×

Jangan Sepelekan Rambut Rontok Pada Anak

Bagikan Artikel :

Jangan Sepelekan Rambut Rontok Pada Anak

Tidak hanya orang dewasa yang sering mengalami keluhan rontok hingga kebotakan. Tapi juga sering dialami anak-anak lho! Tentu Bunda tidak ingin dong jika si Kecil rontok parah hingga botak. Walaupun pada umumnya tidak menimbulkan bahaya, namun rambut rontok pada anak tidak boleh disepelekan, karena bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Masalah apa saja itu? Simak di bawah ini ya!

  1. Infeksi jamur pada kulit kepala (tinea capitis)
    Tinea capitis adalah salah satu penyebab paling umum rambut rontok pada anak. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur pada kulit kepala yang dapat ditandai dengan adanya titik-titik hitam di permukaan kulit kepala, tepatnya di area rambut yang rontok.
    Rambut rontok karena tinea capitis biasanya dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat antijamur dari dokter selama 8 minggu. Selain itu, dokter mungkin juga akan merekomendasikan penggunaan sampo antijamur. Karena tinea capitis termasuk penyakit menular. Bunda tidak boleh meminjamkan barang Si Kecil kepada orang lain, seperti topi, sisir, sarung bantal, dan gunting rambut.
  2. Kebotakan pada bagian tertentu (alopecia areata)
    Alopecia areata merupakan gangguan sistem imun yang menyerang folikel rambut. Gangguan ini bisa menyebabkan rambut rontok pada anak hingga kebotakan di bagian kepala tertentu yang berbentuk oval atau bulat.
    Perlu pengobatan dari dokter untuk mengatasi alopecia areata. Di antaranya adalah penyuntikan obat steroid atau pemberian krim atau salep yang mengandung minoxidil dan anthralin.
  3. Kekurangan nutrisi
    Kekurangan nutrisi yang dialami anak, baik itu kekurangan zinc, anemia defisiensi zat besi, vitamin B3, vitamin B7, dan vitamnin A juga dapat menyebabkan rambut rontok pada anak. Untuk mengatasi hal ini, dokter akan menyarankan pola makan sehat, agar anak mendapat nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan usianya. Selain itu, dokter mungkin juga meresepkan suplemen untuk menutupi kekurangan nutrisi.
  4. Kwashiorkor dan marasmus
    Kwashiorkor dan marasmus merupakan dua jenis kondisi malnutrisi protein yang sering terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Kedua kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab rambut rontok pada anak.
    Kedua kondisi tersebut sebenarnya dapat diobati dengan meningkatkan asupan protein secara perlahan melalui beberapa makanan kecil. Selain itu, dokter mungkin juga memberikan suplemen protein cair, multivitamin, atau obat nafsu makan bagi anak yang mengalami kwashiorkor dan marasmus.
  5. Kebiasaan menarik rambut (trikotilomania)
    Kebiasaan menarik rambut atau trikotilomania termasuk salah satu penyebab rambut rontok pada anak lho, Bun. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh rasa cemas dan stres berlebihan yang dirasakan oleh Si Kecil.
    Konseling dengan psikolog adalah cara tepat yang dapat Bunda lakukan untuk membantu Si Kecil menghentikan kebiasaan buruk ini.
  6. Telogen efflovium
    Telogen efflovium adalah kerontokan rambut yang disebabkan oleh stres, demam tinggi, luka di kepala, operasi, atau trauma berat, misalnya akibat kehilangan orang terdekat. Kondisi ini menyebabkan rambut rontok dan berhenti tumbuh sementara.
    Tidak diperlukan penanganan khusus, karena sekitar 6–12 bulan rambut anak akan kembali tumbuh seperti biasa, setelah ia melewati masa sulit tersebut.
  7. Kebiasaan buruk
    Rambut rontok pada anak juga bisa disebabkan oleh perlakuan yang salah dari orang tua, misalnya sering mengikat rambut anak terlalu kencang, mengeringkan rambut anak dengan hairdryer, atau mengaplikasikan produk perawatan rambut berbahan kimia kuat ke rambut anak.
    Oleh karena itu, agar rambut Si Kecil senantiasa sehat, hindari melakukan hal-hal tersebut. Mengalami rambut rontok bukan pengalaman yang menyenangkan, apalagi untuk anak. Sebisa mungkin orang tua harus tetap memberikan semangat dan membangun kepercayaan diri anak dalam menghadapi kondisi ini.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : November 9, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Haid tidak lancar setelah melahirkan

  • Oleh : wastini
  • 4 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya istri saya mengalami haid yang tidak lancar setelah melahirkan namun di awal nipas haid istri saya lancar-lancar saja. Dan setelah itu selama 3 bulan istri saya tidak haid juga mohon penjelasannya apakah ini normal?

    Kehamilan

  • Oleh : Atik Tika
  • 2 tahun, 2 bulan yang lalu

    Assalamualaikum, maaf bu dokter saya mewakili teman saya mau bertanya, teman saya kan sudah tidak heid dari semenjak bulan mei 2019 setelah bulan juni akhir ternyata belum haid juga katanya, lalau pas tanggal 25 juni akhir teman saya melakukan test pack dan hasilnya negatif, tapi pas masuk bulan juli awal juga belum haid dan pas tanggal 9 juli di cek lagi hasilnya fositif, di tes lagi tanggal 12 juli juga masih fositif, dan di coba di tes lagi tanggal 23 juli juga masih fositif, tapi yg membuat anehnya kata teman saya dia sama sekalai tidak merasakan mual muntah atau tanda tanda hamil seperti biasanya yaitu perut buncit, sering pipis dll.hanya yg dirasakan yaitu tidak haid seperti biasanya saja. Yg mau di tanyakan jd sebenarnya teman saya itu sedang hamil atau tidak bu dokter, dan solusi nya apa untuk memastikan teman saya hamil atau tidak itu soalnya teman saya tidak mau di cek langsung ke dokter atau bidan dia orangnya penakut dokter. Terima kasih sekian pertanyaan saya mohon di jawab ya bu dokter.

    Mens Tidk lancar

  • Oleh : Sabrina Salsabillah
  • 10 bulan yang lalu

    Saya usia 17 menuju 18 tahun tapi haid tidak lancar hanya keluar seperti keputihan tapi warna merah tidak keluar darah

  • Oleh : Sabrina Salsabillah
  • Seputaran keguguran

  • Oleh : Gita Elvani
  • 1 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat siang buk,mau tanya bulan maret saya keguguran tanggal 18 pendarahan sampai tanggal 31 di usia kandungan 1 bulan, lalu saya cek dan darah nya sudah bersih,saya mau bertanya,harusnya tanggal berapa saya haid kembali? Terimakasih

    . selamat mlm bu bidan

  • Oleh : Ris Aris Maulana
  • 5 bulan, 1 minggu yang lalu

    Mlm bunda

  • Oleh : Ris Aris Maulana
  • Tanya Bidan