×

Mengenal Dampak Buruk Pola Asuh Hyper Parenting Untuk Anak

Bagikan Artikel :

Curhat bidan -, Tidak ada satu orang tua pun di dunia ini yang tidak menginginkan hal yang terbaik bagi anak-anaknya, tidak terkecuali anda. Pastinya orang tua menginginkan anaknya kelak tumbuh menjadi anak-anak yang sukses, cerdas, memiliki karir yang bagus sehingga menjadi sosok yang bisa di banggakan terutama dalam keluarga.

Related Posts :

    Namun, sayangnya banyak orang tua juga yang belum memahami karakter dan kepribadian yang di miliki oleh anak-anaknya. Seringkali para orang tua memaksakan kehandak salah satunya dengan menggunakan pola asuh yang sama pada semua anaknya, karena mereka menganggap pola asuh sebelumnya telah berhasil mereka terapkan pada anak-anaknya. Namun apakah anda mengetahui bahwasannya setiap anak memiliki bakat bahkan cita-cita yang berbeda?

    Nah itulah adalah salah satu di antara ciri jika anda menerapkan pola asuh hyper parenting pada anak. Mungkin sebagian dari anda belum memahami benar apa yang di maksud dengan pola asuh yang satu ini. Untuk itu, anda bisa mengenal lebih dekat definisi dan dampak buruk pola asuh hyper parenting untuk anak, pada ulasan berikut ini.

    Definisi pola asuh hyper parenting dan dampak buruknya bagi anak

    Pola asuh hyper parenting adalah pola pengasuhan yang di lakukan secara berlebihan dari orang tua, sehingga para orang tua pun sangat protektif terhadap anak-anaknya. Dalam polaa suh ini sendiri, para orang tua memiliki derajat kontrol yang tinggi dan mutlak terhadap anak-anaknya. Selain itu, para orang tua pun sangat berusaha keras untuk mencermati apa saja yang di lakukan dan di berikan kepada anak-anak mereka.

    Meski tujuannya sangat baik yakni sebagai bukti cinta kasih mereka terhadap anak-anaknya, dan suatu keinginanan besar untuk anak-anaknya menjadi generasi yang lebih baik dari kehidupan mereka, namun tanpa para orang tua sadari pola asuh ini nyatanya memiliki banyak dampak buruk pada kehidupan ana. Seperti halnya menimbulkan kemarahan yang besar karena anak merasa tidak memiliki kebebasan serta dampak yang paling buruk adalah kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhannya.

    Selain dari pada itu, masih banyak lagi efek buruk yang di dapatkan anak dari pola asuh seperti ini. Beberapa dampak buruk pola asuh hyper parenting lainnya adalah sebagai berikut.

    1. Anak menjadi mudah cemas

    Pada umumnya, anak yang memiliki tekananan terhadap pola asuh ini menjadi tidak tenang dan mudah sekali menjadi cemas. Karena pola asuh ini selalu menyertakan orang tua di dalamnya. Sehingga anakpun sering kali tidak percaya diri dan kurang bebas untuk mengekspresikan dirinya  sewaktu orang tua mereka memantau dan bertindak seolah menyatapaminya.

    Memang wajar jika orang tua memberikan dukungan di samoing anak. Namun tetaplah bijak dengan tidak mekasakan kehendak anda apada anak-anak. Biarkan mereka memilih apa yang mereka sukai. Dengan begitu anak-anak pun akan menjalaninya dengan penuh kegembiraan.

    2. Emosi anak menjadi mudah meledak-ledak

    Akibat nyaknya tekanan yang mereka dapatkan dari orang tuanya, terlebih saat perintah dan kemauan orang tuanya tidak sesuai dengan apa yang mereka sukai, kondisi ini pada akhirnya membuat emosi anak judah meledak.

    3. Anak menjadi kurang aktif

    Kebiasaan orang tua yang selalu mengarahkan dan mendiktekan, hanya membuat anak-anak mereka merasa di batasi. Maka dengan begitu, anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang pendiam, kurang kreatif dan cerdas.

    4. Kesehatan anak menjadi terganggu

    Dengan banyak tugas yang di berikan kepada anak di luar jam sekolah seperti mengikuti les, bimbingan belajar dan sebagainya membuat tenaga dan pikiran anak terkuras. Dan secara perlahan energi yang merka miliki akan semakin berkurang untuk mengahadapi berbagai kegiatan yang orang tua mereka tugaskan.

    5. Deperesi pada anak

    Pada umumnya anak-anak akan di buat sibuk dengan berbagi kegiatan mauopun tugas dari orang tuanya. Akan tetapi perlu untuk orang tua ingat, hal tersebut umumnya dapat membuat anak lebih sering murung, kurang bergairah, serta kurang mendapatkan teman karena susah bersosialisasi.

    Kami harap sesudah membaca dan menyimak artikel mengenai dampak buruk dari pola asuh hyper parenting untuk anak ini, para orang tua bisa mengubah mola pikir serta pola asuh mereka dengan membenbaskan anak untuk berkreasi sendiri. Karena kondisi tersebut umumnya dapat mempengaruhi masa depan anak kelak sat mereka tumbuh deasa. Maka dari itu, jadilah orang tua bijak, sehingga anak-anak kita dapat menjadi kebanggaan dengan caranya sendiri.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : December 13, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    Apakah KB aman untuk wanita yang baru menikah?

  • Oleh : Alfiyah
  • 4 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan saya mau bertanya. Apakah penggunaan Kb itu aman untuk wanita yang baru menikah? Soalnya saya sering mendengar jika wanita yang baru menikah sebaiknya tidak menggunakamn KB karena dapat membuat rahim kering dan sulit hamil nantinya. Apakah itu benar mohon penjelasannya

    Ketinggalan memberikan imunisasi anak

  • Oleh : Aryanto Id
  • 4 tahun, 1 bulan yang lalu

    assalamu’alaikum
    bu bidan, saya ingin tanya dong kemaren anak saya berumur 4 bulan katanya harus diberikan vaksin DPT namun kemaren pas jadwal imunisasi lagi demam jadi saya telat memberikan vaksin nya. apakah itu tidak berbahaya ? apakah masih bisa diberikan imunisasi DPT tersebut ? terima kasih sebelumnya

  • Oleh : Aryanto Id
  • Normalkah Kentut Melalui Vagina?

  • Oleh : Salma Syarifah Latipah
  • 2 tahun yang lalu

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya nih usia saya sekarang mau menginjak 20 tahun. Keluhan saya ini selalu kentut atau buang gas lewat vagina, apakah itu normal-normal saja untuk saya yang belum pernah melakukan hubungan suami istri? jika itu bahaya, apa yang harus saya lakukan bu? Terimakasih ditunggu jawabannya.

    Mendapatkan anak laki laki

  • Oleh : Rizki Putra
  • 8 bulan, 1 minggu yang lalu

    Program yg tepat

    Biaya Untuk Cek Kesuburan Suami Istri

  • Oleh : Dessi Yudha Arisandy
  • 2 tahun yang lalu

    Assalamualikum bu bidan, nama saya Filza Syafira. Saya mau bertanya kira – kira biaya untuk cek kesuburan suami istri butuh berapa ya ? Rincian pemeriksaannya seperti apa aja bu ? Terima kasih, mohon dijawab.

    Tanya Bidan