×

Bolehkah Bayi Diberikan Es Krim?

Bagikan Artikel :

Bolehkah Bayi Diberikan Es Krim?

Es krim adalah salah satu makanan yang banyak di sukai, termasuk oleh bayi. Bahkan bayi yang sedang GTM pun akan membuka mulut jika diberikan es krim. Tapi apakah aman jika es krim di berikan kepada bayi, sedangkan dalam es krim mengandung gula yang tinggi? Yuk simak di bawah ini!

Lebih Baik Tunda Dulu Pemberian Es Krim

Sebenarnya, sejak bayi berusia 6 bulan atau sudah memperoleh makanan pendamping ASI (MPASI), pemberian es krim sudah diperbolehkan, Bun. Namun sebaiknya pemberian es krim kepada bayi ditunda dulu hingga ia berusia 2 tahun. Alasannya adalah karena umumnya es krim mengandung gula yang cukup banyak. Padahal, bayi dan balita berusia di bawah 2 tahun belum perlu mendapatkan asupan gula, apalagi sampai berlebihan.

Pemberian makanan atau minuman yang mengandung terlalu banyak gula bisa merusak gigi bayi. Selain itu, asupan gula dan garam berlebih juga tidak baik untuk ginjal bayi. Es krim juga umumnya diolah dari susu sapi. Pada bayi yang memiliki alergi susu sapi atau intoleransi laktosa, pemberian es krim bisa membuatnya mengalami reaksi alergi atau gangguan pencernaan.

Tips Aman Memberikan Es Krim pada Bayi

  1. Pastikan bahwa Bunda memberikan produk es krim yang telah terjamin kebersihan dan keamanannya.
  2. Pilih es krim yang terbuat dari susu pasteurisasi. Pasalnya, es krim yang dibuat dari susu mentah atau belum dipasteurisasi bisa terkontaminasi bakteri. Hal ini tentunya bisa membahayakan kesehatan buah hati Bunda.
  3. Baca komposisi bahan yang terkandung pada es krim. Pilihlah es krim yang tidak mengandung bahan yang bisa membuatnya tersedak, seperti kacang.
  4. Perhatikan jumlah kandungan gula pada es krim yang akan dikonsumsi buah hati. Terlalu banyak makanan manis bisa menimbulkan beragam risiko kesehatan, seperti diabetes, obesitas, dan gigi berlubang.

Membuat Es Krim Rumahan Untuk Bayi Lebih Aman

Bahan-bahan

  1. 1 liter susu segar 1 L (pilih yang sudah di pasteurisasi)
  2. 4 butir kuning telur ayam, kocok
  3. 1 sdm vanili
  4. 200 gr gula pasir
  5. 15 gr tepung maizena

Cara membuat

  1. Pertama-tama, tuang susu segar dan gula pasir semua ke dalam panci, kemudian masak hingga mendidih sambil terus diaduk.
  2. Ambil 1 sdm susu, campurkan dengan tepung maizena, aduk hingga larut.Setelah tercampur sempurna, tuang ke dalam rebusan susu pertama, aduk hingga merata.
  3. Kemudian tambahkan vanili, aduk merata.
  4. Saring susu menggunakan kain tipis ke dalam wadah lain.
  5. Setelah susu tersaring, tuangkan kuning telur ke dalamnya, aduk hingga rata.
  6. Masukkan kuning telur secara perlahan.
  7. Diamkan selama 10 menit.
  8. Lalu masukkan ke dalam lemari es / freezer.
  9. Tunggu selama 15 menit, lalu aduk kembali es krimnya.
  10. Lakukan hal tersebut sebanyak 3 kali agar mendapatkan hasil es krim yang halus dan lembut.
  11. Terakhir masukkan ke dalam freezer dan tunggu selama 8 jam agar dapat membeku sempurna.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : October 14, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Tidak haid

  • Oleh : Trisna Trisna
  • 5 tahun, 3 bulan yang lalu

    Tidak haid selama setahun lebih setelah kuret, dan bisa haid kalo minum obat hormon

    Keputihan Yang Tak Normal

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • 7 tahun, 7 bulan yang lalu

    Siang dok, saya baru saja menikah 1 minggu lalu. Sebelum menikah, memang saya memiliki masalah dengan seputar kesehatan keputihan yang sedikit berwarna hijau dengan jumlah yang memang cukup lumayan banyak. Namun, setelah saya menikah, sering kali saya merasakan rasa gatal setelah melakukan hubungan intim, dan bahkan pada pertama kalinya berhubungan keputihan ini semakin banyak dan bahkan membuat saya risih dan takut suami berpaling. Saya mau bertanya, apaklah hal ini merupakan salah satu hal yang normal pada awal berhubungan seks atau bahkan ini berbahaya? Terus bagai mana cara mengatasi masalah kesehatan yang satu ini agar keputihan hilang dari bagian vagina ini.

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • Tidak mau menyusu langsung dan cara mengatasinya

  • Oleh : Mega Naila
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    Haloo,, anak saya baru berumur 2 bulan 18 hari, perkiraan 2 minggu yg lalu asi saya sempet seret dan anak saya jadi rewel karna masih haus, jadi saya selingi dengan sufor. Dan kadang jua pas waktu nen asinya kadang keluar deres jadinya dia rewel. Dan karna 2 minggu itu sering minum pake dot pas dicoba disusui langsung dianya gk mau🥺 kira2 bagaimana caranya agar anakku mau lagi langsung menyusu tanpa harus pakai dot terima kasih

  • Oleh : Mega Naila
  • Berapa lama bisa hamil lagi setelah lepas KB suntik?

  • Oleh : Yuli Ani
  • 8 tahun yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saya ingin bertanya berapa lama waktu saya bisa hamil lagi setelah lepas KB suntik? Apakah benar bisa sampai satu tahun? Mohon kejelasannya, terima kasih.

  • Oleh : Yuli Ani
  • Kehamilan

  • Oleh : Eka Eka pangestu
  • 3 tahun, 7 bulan yang lalu

    Halo dok ,Maaf saya mau tanya , Saya berhubungan pas masa subur , nah pas 6 hari setelah behubungan itu , saya coba testpack hasilnya positif samar , sengaja gak saya test lagi nungguin sampai tgl haid .. Tapi pas 2 setelah hasil positif samar itu saya ngrasain kram perut yg gak kek biasanya saya mau haid dok , punggung bagian bawah sakit , itu terus sampe tgl haid telat 2 hari baru keluar darah , darahnya agak merah , hari pertama biasanya saya haid itu ga banyak tp ini hari pertama udah banyak ,pas hari ke 2-3 keluar gumpalan dok , dan masih keluar banyak sampe hari ke 6 . Itu saya keguguran dini apa gimana ya dok ?? Terima kasih ..
    Harap kasih dijawab ya dok 🙂

  • Oleh : Eka Eka pangestu
  • Tanya Bidan