Bahaya Anemia Ketika Hamil pada Persalinan

Anemia atau kurang darah juga dapat terjadi pada ibu hamil. Anemia pada
ibu hamil harus diwaspadai, karena merupakan salah satu resiko yang
dapat mempengaruhi kesehatan baik ibu maupun janin. Jika anemia tidak
ditangani dengan benar akan meningkatkan resiko komplikasi yang
berbahaya, misalnya persalinan prematur, bayi lahir dengan berat di
bawah normal dan bisa memicu depresi pasca persalinan.


Bahaya Anemia Ketika Hamil Berdampak Buruk pada Persalinan

Ibu
hamil lebih memerlukan banyak sel darah untuk meningkatkan perkembangan
janin dalam kandungan. Dan ketika anemia Anda rasakan, kebutuhan tidak
akan tercukupi sehingga oksigen yang disalurkan pada jaringan tubuh dan
janin tidak normal. Ibu hamil juga perlu mencermati beberapa hal seperti
gejala anemia yang tampak mirip dengan gejala kehamilan pada umumnya
dialami. Terlebih lagi jika anemia tersebut anemia ringan yang memiliki
kemungkinan tidak menimbulkan gejala yang jelas. Adapun gejala yang
ditimbulkan anemia pada ibu hamil, misalnya:

  1. Wajah terlihat pucat.
  2. Sakit kepala.
  3. Cepat merasa lelah.
  4. Jantung seringkali berdebar-debar lebih cepat dari biasanya.
  5. Nafasnya berhembus lebih cepat.
  6. Nafsu makan berkurang.
  7. Kebugaran tubuh yang menurun.
  8. Sering merasa lemah dan letih.
  9. Gangguan dalam penyembuhan luka.

Adapun faktor penyebab terjadinya anemia pada masa kehamilan, yaitu sebagai berikut:

  1. Pola makan ibu hamil yang terganggu yang diakibatkan rasa mual yang sering terjadi selama proses kehamilan.
  2. Rendahnya cadangan zat besi pada ibu hamil yang disebabkan menstruasi atau proses persalinan sebelumnya.
  3. Kebutuhan zat besi yang meningkat seiring dengan pertumbuhan janin.
  4. Asupan zat besi yang dikonsumsi oleh ibu hamil tidak tercukupi atau kurang.
  5. Ibu hamil yang umurnya kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun.
  6. Mengalami paritas (kelahiran) tinggi.
  7. Kurangnya energi kronis.
  8. Infeksi dan penyakit.
  9. Jarak kehamilan terlalu dekat.

Jangan
menyepelekan kondisi seperti ini, karena akan berdampak buruk pada
proses persalinan nanti. Berikut bahaya anemia yang sangat berbahaya,
seperti:

  1. Keguguran.
  2. Kelahiran prematur.
  3. Persalinan yang lama akibat kelelahan otot rahim di dalam berkontraksi.
  4. Pendarahan akibat tidak adanya kontraksi otot rahim.
  5. Infeksi saat bersalin maupun pasca bersalin.
  6. Syok dan kematian pada ibu saat persalinan.
  7. Komplikasi penyakit seperti:
  8. Gagal jantung kongesif.
  9. Konfungsi kanker.
  10. Penyakit ginjal.
  11. Gondok.
  12. Penyakit infeksi kuman.
  13. Thalasemia.
  14. Kelainan jantung.
  15. Rematoid.
  16. Meningitis.
  17. Gangguan sistem imun.

Sebelum
anemia terjadi, mungkin Anda bisa mencegahnya dengan beberapa hal.
Berikut adalah beberapa cara pencegahan anemia ketika hamil:

  • Mengkonsumsi makanan yang lebih banyak dan beragam, seperti sayuran warna hijau, kacang-kacangan, protein hewani terutama hati.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Apabila menunjukkan kondisi anemia, lakukan pemeriksaan dengan tenaga medis untuk tindakan pengobatan lebih lanjut.

Bukannya
banyak pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Lakukanlah
cara-cara pencegahan anemia yang terjadi pada ibu hamil dan berdampak
buruk paada persalinan, sebelum Anda sendiri yang mngalaminya.

Citra Dewi Amd.Keb - September 9, 2016
Diskusi Dari:
Dian Poenya Raizo

Saya mau tanya kemarin saya melakukan hubungan dengan suami saya tetapi kami berencana menunda momongan. yang jadi masalah tadi siang suami saya tidak sengaja mengeluarkan sperma setetes divagina(saya tidak terasa). lalu saya langsung minum pil KB ? apa pil KB bisa menunda kehamilan? atau pil kontrasepsi darurat jauh lebih manjur dan minum pil kb setelah berhubungan justru tidak berpengaruh dan kemungkinan kehamilan masih ada?
mohon penjelassannnya

Dijawab Oleh : Dian Poenya Raizo
Diskusi Dari:
Pipit Winartii

Selamat siang dok…
Saya mau bertanya. Saat ini saya sudah berusia 33 tahun dan sudah telat menstrulasi selama 2 bulan, dan sering merasakan mual layaknya orang hamil, khusunya di pagi dan malam hari. Namun ketika saya mengecek dengan menggunakan test pack hasilnya justru negatif. Yang saya mau tanyakan apakan ada kemungkinan saya hamil sedangkan hasil test peck menunjukan negatif?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Nenk Marsya

Selamat pagi, Bu.. Saya mau bertanya beberapa hal mengenai anak sy yg BBnya tdk pernah lagi naik. Sekarang anak usia 2th…
1. Apakah anak sy kena TB/kurang gizi? Krn adik sy ada yg riwayat TB. Ortu sy juga batuk tidak kunjung sembuh. Anak kakak ipar sy juga abis pengobatan TB.
2. Apa sebenarnya faktor pemicu TB dan cara mengatasinya?
3. Apakah TB menular ke ibu hamil? Dan bagaimana ciri serta mengatasinya?
4. Sebaiknya anak dibawa ke ahli gizi atau ke dokter anak?
Terima kasih

Dijawab Oleh : Nenk Marsya
Diskusi Dari:
Rennym

Siang dok, saya mau tanya kenapa ya ko di bagian bawah dagu saya ada benjolan yang apabila di pegang, di raba atau tersentuh itu sakit. Apa ada hubungannya dengan sariawan? Soalnya saat ini saya sedang sariawan, mohon penjelasannya dok

Dijawab Oleh : Rennym
Diskusi Dari:
Silvia Rizkiana Sari

Siang Bu Bidan, saya kan biasanya Haid atau Menstruasi tanggal muda sekitar tanggal 7 dan 8 tapi sampai saat ini saya belum merasakan gejala-gejala akan timbul haid, tapi timbul jerawat yang terasa sangat nyeri, apa itu ciri-ciri dari haid juga ?
Terimakasih

Dijawab Oleh : Silvia Rizkiana Sari