Anak Yang Cerdas Terlahir Dari Gen Ibu Yang Cerdas

Anak Yang Cerdas Terlahir Dari Gen Ibu Yang Cerdas

Anak yang cerdas merupakan investasi untuk generasi penerus bangsa. Memiliki anak yang cerdas juga adalah suatu kebanggaan bagi keluarga. Sebagian besar kecerdasan seorang anak dipengaruhi dari kromosom ibunya. Hal ini sering menjadi pepatah bahwa anak yang cerdas terlahir dari ibu yang cerdas.

Wanita (dalam hal ini ibu), menurunkan gen kecerdasan lebih banyak karena wanita memiliki dua kromosom X. Sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X. Kromosom inilah yang menentukan fungsi kognitif seorang anak. Meski gen kecerdasan lebih condong diwariskan dari wanita/ibu, pria/ayah tetap punya andil dalam pembentukan karakter fisik anak.

Penurunan Gen Kecerdasan dari Ibu Bisa Gagal

Namun demikian, tidak selalu kecerdasan 100% diturunkan dari Ibu kepada anaknya. Penurunan sifat ini bisa saja gagal oleh karena beberapa faktor. Salah satu penyebabnya bisa karena kegagalan peleburan kromosom pada saat fertilisasi (bersatunya sel sperma dengan sel telur). Kegagalan ini dapat menimbulkan kelainan yang berupa retardasi mental (kelainan fungsi intelektual).

Faktor Lain Yang Mempengaruhi Kecerdasan Anak

Seorang ibu yang memiliki IQ tinggi pun bukan jaminan dapat menghasilkan anak ber-IQ tinggi pula. Ini menunjukkan genetika bukan satu-satunya faktor penentu tingkat kecerdasan anak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan seorang anak, yaitu faktor genetik (keturunan), nutrisi, dan stimulasi lingkungan. Namun tetap faktor genentik bisa mempengaruhi hingga 75% dalam kecerdasan anak.

Permainan edukatif yang banyak mengundang kreativitas anak dan gizi yang seimbang tentu akan lebih baik untuk perkembangan otak yang sempurna. Sehingga kecerdasan yang sebenarnya itu diakumulasikan dengan genentik, supply gizi dan rangsangan. Dengan artian walaupun orang tua mempunyai genetik yang baik, tapi anak tidak diberi makanan yang baik dan tanpa dirangsang justru kecerdasan itu tidak akan muncul sempurna.

Sebagai ibu yang cerdas atau calon ibu yang cerdas tidak ada salahnya mengetahui apa saja yang dibutuhkan anak sejak dini sehingga si anak nantinya dapat tumbuh menjadi anak yang cerdas. Walau secara genetik anak memiliki potensi kecerdasaan yang besar, tapi jika tidak dikembangkan dengan benar maka hasilnya akan tetap biasa-biasa saja.

Prilaku Ibu Yang Mempengaruhi Kecerdasan Janin di Dalam Kandungan

1. Kekurangan Nutrisi

Kurangnya kalsium, zat besi, yodium dan vitamin lainnya bisa menyebabkan ketidakmampuan belajar bayi, masalah perilaku, tertundanya perkembangan motorik keterampilan dan IQ rendah. Bayi membutuhkan yodium untuk membuat hormon tiroid , yang sangat penting untuk perkembangan otak. Zat besi diperlukan untuk memproduksi sel darah merah yang mengangkut oksigen kepada bayi, akan mempengaruhi pertumbuhan otak dan tubuh bayi.

2. Kekurangan Asam Folat

ini akan menyebabkan tabung saraf bayi tidak mampu menutup dengan benar . Tabung saraf adalah jaringan untuk otak dan sumsum tulang belakang bayi berkembang. Tabung syaraf yang menutup tidak sempurna/tepat ini akan menyebabkan malformasi berat dari otak dan sumsum tulang belakang. Asam folat ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, brokoli , kacang-kacangan, buah jeruk dan hati.

3. Stres berkepanjangan

Sebuah studi menunjukkan bahwa seorang ibu yang mengalami stres selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kerusakan otak bawaan pada bayi. Stres yang disebut di sini tidak disebabkan karena kecemasan biasa kehidupan sehari-hari, namun yang lebih berat seperti shock emosional. Kerusakan pada otak bayi mungkin disebabkan oleh peningkatan hormon stres kortisol yang dapat mengganggu perkembangan janin. Kondisi Mental Ibu Janin masih sangat sensitif, sehingga dapat dipengaruhi oleh kondisi mental sang ibu. Pertumbuhan dan perkembangan terbaik pada janin adalah pada ibu yang bebas depresi sebelum, selama dan setelah melahirkan.

4. Rokok

Nikotin yang berasal dari dari asap rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, mengurangi aliran darah dan nutrisi dalam plasenta. Asap rokok diduga akan mengurangi pasokan oksigen yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan sistem syaraf janin. Nikotin rokok akan membuat saluran utero-plasental menyempit. Akibatnya, sel-sel otak bayi akan menderita hypoxia atau kekurangan oksigen. Hal ini akan berpotensi bayi terlahir dengan IQ rendah. Asap rokok juga akan memicu terjadinya proses carboxy hemoglobin, yaitu sel-sel darah yang semestinya mengikat oksigen malah mengikat karbondioksida dari asap rokok.

5. Alkohol

Alkohol akan melewati plasenta dan sudah pasti akan meracuni bayi. Efek pada ibu hamil ini akan sangat berat diterima oleh janin, seperti bayi dengan IQ rendah, miskin keterampilan kognitif, miskin memori, defisit perhatian, perilaku impulsif, miskin penalaran sebab-akibat , dan cacat fungsi motorik. Dan masih banyak resiko yang lebih berat lagi, seperti keterbelakangan perkembangan otak.

6. Polusi

Menurut studi terbaru, ibu hamil yang terpapar polusi dari asap knalpot, pabrik meningkatkan risiko autisme dua sampai tiga kali dari pada yang tidak terpapar.

7. Narkoba

Benda ini tentu sangat buruk digunakan ibu yang hamil, terutama bagi perkembangan otak anak. Resiko terbesar seperti menghasilkan bayi dengan IQ rendah, gangguan perilaku dan masalah emosional, gangguan memori, kerusakan atau cacat otak dan lain-lain

Citra Dewi Amd.Keb - July 27, 2018
Diskusi Dari:
ANGGUN

Usia sy saat ini 36 tahun. Dan berencana utk program kehamilan. Apakah beresiko dgn usia sy sekarang? Dua kali kehamilan tidak ada masalah. Terima kasih

Dijawab Oleh : ANGGUN
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya apa saja faktor yang dapat berpengaruh agar memiliki bayi kembar pada keluarga yang tidak mempunyai riwayat anak kembar. Mohon penjelasannya

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Adhy Putra Lautan

Selamat Malam,dok saya mau tanya tentang mentruasi saya.
Awalnya saya sekitar dua bulan tidak haid,lalu baru bulan ini haid,tapi dari tanggal 13 sampai dengan tgl 23 hari ini darah haid saya masih keluar,berbahaya atau tidak ya dok?
Terima kasih.

Dijawab Oleh : Adhy Putra Lautan
Diskusi Dari:
Riri

Siang dok, saya penderita masalah kesehatan kelenjar getah bening, apakah penyakit ini bisa mematikan?

Dijawab Oleh : Riri
Diskusi Dari:
Sherly davies

Selamat Siang Dok, Saya mau bertanya, saat ini saya sedang menunda kehamilan. Saya sering kali melakukan hubungan intim bahkan hingga 3 sampai 4 kali seharinya. Namun karena saya menunda kehamilan, saya selalu mengeluarkan sperma di luar. Yang saya mau tanyakan apakah dengan kondisi dan kebiasaan ini saya bisa hamil? dan apa dampak bahaya dan manfaat melakukan hubungan intim yang sering ini?

Dijawab Oleh : Sherly davies