya mau konsultasi. Kenapa ya perut saya sering kali merasakan sakit dan juga perih terutama saat di malam hari terutama di bagian atas pusar. Selain itu, saya juga sering kali merasakan ada yang aneh dengan diri saya karena saya merasakan lapar tapi kok tidak nafsu makan. Ini kira kira kenapa ya dok? Saya sudah coba mengkonumsi obat maag tapi masih tetap saja rasa sakit itu muncul

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Vita Ratnasari

Halo bu bidan, nama saya Alena. Katanya kalau berhubungan intim ketika kita sedang masa subur itu bisa lebih cepat untuk mendatangkan kehamilan. Karena saya sedang menunda kehamilan dan melakukan hubungan intim saat sedang tidak subur bisa terjadi kehamilan atau tidak ya ? Terima kasih sebelumnya.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Fitriyan Tng

Sore bu bidan, alhamdulillah bulan ini menginjak usia kehamilan 9 bulan. Dan ini adalah kehamilan kedua saya. Biasanya saat menuju proses lahiran ada beberapa rasa sakit, apakah ada beberapa tips untuk meringankannya? Saya khawatir, karena kelahiran anak saya yang pertama itu rasa sakitnya parah sekali bu bidan.
Saya tunggu jawabannya ya, terimakasih 🙂

Dijawab Oleh : Fitriyan Tng
Diskusi Dari:
Nelly Tampubolon

Assalamualaikum bu bidan …

Nama saya Disti Hanifa, saya sudah menikah sekitar 4 bulan ini dan kemarin saya mengaja menggunakan KB jenis suntik 1 bulan sekali untuk menunda kehamilan dan sudah 2 kali ini saya menggunakan KB suntik bu. Sekarang saya mau program hamil dan saya mau bertanya, untuk kembali mendapatkan kesuburan setelah KB berapa bulan bu ? Terus makanan apa aja yang harus saja hindari supaya program hamil saya lancar.

Terima kasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Ocha Setiani

Selamat sore bu bidan,
Saya sedang mengandung dan usia kandungan saya menginjak trimester 2. Namun, saya masih sibuk bekerja disalah satu perusahaan. Apakah hal ini bisa mempengaruhi kehamilan saya? Lantas bagaimana cara saya menjaga kehamilan dan janin tetap sehat?

Perlu Jawaban