Bahaya Dan Dampak Buruk Orang Tua Membentak Anak

Setidaknya ada beberapa bahaya dan dampak buruk orang tua membentak anak yang patut untuk anda ketahui. Tentu saja tidak ada orang tua yang benar-benar sempurna tanpa melalui proses belajar di dalam membesarkan anak-anaknya. Namun terkadang dalam proses tersebut, orang tua sering kali memarahi dan membentak anak akibat frustasi dan tidak dapat menahan emeosinya. Padahal banyak berbagai penelitian yang menyebutkan bahwa hal tersebut dapat berdampak buruk bagi masa depannya, terlebih bagi anak berusia golden age (anak berumur 1-3 tahun) dan anak yang meninjak remaja.

Perhatian dan rasa kasih sayang adalah hal yang sangat di perlukan oleh anak. Karena dengan begitu anak dapat tumbuh menjadi sosok pribadi yang percaya diri. Sebaiknya orang tua mencari tahu penyebab jika anak bersifat menjengkelkan dan mencari cara lain untuk mengantisipasinya, bukan dengan cara memarahi dan berteriak pada anak. Kesabaran merupakan satu-satunya kunci penting sebagai orang tua. Pertimbangkanlah bahwa anak memiliki sosok kepribadian yang berbeda dan anda pun jangan terlalu mengharapkan  mereka untuk melakukan apa yang anda suka. Biarkanlah mereka tumbuh secara bebas, namun anda juga tetap mengarahkan mereka ke raha yang tepat sehingga andapun tidak perlu untuk membentaknya.

Apa bahaya dan dampak buruk orang tua membentak anak?

Ada beberapa bahaya ataupun dampak buruk membentak anak yang di lakukan oleh siapa saja terlebih orang tua, yang mana informasinya telah bidan online siapkan untuk anda. Dan berikut uraiannya.

1. Dapat memusnahkan sel otak anak

Menurut berbagai penilitian, setidaknya terdapat lebih dari 10 triliyun sel otak yang sudah siap tumbuh pada setiap kepala seorang anak. Namun akibat bentakan atau perkataan yang kasar, lebih dari 1 milyar sel otak musnah pada saat itu juga. Sehingga anak akan lebih banyak melamun, dan juga sangat lambat untuk memahami sesuatu. Selain itu, anak akan mudah untuk meluapkan rasa marah, panik dan sedih yang mereka alami, akibat sering kali mengalami stres dan depresi dalam menjalani hidup. Bebeda halnya jika anak mendapatklan satu pujian, kehangatan pelukan dan kasih sayang, maka akan membangun bibit kecerdasan anak yang membuat perkembangan otak anak sangatlah cepat.

2. Anak Tumbuh dengan pribadi yang emosional

Saat anak di bentak, maka anak akan meniru apa yang di terimanya dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana anak akan menjadi sosok pribadi yang mudah marah, sulit untuk mengendalikan diri, emosional dan suka berteriak-teriak.  Karena umumnya, kekerasan yang terjadi pada anak baik bersifat verbal maupun non verbal sangat berdampak buruk pada psikologis anak.

3. Anak menjadi depresi

Membentak
anak-anak yang baru akan beranjak remaja juga tidak baik. Pada umumnya,
remaja 13 tahun yang sering kali menerima bentakan dari orang tuanya
memperlihatakan berbagai gejala depresi di banding dengan teman
sebayanya yang tidak menerima perlakuan kurang baik tersebut. Bahkan permasalahan tersebut pernah di kemukakan pada studi baru yang di publikasikan olah jurnal child development, yang menyebutkan bahwa
alih-alih orang tua yang ingin memperbaiki perilaku sang remaja dengan
cara menghina atau meneriakinya, justru dapat membuat perilaku remaja
tersebut semakin bertambah buruk.

4. Kepercayaan anak kepada orang tua menurun

Selain dapat menyebabkan anak  meniru berbicara kasar dan tinggi, jika orang tau suka membentak anaknya di depan teman-temannya, maka hal tersebut dapat menjatuhkan harga diri sang anak di tengah lingkungan pertemanan dan lingkungan bermainnya. Kondisi tersebut umumnya dapat mengakibatkan tingkat kepercayaan anak terhadap orang tuanya menjadi menurun. Dan pada akhirnya berbagai nasihat yang di berikan oleh anda sebagai orang tua akan dianggap sebelah mata oleh sang anak.

5. Anak kehilangan insiatif

Anak sering menerima bentakan bahkan secara membabi buta, dapat beresiko anak kesulitan dalam melakukan suatu insiatif. Hal tersebut di karenakan di dalam jiwa sanga anak tertanam perasaan takut salah karena sering di bentak. Sehingga anak anak sangat minim dan sangat sulit untuk bisa melakukan insiatif.

6. Membuat jantung anak menjadi mudah kelelahan

Menurut seorang dokter yang sekaligus pengajar di UKDW Yogyakarta yaitu dr Godeliva Maria Silvia Merry M.Si,
beliau menjelaskan bahwa denyut nadi seseorang dapat berubah-ubah
tergantung uara yang ia dengar. Dan jika orang tua memiliki hobi
membentak anak dengan suara dengan nada yang tinggi, sehingga anak
secara terus menerus terpapar suara bernada yang kasar dan tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengakibatkan jantung anak akan berdetak sangat cepat (abnormal),
yang mengakibatkan jantung anak mudah kelelahan. Selain itu, musik
dengan irama yang cepat dan keras juga dapat mengakibatkan kondisi yang
serupa.

7. Anak Sulit menjadi pendengar yang baik

Anak dapat menjadi sosok pribadi pendengar yang baik, jika anak tumbuh di lingkungan yang dapat membuatnya berfikir secara positif. Sehingga, jika anda sebagai orang tua berbicara dengan nada tinggi alias membentaknya, justru dapat mengakibatkan anak mengalami gangguan pendengaran. Selain itu,  jika  anak mengalami masalah hati yang terluka akibat perlakuan yang buruk, anak juga akan sulit tumbuh menjadi sosok pendengar yang baik.

Nah itulah informasi yang dapat kami sampaikan berkenaan dengan bahaya dan dampak buruk orang tua membentak anak. Semoga informasi tersebut dapat menjadi renuangan bagi para orang tua agar mereka dapat menahan emosinya saat berhadapan dengan buah hatinya. Karena efek yang di hasilkan akan sangat berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak di masa mendatang. Jika anak melakukan suatu kesalahan, janganlah membentaknya. Akan tetapi, ajarkan bagaimana seharusnya anak bersikap secara perlahan dengan cara berbicara yang baik dan manis terhadap anak. Semoga bermanfaat.

Citra Dewi Amd.Keb - August 23, 2016
Diskusi Dari:
Dian Poenya Raizo

Saya mau tanya kemarin saya melakukan hubungan dengan suami saya tetapi kami berencana menunda momongan. yang jadi masalah tadi siang suami saya tidak sengaja mengeluarkan sperma setetes divagina(saya tidak terasa). lalu saya langsung minum pil KB ? apa pil KB bisa menunda kehamilan? atau pil kontrasepsi darurat jauh lebih manjur dan minum pil kb setelah berhubungan justru tidak berpengaruh dan kemungkinan kehamilan masih ada?
mohon penjelassannnya

Dijawab Oleh : Dian Poenya Raizo
Diskusi Dari:
Henny Diastara

Cari nama anak muslim awalan a

Dijawab Oleh : Henny Diastara

Apakah ibu hamil yang punya kista harus menjalani persalinan dengan operasi caesar? Masalahnya usia kandunganku kini sudah 9 bulan tapi bayinya belum turun juga, tolong solusinya ya ibu bidan? terima kasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Marini Sjola Manoppo

Assalamu’alaikum bu bidan,
Saya sedang hamil anak pertama, saya mau tanya dong bu bidan saya apakah bayi baru lahir itu wajib di bedong atau tidak ? ada apa saja manfaat dan bahayanya ? terus batasan untuk membedong bayi kira-kira sampai umur berapa ?
terima kasih ditunggu balasannya bu bidan

Dijawab Oleh : Marini Sjola Manoppo
Diskusi Dari:
Pipit Winartii

Selamat Siang Dok,

Istri saya seblumnya mempunyai siklus menstrusai 28 hari
namun ini sudah lewat dari 28 hari apakah istri saya hamil

salam,

Dijawab Oleh : Pipit Winartii