×

Kondisi Psikologis Anak Yang Tumbuh Tanpa Seorang Ibu

Bagikan Artikel :

Kondisi Psikologis Anak Yang Tumbuh Tanpa Seorang Ibu

Setiap anak membutuhkan sosok ibu. Ibu adalah pahlawan bagi anak, karena akan selalu ada saat kondisi bahagia maupun sedih. Seorang ibu tentu memiliki peran yang sangat penting untuk anak-anaknya. Bahkan, ikatan di antara anak dan ibu sudah terbangun sejak masih dalam kandungan. Asuhan dari ibu juga akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan emosional anak.

Anak yang dekat dengan ibu akan berbeda dengan anak yang jauh dengan ibunya. Namun, bagaimana jika anak dibesarkan tanpa seorang ibu? Yuk simak di bawah ini!

Related Posts :

    Dampak Psikologis Anak Yang Tumbuh Tanpa Ibu

    Salah satu faktor anak tumbuh tanpa seorang ibu adalah ditinggalkan karena kematian atau pergi akibat perceraian. Hidup tanpa ibu tentu akan memberikan dampak yang besar pada keadaan emosional anak. Pada awalnya, mereka cenderung berkutat pada pikiran sendiri dan mempertanyakan alasan kepergian sang ibu.

    Anak mungkin akan merasa kesepian, terlebih ketika mengingat bahwa mereka tidak mendapatkan perawatan dan kasih sayang yang dibutuhkan dari seorang ibu. Ketika tak mendapatkan jawabannya, tumbuhlah perasaan marah dan frustasi pada diri anak. Hal tersebut membuat anak sering mengalami perubahan emosi yang mendadak. Perubahan inilah yang membuatnya akan sulit berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

    Anak yang tumbuh besar tanpa kasih sayang ibu juga cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang rendah, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Hal ini sering terjadi pada anak-anak yang ditelantarkan oleh sosok ibu. Terbiasa diabaikan membuat anak kerap merasa tidak berharga.

    Akibatnya, anak selalu merasa ragu dan tidak yakin akan kemampuan diri sendiri. Ketika mereka berhasil melakukan suatu pencapaian, alih-alih merasa senang mereka malah menganggap bahwa pencapaian tersebut bukanlah usaha dari diri sendiri, melainkan hanya sebuah keberuntungan.

    Saat tumbuh dewasa nanti, anak mungkin akan mengalami kesulitan saat membangun hubungan dengan orang lain. Saat ibu sebagai orang terdekatnya bahkan tidak memberikan kasih sayang yang diinginkan, anak jadi tak mau berekspektasi untuk mendapatkannya dari orang lain.

    Walaupun dampak di atas umumnya tidak dialami oleh anak-anak yang hidup tanpa ibu karena kematian, kehilangan sosok terdekat untuk selama-lamanya juga tentu akan meninggalkan luka batin pada anak.

    Ketika anak terlalu lama berduka dan tidak menemukan jalan keluar untuk menghentikan kesedihan, anak jadi lebih rentan terhadap gejala depresi. Ia akan cenderung menarik diri dari lingkungannya serta mengalami penurunan dalam kinerja akademis daripada sebelumnya.

    Cara Membesarkan Anak Tanpa Kehadiran Ibu

    1. Beri anak perhatian Anda seutuhnya. Terutama jika anak Anda hanya satu-satunya, anak yang hidup tanpa ibu tentu sering merasa kesepian. Sisakan waktu untuk bermain bersama anak.
    2. Jika jadwal pekerjaan tidak memungkinkan, carilah tempat penitipan anak yang tepat dan berlisensi atau pengasuh untuk menjaganya setiap Anda bekerja.
    3. Ikut sertakan anak pada kegiatan yang dia senangi seperti olahraga atau ikut kelas melukis, bisa juga mengajak anak mencoba kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
    4. Mengadopsi hewan peliharaan. Cara ini dipercaya dapat mengurangi stres dan rasa sedih.
    5. Ajari anak disiplin dengan menerapkan aturan kecil seperti meletakkan sepatu di tempatnya setiap habis bepergian dan membereskan ruangan setelah bermain.
    6. Berikan makanan sehat dan bernutrisi. Hal ini penting untuk menjaga Anda dan anak-anak agar tetap sehat.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : December 27, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Haid

  • Oleh : Nurlialah Alawiyah
  • 1 tahun, 4 bulan yang lalu

    Dok saya umur 19 tahun,udah dua bulan saya tidak haid,bagaimana ya caranya? Solusinya,smga d jawab ya,,makasih dok sebelumnya

  • Oleh : Nurlialah Alawiyah
  • Sulit makan MpAsi….,,

  • Oleh : THESSYA ULIANTRY
  • 3 tahun, 5 bulan yang lalu

    Assalamualaikum,, bu bidan sya ibu aan dari kasturi,, yg waktu mw lahiran di ibu ga jadi krna ibu sakit,, bu saya mau konsul,, bayi sya udh berumur 6bln jalan mau 7 bln,, tpi ia ada keluhan dlm pencernaan makanan, semenjak makan MPAsi ia suka mual2 dan muntah gak cocok hingga sampai kekurangan cairan akibat dehidrasi dan wktu itu ibu ngasih obat mual,, sampai asi pun di muntah kan tpi dri obat ibu, asi bisa masuk lagi.
    Dan skrng sya bingung , anaknya sudah mau makan bngt,, lalu sya kasih alternatif lain yg alami,, yaitu ubi/ boled,, lalu ia pun suka dn ga muntah alhamdulillah,, tapi bu ia skrng bab terus dan ada darah sedikit hari ini saja,, mungkin karena ada dua hal, sya makan pedas wktu kemarin atau krna makan ubi,, mohon solusi dari ibu…..,,

    tumbuh gigi saat lahir

  • Oleh : Jasmine Putri Mustofah
  • 4 tahun, 3 bulan yang lalu

    Anak saya lahir sdh memilki dua gigi bawah, dan pada saat usia 5 bulan gigi nya patah dan sampai sekarang usia anak saya 11 bulan sisa gigi itu masih ada. Pertanyaan saya tidak masalah kah sisa gigi tersebut dan apakah dengan sendiriny gigi tersebut bisa tanggal sendiri.

    Cara mengatasi perut kembung dan mengeras pada bayi

  • Oleh : arinagustin
  • 4 tahun, 7 bulan yang lalu

    Selamat pagi saya mau bertanya apa yang harus di lakukan ketika perut bayi kembung dan mengeras saat ini bayi saya usianya baru 20 hari mohon penjelasannya trims

    Hamil bagi penderita diabetes

  • Oleh : uye (wanita)
  • 5 tahun, 1 bulan yang lalu

    Saudara saya saat ini berusia 34 tahun dan dia kini tengah hamil yang baru memasuki trimester 1, namun dia sering khawatir karena saudara saya memiliki riwayat diabetes saat ia masih muda. Hal yang ingin saya tanyakan yaitu amankah bagi diabetesi untuk hamil? dan apakah ada cara untuk mengatasi atau solusi baik bagi ibu dan janin? Mohon jawabannya.

    Tanya Bidan