×

Agar Si Kecil Berani Tidur Sendiri

Bagikan Artikel :

Daughter to sleep alone

Melatih keberanian untuk tidur sendiri baiknya dimulai saat si Kecil usia balita. Meskipunn keputusan untuk memisahkan kamar tidur anak sebenarnya berdasarkan berbagai macam pertimbangan. Selain faktor usia, sejumlah orang tua mungkin sulit berpisah tempat tidur karena keterbatasan ruang di rumah. Tapi jika anak sudah menginjak remaja tapi belum berani tidur sendiri, ini akan jadi lebih repot. Secara umum, anak sebaiknya sudah terbiasa tidur di kamar sendiri sejak usia 5 hingga 8 tahun. Sangat tidak disarankan ia tetap tidur bersama orang tua jika sudah berumur 8 tahun ke atas. Apalagi jika telah memasuki usia pubertas.

Sebetulnya anak berusia 3 tahun sebenarnya sudah bisa dibiasakan untuk tidur terpisah dari orang tuanya. Meskipun sesekali masih tidur bersama jika ia sedang sedih atau takut. Beberapa orang tua mungkin memutuskan untuk memisahkan tempat tidur anak sejak bayi. Tujuannya untuk mencegah agar tidak tertindih oleh tubuh Anda yang sedang tidur. Namun, Anda juga bisa berpisah kamar jika anak sudah lepas ASI.

Related Posts :

    Manfaat Anak Tidur Sendiri

    1. Melatih anak untuk mandiri,
    2. Dapat mendisiplinkan anak,
    3. Mendidik anak untuk bertanggung jawab,
    4. Melatih keberanian anak,
    5. Anda dapat tidur lebih nyenyak

    Cara Melatih Anak Tidur Sendiri

    1. Mulai perlahan-lahan
      Sebaiknya Anda sudah mempersiapkan anak Anda untuk belajar tidur sendiri jauh sebelum saatnya tiba supaya ia tidak kaget. Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba memisahkan tempat tidur terlebih dahulu meskipun masih berada dalam satu ruangan yang sama.
      Anda juga bisa menggunakan pancingan yang menarik bagi si kecil seperti, “Nanti di kamar barumu, kamu bisa membuat istana boneka.” atau hal-hal lain yang disukainya.
      Intinya, Anda harus membuat anak percaya bahwa tidur di kamar sendiri merupakan pengalaman yang menyenangkan dan membanggakan, bukan sesuatu yang menakutkan.
    2. Ciptakan suasana kamar yang menyenangkan
      Agar anak mau tidur di kamar sendiri, ia harus merasa betah di dalam kamarnya. Tatalah ruangan tidur anak agar nyaman sekaligus menyenangkan.
      Siapkan boneka-boneka, bantal dan guling yang nyaman supaya ia merasa aman dan tenang saat tidur. Biarkan ia menyimpan beberapa mainan atau buku bacaan di kamar supaya timbul rasa memiliki.
    3. Jangan memburu-buru anak untuk tidur
      Apabila selama ini Anda mengantar anak tidur dengan terburu-buru, sebaiknya Anda menghentikan cara tersebut. Memburu-buru tidak akan membuat anak mengantuk dan ingin tidur. Sebaliknya, ia justru akan merasa gelisah dan menganggap waktu tidur adalah saat-saat yang dibenci.
      Pastikan bahwa waktu tidur menjadi hal yang penting untuk melepas lelah. Untuk membuat anak tidur, lakukan persiapan tidur lebih awal seperti buang air kecil, menggosok gigi, mencuci kaki dan berdoa sebelum tidur.
    4. Bacakan dongeng sebelum tidur
      Supaya anak lebih senang ketika waktu tidur tiba, ceritakan dongeng atau kisah-kisah menarik untuknya. Anda juga bisa mengobrol tentang hal-hal menarik yang ia alami di hari itu.
      Selain membantu anak untuk rileks, kegiatan ini juga dapat mempertahankan ikatan Anda dengan anak. Sehingga ia merasa tidak ditinggalkan meskipun ia tidur sendiri di kamar yang berbeda.
    5. Kurangi sumber gangguan
      Salah satu penyebab anak susah tidur mungkin karena adanya gangguan. Misalnya, cahaya atau suara berisik dari televisi, komputer atau alat-alat elektronik lainnya. Sebisa mungkin singkirkan gangguan tersebut.
      Jika si kecil sudah memiliki smartphone sendiri, sebaiknya Anda mengambilnya untuk disimpan dan mengembalikannya di keesokan hari.
    6. Hindari cerita seram
      Beberapa anak mungkin mengalami separation anxiety yaitu kecemasan saat ia berpisah dengan orang tuanya. Ini hal yang normal apalagi jika anak belum terbiasa tidur sendiri.
      Untuk mencegahnya, usahakan untuk tidak menakut-nakuti anak dengan cerita seram, atau menggunakan ancaman tidur sendiri sebagai alat untuk menghukum anak. Hal ini justru akan membuatnya semakin sulit untuk berpisah dari Anda.
    7. Mengatasi rasa takut anak
      Beberapa anak mungkin tidak mau tidur sendiri karena takut gelap atau hantu. Untuk mengatasinya, Anda bisa menyediakan banyak boneka, bantal, atau selimut yang mengelilingi tempat tidur agar ia merasa aman.
      Anda juga bisa menyediakan lampu tidur dengan cahaya yang lembut atau menempelkan stiker-stiker yang bisa menyala dalam gelap untuk mengalihkan rasa takut.
      Bila kamar Anda berdekatan, cobalah membuka sedikit daun pintu kamar Anda agar ada cahaya yang masuk dan anak masih bisa merasakan kehadiran Anda dan pasangan.
    8. Pujilah keberanian anak
      Di masa-masa awal tidur terpisah, anak mungkin masih merasa takut dan sulit tidur. Cobalah untuk mengecek kondisinya setiap 10 sampai 15 menit sekali. Sebaiknya Anda tidak marah kalau anak masih bangun. Pujilah keberaniannya karena tetap tenang di tempat tidur dan tidak menyusul Anda atau pasangan.
    9. Libatkan anak saat mempersiapkan kamar barunya
      Untuk membiasakan anak tidur sendiri, Anda perlu menciptakan rasa memiliki terhadap kamar barunya. Agar ia antusias, cobalah libatkan dia dalam mempersiapkan kamar tidurnya. Misalnya dengan memilih warna cat, motif sprei, dan penempatan perabot kamar.
    10. Tetap tegas dan konsisten
      Inilah yang tak boleh terlupakan ketika Anda dan pasangan berusaha membiasakan anak tidur sendiri. Ketika si kecil tak bisa tidur dan menyusul ke kamar Anda, dengan lembut ajak dan temani ia untuk kembali ke kamarnya. Kalau Anda membiarkannya tidur bersama Anda dan pasangan, akan semakin susah baginya untuk belajar mandiri.
      Apabila anak mengalami mimpi buruk, segera tangani dengan menanyakan mimpinya dan meyakinkan bahwa itu hanyalah bunga tidur yang tidak nyata. Selanjutnya, tetap ajak ia untuk kembali tidur di kamarnya. Jangan sampai si kecil menggunakan alasan mimpi buruk sebagai senjata untuk menghindari tidur sendiri.
    11. Atur waktu tidur yang tepat
      Agar anak bisa tidur sendiri dengan nyaman, Anda harus memastikan bahwa ia tidur pada waktunya. Jangan memaksanya untuk tidur terlalu cepat. Namun, tetap usahakan agar ia tidak tidur melewati jam tidurnya.
      Anda juga bisa menyiasati dengan mengubah jam tidur siangnya. Pastikan juga anak Anda sudah kenyang dan sudah ke kamar mandi sebelum tidur. Tujuannya agar ia tidak menahan kencing atau menjadikan hal-hal ini sebagai alibi untuk keluar dari kamarnya di malam hari.
    12. Hargai usaha anak
      Agar lebih semangat, Anda juga bisa memberikan imbalan setelah anak berhasil tidur sendiri di kamarnya. Berilah imbalan sederhana seperti ciuman, pujian, dan ucapan terima kasih di pagi hari.
      Anda juga bisa menghidangkan menu sarapan favoritnya sebagai bentuk apresiasi. Dengan begitu, anak akan semakin terpacu untuk belajar tidur sendiri.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 23, 2022

    Pertanyaan Pengunjung :

    Haid tidak normal

  • Oleh : Elva Elva
  • 1 tahun, 7 bulan yang lalu

    Saya haid hari pertama lancar, pada hari k-2 dan hari k-3 mens darah berubah menjadi bergumpal dan nyeri pada miss v ny dok, apakah berbahaya? Dan penyebab nya apa ya dok,?…

  • Oleh : Elva Elva
  • Wasir / Ambeien Saat Hamil

  • Oleh : Ririn
  • 5 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat pagi, saat ini saya tengah mengandung usia 8 bulan. Beberapa hari yang lalu saya mengalami sembelit, yang berujung (mohon maaf) anus saya perih. Saya pikir itu akan sembuh dalam sehari, tetapi kini rasa sakit dan perih bertambah parah, juga seperti ada yang mengganjal. Saya mendiskusikannya dengan suami saya, dan kami rasa itu adalah wasir / ambeien. Yang mau saya tanyakan, apakah bagi ibu hamil itu adalah kondisi yang wajar, dan apakah akan berdampak buruk bagi persalinan saya yang hanya beberapa minggu lagi? Lalu bagaimana cara mengobatinya?
    Terimakasih

  • Oleh : Ririn
  • Bisa hamil atau tidak

  • Oleh : Trisna Yunita sari
  • 10 bulan yang lalu

    Selamat malam bu saya mau tanya usia saya 22 tahun saya belum menikah saya mau tanya apakah bisa kehamilan bisa terjadi jika tidak pernah berhubungan badan (intim) makasih 🙏

  • Oleh : Trisna Yunita sari
  • N

  • Oleh : Pak Eko
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Dok saya berhubungan pada tanggal 18 saya agak ragu air maninya keluar di dalam atau di luar tetapi banyak air mani yang terbuang keluar dan saya ragu kalau masih ada air mani yang masuk ke dalam dan pada tanggal 30 saya mengalami haid,apakah bisa terjadi kehamilan dok?

  • Oleh : Pak Eko
  • Wasir / Ambeien Saat Hamil

  • Oleh : Opik Taufik
  • 5 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat pagi, saat ini saya tengah mengandung usia 8 bulan. Beberapa hari yang lalu saya mengalami sembelit, yang berujung (mohon maaf) anus saya perih. Saya pikir itu akan sembuh dalam sehari, tetapi kini rasa sakit dan perih bertambah parah, juga seperti ada yang mengganjal. Saya mendiskusikannya dengan suami saya, dan kami rasa itu adalah wasir / ambeien. Yang mau saya tanyakan, apakah bagi ibu hamil itu adalah kondisi yang wajar, dan apakah akan berdampak buruk bagi persalinan saya yang hanya beberapa minggu lagi? Lalu bagaimana cara mengobatinya?
    Terimakasih

    Tanya Bidan