×

Bolehkah Bayi Melakukan Test Swab?

Bagikan Artikel :

Bolehkah Bayi Melakukan Test Swab?
Rapid Antigen pada Anak. Tenaga Kesehatan melakukan tes rapid antigen kepada seorang anak di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Orang tua harus memberi pemahaman kepada anak agar tak takut untuk ikut tes antigen karena virus corona tak hanya menyerang orang dewasa. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Selain kebutuhan pribadi untuk mendeteksi adanya virus corona dalam tubuh, test swab juga dilakukan untuk sebuah persyaratn instansi-instansi. Tidak terkecuali saat ingin bepergian atau melakukan perjalanan. Lalu bagaimana dengan bayi? Perlukah bayi melakukan swab test antigen saat bepergian?

Apa Itu Test Swab ?

Swab test antigen merupakan metode pemeriksaan COVID-19 yang dilakukan dengan swab atau mengambil sampel cairan dari hidung. Tes ini tergolong cukup akurat jika dibandingkan dengan rapid test biasa. Meskipun, tingkat akurasi swab test antigen masih berada sedikit di bawah PCR. Namun, swab test antigen tetap bisa dijadikan pilihan saat harus menjalani tes corona, termasuk sebelum melakukan perjalanan.

Apakah Bayi Perlu Menjalani Swab Test Antigen?

Sebenarnya, tes COVID-19 lebih disarankan pada bayi dan anak-anak yang menunjukkan gejala infeksi virus corona. Gejala yang sering dikaitkan dengan infeksi virus corona adalah demam, kesulitan bernapas, serta batuk-batuk.

Namun kembali lagi, kebutuhan tes corona mungkin berbeda-beda, tergantung pada peraturan yang ada. Selain itu, orangtua juga disarankan untuk selalu berdiskusi terlebih dahulu pada dokter anak terkait hal ini. Memastikan Si Kecil bebas dari infeksi virus adalah hal yang baik dilakukan untuk menghindari risiko munculnya kondisi yang berbahaya.

Related Posts :

    Swab test antigen mungkin juga dibutuhkan bayi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, misalnya asma. Sebab, hal ini bisa meningkatkan risiko munculnya komplikasi atau gejala yang lebih buruk. Infeksi virus juga cenderung lebih mudah terjadi dan berbahaya pada anak-anak yang memiliki riwayat penyakit. Tes COVID-19 juga diwajibkan pada bayi yang lahir dari ibu yang diduga mengidap atau dinyatakan positif COVID-19. Tes perlu dilakukan sesegera mungkin, yaitu dalam 24 jam setelah bayi dilahirkan.

    Apakai Ada Obat Dan Vaksin Covid-19 Untuk Bayi?

    Virus corona nyatanya bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun bayi dan anak-anak. Sampai saat ini, masih belum tersedia obat untuk melawan serangan penyakit akibat virus ini. Vaksin Untuk Mencegah Virus Covid-19 pun belum bisa diberikan untuk bayi karena masih dalam proses penelitian. Maka dari itu, menjaga dan memantau kesehatan anak bisa menjadi salah satu cara menghindari gangguan kesehatan.

    Kabar baiknya, infeksi COVID-19 pada anak cenderung lebih cepat pulih. Rata-rata, anak yang terinfeksi virus ini akan sembuh dengan cepat meskipun hanya dengan perawatan mandiri di rumah. Namun, orangtua harus mewaspadai jika Si Kecil menunjukkan gejala yang parah. Segera bawa ke rumah sakit agar anak mendapat pertolongan medis dan bisa dicari tahu apa penyebabnya.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 5, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Kehamilan

  • Oleh : Nahda nisa
  • 3 tahun, 4 bulan yang lalu

    Saya mau Tanya
    HPHT saya 10 februari 2021 Dan sekarang sdah tanggal 18 maret 2021 tp belum haid apa saya Hamil……?
    Dan klau hamil usia kandungan saya berapa minggu……?

    Terimakasihh

  • Oleh : Nahda nisa
  • Petting

  • Oleh : Tania Penta
  • 1 tahun, 3 bulan yang lalu

    Pagi dok, saya dan suami saya melakukan petting bersamaan dengan mandi air hangat saya menggunakan celana dalam double dan suami saya tidak memakai celana dalam, tetapi suami saya keluar diluar celana dalam saya apakah bisa hamil dok

    Di karenakan belum siap menambah momongan

    Terimakasih

  • Oleh : Tania Penta
  • Penyakit wanita

  • Oleh : Alfina Anggraeni
  • 3 tahun, 2 bulan yang lalu

    Aaalamualaikum dok, saya mau bertanya, di bagian mis v saya di sebelah kanan membengkak, kira kira gejala apa

  • Oleh : Alfina Anggraeni
  • Keputihan

  • Oleh : Heni Veronica
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Dok keputihan sya seperti sperma udah beberapa hari ini, pertama itu seperti remahan tahu lalu seperti sperma encer, padahal sya masih remaja dan belum pernah berhubungan intim, mengapa ya dok?

  • Oleh : Heni Veronica
  • Menstruasi

  • Oleh : Putri Ainun
  • 3 tahun, 9 bulan yang lalu

    Dok saya mau tanya, selasa lalu saya berhubungan badan dengan suami saya tapi ejakulasi diluar suami saya ragu kalau ada sedikit sperma yang masuk kedalam vagina saya, kemudian hari sabtu saya haid lebih awal 4 hari dari biasanya, hari pertama keluar darah berwana merah muda kemudian hari kedua keluar darah berwarna merah gelap ada gumpalan darahnya saat hari ketiga darahnya berwarna merah muda dan tidak ada gumpalan darahnya. Apakah itu darah implantasi atau darah haid ya dok?

  • Oleh : Putri Ainun
  • Tanya Bidan