×

Keterampilan Sosial Yang Perlu Anak Miliki

Bagikan Artikel :

Keterampilan Sosial Yang Perlu Anak Miliki

Kemampuan emosional dan social tidak terbentuk begitu saja ketika si Kecil lahir, karena itu bayi sangat wajar tidak mudah interaksi dengan orang lain yang baru dikenalnya.

Tapi sebagai manusia kita tentu tidak lepas dari hidup bersosial. Oleh karena itu si Kecil penting tau bagaimana harusnya bersikap atau nilai apa saja yang harus dimiliki dalam social skill sedari dini.

Mengapa Keterampilan Sosial Sangat Penting Dikuasai Si Kecil ?

  1. Keterampilan sosial pada anak penting dikuasai untuk membantu mereka menurunkan tingkat stress saat jauh dari orang tua dan keluarga. Misalnya, saat anak-anak berada di sekolah atau daycare.
  2. Saat berada jauh dari zona nyamannya, keterampilan sosial pada anak memiliki peran yang sangat penting untuk membangun hubungan pertemanan dengan teman sebaya. Seorang anak yang mudah bergaul ditengarai lebih mampu meraih kesuksesan karena terlatih memecahkan masalah.
  3. Anak untuk mudah bersosialisasi dengan lingkungan, sehingga memudahkan anak dalam melatih kemampuan otak.
  4. Jika anak memiliki social yang bagus maka si Kecil akan memiliki keterampilan berteman dan bekerjasama. Dengan begitu, anak mudah berbagi dan bertoleransi.
  5. Si kecil akan paham tutur kata sehingga ketika menghadapi orang yang lebih tua darinya akan sopan santun. Selain itu si Kecil bersikap damai dalam setiap pertengkaran dan akan marah tanpa menggangu orang lain. Dengan begitu, anak dapat menjadi pribadi yang mandiri karena memiliki tingkat sosial yang tinggi di dalam dirinya.

Beberapa Keterampilan Sosial Yang Wajib Dikuasai Seorang Anak Sejak Dini

  1. Berbagi dengan sesama
    Mulailah mengajak si Kecil untuk berbagi mainan, makanan ringan, atau sesederhana berbagi tempat sejak dini ya. Anda bisa mencontohkan dengan berbagi juga pada mereka. Namun perlu diingat, dalam mengajarkan anak berbagi, Anda tidak perlu memaksa mereka untuk melakukannya, ya. Karena dalam berbagai kesempatan bermain bersama teman sebaya, seringkali anak merasa tidak nyaman saat ada teman bermain yang suka merebut sehingga ia tak merasa perlu berbagi.
    Sebaiknya, keinginan untuk berbagi muncul dari dalam diri anak sendiri. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah, beri pujian pada anak ketika mereka berbagi seperti mengatakan bahwa si Anak hebat karena sudah mau berbagi dan katakan pula bahwa ketika ia berbagi, orang lain akan merasa senang.
  2. Kerja sama dalam tim
    Bekerja sama dengan teman sebaya merupakan salah satu keterampilan sosial yang wajib dimiliki oleh si Anak. Keterampilan bekerja sama yang baik sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah komunitas.
    Di usia anak-anak, bekerja sama bisa terjadi di dalam kelas maupun saat bermain bersama di playground. Anak perlu bekerja sama dalam banyak hal seperti membuat menara dari blocks atau saat mengikuti kegiatan yang mengharuskan setiap anak untuk berpartisipasi.
    Anda bisa melatih anak bekerja sama dengan menciptakan kegiatan bersama keluarga dan memberikan job yang spesifik untuk tiap anggota keluarga. Bicarakan juga mengenai pentingnya bekerja sama dan bagaimana pekerjaan akan lebih mudah jika dilakukan secara bersama-sama.
  3. Mendengar satu sama lain
    Dalam berkomunikasi, keterampilan mendengar juga sangat penting dikuasai oleh seorang anak. Mendengar bukan semata-mata anak harus diam ketika orang lain sedang berbicara, tetapi bagaimana menyerap segala informasi yang diberikan dengan baik.
    Anak perlu menguasai keterampilan ini karena ia membutuhkannya di dalam kelas. Mereka membutuhkannya untuk mendengarkan apa yang sedang dijelaskan oleh guru, menangkap materi yang diberikan, mencatat dan juga berpikir. Keterampilan ini akan lebih susah dikuasai dalam era digital seperti sekarang ini di mana banyak orang ‘mendengarkan’ sambil menatap gawai. Oleh sebab itu, peran keluarga sangat penting untuk melatih anak memiliki kepekaan mendengarkan.
    Anda bisa melatih kemampuan mendengar dengan membacakan buku pada anak dan berhenti secara berkala. Minta anak untuk menjelaskan kembali cerita yang sudah dibacakan. Bantu anak untuk melengkapi informasi yang tidak lengkap. Selain itu, ajarkan anak untuk tidak menyela saat orang lain sedang berbicara.
  4. Mengikuti instruksi dengan sebaik-baiknya
    Keterampilan mengikuti instruksi adalah salah satu keterampilan sosial pada anak yang wajib dikuasai. Di usia 2-3 tahun, berikan instruksi satu per satu. Misalnya, ketika Anda meminta anak untuk membereskan mainannya dan mencuci tangan, katakan untuk membereskan mainannya terlebih dahulu dan tunggu sampai ia menyelesaikannya sebelum memintanya mencuci tangan.
    Hindari memberikan pertanyaan seperti “Bisa nggak kamu bereskan mainanmu sekarang?”, karena pertanyaan semacam ini akan memberi kesan bahwa anak bisa menolak melakukannya. Seringkali, anak-anak bisa melupakan apa yang seharusnya mereka lakukan dan bertindak impulsif saat Mama memberikan instruksi. Pandanglah hal tersebut sebagai kesempatan bagi mereka untuk terus berlatih ya. Di rumah, Anda bisa melatih si Anak dengan memberikan instruksi sederhana dan beri pujian saat mereka berhasil melakukannya.
  5. Menghargai privasi orang lain
    Sering kita jumpai beberapa anak yang senang berada dekat dengan orang yang sedang berbicara hanya karena sekedar ingin tahu, atau anak-anak yang suka secara tiba-tiba duduk di pangkuan orang lain tanpa menyadari bahwa hal tersebut tidak nyaman bagi orang tersebut. Inilah mengapa mengajarkan anak menghargai privasi orang lain perlu dilakukan sejak dini.
    Anda bisa memulai dengan sederhana seperti mengajarkan untuk mengetuk pintu sebelum masuk dan untuk tidak mengambil atau memainkan barang milik orang lain sesuka hati. Jika anak melakukannya, beri konsekuensi. Ajarkan juga untuk menjaga jarak dengan orang lain ketika sedang mengantri atau berada di tempat umum.
  6. Selalu melakukan kontak mata
    Bagian penting dari komunikasi yang baik adalah kontak mata. Beberapa anak mengalami kesulitan untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara karena malu atau merasa tidak nyaman. Namun, tetap tekankan pada anak mengenai pentingnya melakukan kontak mata saat berbicara.
    Anda bisa melatih si Kecil melakukan kontak mata dengan mengajaknya berbicara dengan menunduk atau melihat ke arah lain serta berbicara dengan melakukan kontak mata dan membandingkan bagaimana rasanya melakukan dua hal tersebut.
  7. Melakukan semua etika baik
    Mengucapkan kata “tolong”, “maaf” dan “terima kasih” merupakan etika dasar yang harus dimiliki seorang anak dalam kehidupan bermasyarakat. Banyak kegiatan yang mewajibkan mereka untuk mengucapkan tiga kata di atas. Terkadang, mengajarkan anak untuk bisa mengucapkan ketiga kata tersebut bisa melelahkan. Namun, terus latih si Anak dengan menjadi role model yang baik untuk mereka.
    Anda juga bisa memberi contoh dengan turut berperilaku sopan terhadapnya dan orang lain. Serta, jangan lupa untuk memberikan apresiasi setiap kali anak berperilaku sopan.
    Keterampilan sosial merupakan keterampilan yang bisa dilatih. Terkadang, sangat sulit melatih anak untuk memiliki keterampilan sosial yang baik. Mulai ajarkan anak dari keterampilan sosial yang paling dasar dan lakukan terus menerus. Jadilah role model yang baik pula bagi anak, karena anak melakukan apa yang mereka lihat. Namun, jika Anda merasa bahwa si Kecil mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, coba berkonsultasi dengan dokter, ya. Karena, bisa jadi hal tersebut menjadi sebuah tanda bahwa anak memiliki masalah lain.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 5, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Berapa lama bisa hamil lagi setelah lepas KB suntik?

  • Oleh : Yuli Ani
  • 4 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saya ingin bertanya berapa lama waktu saya bisa hamil lagi setelah lepas KB suntik? Apakah benar bisa sampai satu tahun? Mohon kejelasannya, terima kasih.

  • Oleh : Yuli Ani
  • Bayi Mandi Air Dingin

  • Oleh : Fauzi
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Halo Bu Bidan, saya mau bertanya, bolehkah bayi mandi dengan air dingin ? Sejak umur berapa bayi boleh dimandikan dengan air dingin ?

    Amankah berhubungan intim saat hamil

  • Oleh : jasperdoolan1
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saya wanita usia 27 tahun dan saat ini sedang hamil 6 bulan. Yang mau saya tanyakan apakah aman berhubungan intim saat usia kehamilan 6 bulan? apakah ada efeknya sama janin? trims mohon jawabannya

    Jahitan lepas

  • Oleh : Nur Syamsiah
  • 11 bulan, 4 minggu yang lalu

    Assalamualaikum dok, mau tanya.. Say habis melahirkan kira” udah 4bln, tpi dalam waktu 4 bulan itu setiap BAB terasa sakit dibagian antara anus dan vagina, itu ada masalah ap ya dok, sampe skrg masih sakit soal.y..
    Trmakash

    Sakit payudara

  • Oleh : Pah Udin
  • 1 tahun, 4 bulan yang lalu

    Mbk. Pa obat payudara istri sy yg sedang sakit sebelah. Ksian istri sy lg menyusui, umur 2 bulan. Skitx dsebelah kanan. Tidak bisa keluar asix. Mintol slusix mbak.

    Tanya Bidan