Bahaya Bayi Kedinginan dan Cara Mencegahnya

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Curhat Bidan – Tahukah bunda jika bayi rentan mengalami kedinginan ? Mekanisme pengaturan suhu tubuh pada bayi belum berfungsi secara sempurna sehingga suhu tubuhnya bisa cepat menurun dan dapat menyebabkan kedinginan (hipotermia). Kondisi hipotermia sangat berbahaya karena beresiko tinggi membuat bayi mengalami sakit berat bahkan kematian. Karena itu, bunda sebaiknya jangan menyepelekan hal ini.

    Bahaya Jika Bayi Kedinginan (Hipotermia)

    Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36-37,5 derajat celcius. Bayi yang mengalami hipotermia suhu tubuhnya kurang dari 36 derajat celcius. Ada dua jenis hipotermia, yaitu hipotermia sedang (suhu tubuh 32-36 derajat celcius) dan hipotermia berat (suhu tubuh kurang dari 32 derajat celcius).

    Saat suhu tubuh bayi menurun drastis, maka bisa menyebakan syaraf dan berbagai organ tubuh bayi tidak normal atau bahkan gagal fungsi. Masalah yang sering terjadi adalah gagal jantung dan sistem pernafasan, sebab hipotermia bisa mengakibatkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatnya kebutuhan oksigen. Hal inilah yang membuat hipotermia berbahaya dan bisa berdampak kematian.

    Untuk mencegah dampak yang serius sebaiknya bunda mengetahui gejala bayi yang mengalami hipotermia agar dapat segera ditangani. Berikut ini gejalanya :

    • Kulit bayi menjadi sangat merah dan terasa sangat dingin ketika disentuh.
    • Bayi sangat lesu, lemah, pucat, dan tidak bersuara.
    • Pada bayi baru lahir yang mengalami hipotermia, bayi tidak menangis saat dilahirkan.
    • Tubuh bayi bisa menggigil karena kehilangan panas tubuh dengan cepat.
    • Terjadi gangguan pernafasan yaitu nafas bayi menjadi sangat cepat.
    • Bayi terus menerus tidur, karena hipotermia bisa menyebabkan bayi mengantuk.
    • Bayi tidak merespon dengan baik terhadap ASI.
    • Detak jantung atau nadi bayi menurun dengan cepat.
    • Jika terkena hipotermia berat bayi bisa kehilangan kesadaran.

    Cara Mencegah Bayi Kedinginan (Hipotermia)

    Sebagai tindak pencegahan agar bayi tidak mengalami hipotermia setelah dilahirkan, pihak rumah sakit biasanya menerapkan prosedur yaitu bayi baru kahir harus segera dikeringkan dengan handuk dari kepala dan kemudian seluruh tubuh bayi. Setelah kering bayi akan dibungkus dengan selimut dan diletakkan telungkup di atas dada ibunya untuk mendapatkan kehangatan. Tim medis atau bidan pun akan menunda memandikan bayi baru lahir sampai suhu tubuh bayi stabil.

    Ketika bayi yang baru lahir sudah lepas dari perawatan rumah sakit atau bidan, bunda bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah bayi kedinginan atau hipotermia :

    • Mengukur suhu tubuh bayi setiap 3 jam sekali, karena saat dimana pun bayi lebih rentan terkena hipotermia dibandingkan orang dewasa.
    • Untuk mengurangi resiko hipotermia bunda dianjurkan untuk sering menyusui bayi.
    • Hangatkan kamar bayi dengan lampu sekitar 15-40 watt dan taruh lampu sekitar 50 cm dari boks bayi.
    • Jangan biarkan bayi tidur di ruangan yang terlalu dingin. Suhu aman AC untuk bayi adalah 26 derajat celcius.
    • Selalu selimuti bayi, pakaikan baju hangat, dan pakaikan topi untuk menutupi kepala dan telinganya saat cuaca dingin.
    • Jangan bawa bayi keluar rumah saat cuaca hujan, dingin, dan malam hari.
    • Jangan lupa untuk sering memeriksa popok bayi. Jika si kecil buang air , segera ganti popoknya. Begitu juga jika memakai popok sekali pakai, jangan biarkan popok terlalu basah.
    • Segera ganti jika baju bayi basah.

    Mengingat bahaya hipotermia pada bayi, bunda sebaiknya lebih memperhatikan kondisi bayi terutama saat suhu dingin. Apalagi jika bayi bunda lahir prematur, lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg, skor APGAR (tes untuk menilai refleks bayi) kurang dari 7, dan bayi lahir kembar dua atau lebih. Kondisi bayi yang demikian biasanya lebih rentan terkena hipotermia. Pihak rumah sakit akan menempatkan bayi yang lahir dengan kondisi tersebut di inkubator sampai kondisinya stabil.

    Jika bunda melihat tanda-tanda hipotermia pada bayi, sebaiknya segera lakukan skin to skin contact pada bayi. Pangku bayi dan tempelkan ke dada bunda. Suhu tubuh bunda yang hangat akan dialirkan ke bayi. Gunakan selimut atau kain hangat untuk menutupi tubuh bayi. Bunda juga perlu segera membawa bayi ke dokter agar bisa ditangani lebih lanjut.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - May 9, 2017
    Diskusi Dari:
    Alwia

    Selamat pagi bu bidan saya adrian usia 27 tahun saya sudah menikah 1,5 tahun namun saat ini belum mempunyai momongan. Yang saya mau tanyakan bagaimana cara menjaga kesehatan sperma agar saya cepat dapet momongan. Ditunggu jawabannya trims

    Dijawab Oleh : Alwia
    Diskusi Dari:
    Cherma

    Selamat pagi dok. Dulu sebelum menikah siklus hed saya lancar dan tepat waktu, namun setelah menikah siklusnya tidak teratur dan bahkan sering kali telat datang bulan. Ketika hal ini terjadi, biasanya di sertai dengan kram dibagian bawah perut dan juga sakit. Yang saya mau tanyakan, apakah ini ada hubungannya dengan sering melakukan hubungan seks? dan apakah ini berbahaya atau bahkan merupakan hal yang wajar dirasakan? Terimakasih, ditunggu jawabannya dok 🙂

    Dijawab Oleh : Cherma
    Diskusi Dari:
    Indri Ekawaty

    Selamat pagi ibu bidan, saya sedang hamil usia 7 bulan, kok saya sering merasa perut saya tegang dan debaynya bergerak tapi saat debaynya gerak di vagina saya terasa ngilu, apakah itu bisa dbilang kontraksi palsu? Mohon penjelasannya?

    Dijawab Oleh : Indri Ekawaty
    Diskusi Dari:
    Mbak aty

    Selamat pagi,
    Saat ini saya tengah hamil dan memasuki trimester ketiga. Namun, saya mengalami masalah pada pencernaan yang membuat saya susah BAB atau sembelit. Mau minum obat, takutnya kenapa-kenapa. Adakah solusi lain yang bisa mengatasi masalah pencernaan saya selama masa kehamilan?

    Dijawab Oleh : Mbak aty
    Diskusi Dari:
    Vita Ratnasari

    Halo bu bidan, nama saya Alena. Katanya kalau berhubungan intim ketika kita sedang masa subur itu bisa lebih cepat untuk mendatangkan kehamilan. Karena saya sedang menunda kehamilan dan melakukan hubungan intim saat sedang tidak subur bisa terjadi kehamilan atau tidak ya ? Terima kasih sebelumnya.

    Dijawab Oleh : Vita Ratnasari