Balita Yang Memiliki Hewan Peliharaan Cenderung Lebih Cerdas

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Balita Yang Memiliki Hewan Peliharaan Cenderung Lebih Cerdas

    Orang tua tentunya senang jika melihat anaknya yang masih balita aktif dan kreatif dalam bermain. Apalagi jika anak menyukai dan menyayangi hewan peliharaan. Biasanya hal ini berawal dari kebiasaan orang tuanya yang juga penyayang hewan.  Memelihara hewan tentunya memiliki dampak yang baik untuk perkembangan otak anak termasuk balita di bawah 4 tahun.

    Hal ini sesuai dengan beberapa studi yang mengungkapkan bahwa bayi mulai dari usia 11 bulan memiliki naluri terhadap hewan, dan bahkan lebih menyukai hewan peliharaan di banding mainanya. Hal ini terjadi karena hewan merupakan makhluk hidup yang tentunya bisa bergerak dan memiliki respon ketika balita membelainya. Inilah yang membuat keingintahuan balita semakin besar dibanding mainan yang merupakan benda mati.

    Meski dianggap hal sepele namun ternyata memiliki kepekaan yang tinggi terhadap makhluk hidup lain dapat membawa pengaruh baik bagi perkembangan karakter anak.Salah satu manfaatnya anak tumbuh dengan pola pikir sayang terhadap binatang dan tidak memiliki sifat suka menyakiti hewan yang juga merupakan makhluk ciptaan Tuhan.

    Memelihara Hewan Mampu Memberikan Contoh yang Baik Untuk Perkembangan Balita

    Hewan peliharaan seperti kucing, kelinci, anjing, burung dan lain-lain mampu menjadi contoh yang baik bagi balita untuk belajar. Meluasnya penggunaan karakter hewan di buku anak-anak serta program televisi bisa dijadikan sarana untuk mengenalkan hewan pada balita.
    Namun ajaran yang paling baik adalah secara langsung. Hal ini dibuktikan ketika balita menghabiskan banyak waktu bersama hewan kesayangannya, dia seolah berbicara dengan bahasanya sendiri yang unik dan membuat orang tuanya sering tertawa melihat tingkahnya.
    Beberapa peneliti mengatakan bahwa hal ini bisa mengarahkan pada hal yang positif karena selain mengajarkan banyak hal juga mencegah rasa takut yang berlebihan terhadap hewan yang dilihatnya.
    Hal yang perlu orangtua perhatikan agar keamanan balita terjamin adalah mengawasi secara benar karena hewan jinak sekalipun terkadang bisa bersikap agresif apalagi jika anak belum tahu apa-apa.

    Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan

    1. Membantu anak belajar

    Sejumlah pendidik anak telah lama mengetahui bahwa memiliki hewan peliharaan dapat sangat membantu perkembangan belajar dari anak. Selain itu anak juga belajar cara mengendalikan stress dan cara beradaptasi pada lingkungan.

    2. Menjaga kesehatan anak

    Menurut sebuah studi oleh Dennis Ownby, MD, seorang dokter anak dan kepala departemen alergi dan imunologi di Medical College of Georgia, memiliki hewan peliharaan benar-benar mengurangi risiko anak terkena alergi tertentu. Penelitiannya melacak 474 bayi dari lahir sampai sekitar usia 7 tahun. Ia menemukan bahwa anak-anak yang selalu berada di sekitar dua atau lebih anjing atau kucing sewaktu mereka bayi lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan alergi umum berkat paparan dini terhadap bakteri tertentu.

    3. Mengajarkan anak rasa tanggung jawab, kasih sayang, dan kepedulian

    Bahkan balita termuda sekalipun dapat sedikit banyak belajar tentang tanggung jawab dengan adanya hewan peliharaan di rumah. Tentu saja Anda akan mengerjakan sebagian besar tugas perawatan hewan peliharaan, tapi anak Anda akan menyerap banyak ilmu dari perilaku yang Anda contohkan secara tidak langsung, seperti pentingnya menjadi orang yang baik dan lembut. Ia bahkan bisa mengulurkan tangan kecilnya untuk membantu Anda dengan pekerjaan yang lebih mudah, seperti menuangkan makanan ke piring.
    Dengan terlibat langsung dalam mengurus peliharaannya, anak akan menyadari bahwa hewan peliharaan, sama seperti manusia membutuhkan makanan, tempat tinggal, olahraga, dan cinta. Ini kemudian mengajarkannya pelajaran berharga tentang empati dan kasih sayang.

    4. Memberikan rasa nyaman dan mendorong kepercayaan diri anak

    Ada penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang punya hewan peliharaan di rumah memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi. Hal ini karena mereka memiliki hewan peliharaan untuk dicintai dan yang balik mencintai mereka apa adanya, hewan peliharaan juga bisa menjadi teman bercerita yang tidak pernah menghakimi sekaligus teman bermain ketika tidak ada orang lain di sekitar. Kemudian, ketika anak Anda mulai sekolah, hewan peliharaan memberikan anak suatu topik menarik untuk diperbincangkan dan berbagi minat yang sama dengan anak-anak lain.

    5. Memperkuat ikatan keluarga

    Perawatan hewan peliharaan seringnya menjadi bintang utama dari kegiatan bersama dalam keluarga. Semua orang mengajak anjing untuk jalan-jalan sore, atau bahu-membahu memandikan dan memberi makan kucing. Kadang, sekeluarga bisa semuanya bermain bersama kelinci. Menghabiskan waktu bersama seperti ini membantu keluarga tumbuh lebih kuat dan lebih dekat.

    Cara Merawat Hewan Agar Tidak Menyebarkan Virus dan Bakteri

    1. Rutin memandikan atau membersihkan tubuh hewan
    2. Selalu Memberikan vaksin kepada hewan
    3. Tidak membiarkan Hewan peliharaan memakan tikus atau makanan yang berada di tempat sampah

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - August 1, 2018
    Diskusi Dari:
    Anonymous

    Saya mau tanya setelah berhubungan intim dengan suami saya langsung meminum obat KB apakah masih bisa terjadi kehamilan? sedangkan sperma yang masuk sangan sedikit lebih baik minum obat KB atau pil kontrasepsi darurat?apakah tidak apa2 setelah minum pil KB langsung meminum pil kontrasepsi darurat mohon penjelasannya. karena saya dan suami menunda momongan

    Dijawab Oleh :
    Diskusi Dari:
    Lutfi Maharani

    Selama pagi Dok. Saya mau bertanya, kan akhir akhir ini anak saya sering kali merasakan batuk di mana saat batuk ini pasti dia merasakan nafas yang tak menentu dan bahkan sering kali terlihat seperti yang susah sekali untuk bernafas. Yang saya mau tanyakan, kira kira ini jenis masalah kesehatan apa? Dan bagian mana solusi yang tepat untuk mengatasinya?

    Dijawab Oleh : Lutfi Maharani
    Diskusi Dari:
    hanis

    Selamat siang bu bidan saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi alergi dingin pada anak. Anaks aya berusia 10 tahun dan sering batuk berdahak bahkan sudah 2 minggu. Saya pernah bawa anak saya periksa ke dokter spesialis anak dan katanya batuk yang anak saya derita akibat dari cuaca dingin. mohon penjelasannya apakah anak saya harus bergantung terus pada obat

    Dijawab Oleh : hanis
    Diskusi Dari:
    Anonymous

    selamat pagi,

    saya hidayat,
    istri saya haid tanggal 5 Juni berkahir 16 Juni 2018
    lalu saya berhubungan dengan istri saya terakhir 25 Juni
    lalu apakah istri saya dapat hamil jika saya berhubungan di tanggal tersebut?

    karena saya saat ini sedang keluar kota
    dikhawatirkan terjadi kejadian yang tidak menyenangkan oleh istri saya

    mohon jawabannya Ibu Bidan

    salam,
    hidayat

    Dijawab Oleh :
    Diskusi Dari:
    Fitriyan Tng

    Selamat siang bu bidan, saya sering mengeluh sama keputihan. Keputihan yang saya alami ini membuat saya menjadi sangat gatal dan berbau tidak sedap. apakah keputihan seperti ini berbahaya? Saya sudah mencoba berbagai obat yang dianjurkan oleh kerabat saya, tapi hasilnya nihil bu bidan. Untuk itu saya minta solusi dari bu bidan bagaimana cara saya mengatasi penyakit keputihan ini? saya takut menjadi parah dan berubah menjadi penyakit serius yang lebih sulit untuk diatasi. Terimakasih bu bidan, ditunggu jawabannya…

    Perlu Jawaban