×

Cara Mengatasi Red Flag Motorik Kasar Pada Bayi

Bagikan Artikel :

Cara Mengatasi Red Flag Pada Bayi

Siapa sih orang tua yang tidak khawatir apabila anaknya mengalami tanda bahaya perkembangan motoring nya . nah kali ini curhat bidan akan share beberapa tips ketika si Kecil mengalami red flag atau tanda peringatan anak. Yuk simak di bawah ini!

Usia 5 bulan belum bisa berguling

Untuk bisa berguling dari posisi telentang ke posisi tengkurap, umumnya bayi melakukannya di sekitar usia 5-6 bulan. Akan tetapi, setiap bayi membutuhkan kecepatan waktu yang berbeda-beda.

Related Posts :

    Ada beberapa hal yang menyebabkan kemampuan berguling si Kecil menjadi terganggu, antara lain karena lahir prematur, kelainan otot, kelainan penglihatan, dan penyakit tulang belakang. Agar si Kecil dapat berguling, bisa melatihnya dengan cara:

    1. tengkurapkan bayi selama beberapa menit dalam beberapa kali sehari.
    2. Kemudian, bantu si Kecil berguling ke posisi tengkurap.
    3. Mama juga bisa melatihnya dengan membantu si Kecil tengkurap dengan mainan.
    4. Pastikan Anda menempatkan si Kecil pada tempat yang empuk seperti kasur dan selalu mengawasinya, ya.
    5. Hindari pula terlalu sering menggendong, Ma.
      Apabila si Kecil masih belum bisa berguling meskipun sudah dilatih, ada baiknya Anda segera konsultasikan ke dokter.

    Usia 6-7 bulan belum bisa mengontrol kepala

    Saat usia 5-6 bulan, umumnya bayi sudah bisa menunjukkan otot lehernya yang semakin menguat, sehingga ketika berusia 6-7 bulan bayi sudah dapat menahan kepalanya dengan tegak dan mampu mengendalikan gerak kepala. Akan tetapi, dalam beberapa kasus hal ini bisa terjadi keterlambatan dibandingkan dengan bayi pada umumnya.

    Hal tersebut disebabkan oleh pola gerak si Kecil yang mungkin cenderung kurang aktif atau adanya gangguan dari tumbuh kembang bayi. Untuk itu, cobalah melatih gerak si Kecil. Letakkan benda-benda yang menarik perhatian si Kecil untuk menstimulasi agar si kecil mau mencoba meraih benda tersebut.

    Selain itu, juga bisa melatih si Kecil untuk meraih tangan, lalu saat si Kecil sudah memegang tangan Mama, tarik secara perlahan hingga si Kecil terduduk. Apabila si Kecil tampak tidak kuat, jangan dipaksakan ya, Ma. Hindari pula menegakkan kepala terlalu lama karena si Kecil akan kelelahan.

    Usia 10-12 bulan belum bisa duduk tegak selama 5-10 menit

    Duduk merupakan tahapan penting dalam tumbuh kembang si Kecil. Karena, apabila si Kecil sudah bisa duduk, umumnya ia akan belajar merangkak dan kemudian berjalan. Namun, bagaimana jika si Kecil belum bisa duduk tegak saat berusia 10-12 bulan?
    Tumbuh kembang anak selain berbeda-beda, juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kematangan fisik, dan kecukupan gizi. Biasanya, rata-rata bayi sudah dapat duduk pada usia 8-10 bulan selama maksimal 10 menit. Jika si Kecil pada usia tersebut belum bisa duduk duduk tegak, kemungkinan si Kecil mengalami kelainan tulang.

    Beberapa bayi ada yang terlahir dengan kelainan tulang tertentu yang bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya. Selain itu, ada pula bayi yang memang tidak mau duduk dan lebih menyukai aktivitas eksplorasi lingkungan dengan cara dititah.

    Akan tetapi, Anda bisa mencoba stimulasi si Kecil agar dapat duduk tegak, seperti mendudukkan si Kecil pada kursi dengan sandaran agar tidak jatuh ke belakang. Saat si Kecil sudah di posisi duduk, beri mainan di tangannya, kemudian pegang badannya. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menggendong si Kecil dalam posisi tegak dengan tetap menyangga tubuhnya. Lakukan latihan stimulasi setiap harinya ya.

    Usia 12-13 bulan belum bisa merangkak, mengesot, dan ditarik ke posisi berdiri

    Umumnya, bayi sudah mulai merangkak, mengesot, dan ditarik ke posisi berdiri pada usia 8-12 bulan. Bahkan, sebagian dari mereka justru melewatkan tahap merangkak, lebih menyukai duduk dan mengesot dan bahkan berdiri lalu berjalan dengan bantuan.

    Meski begitu, sangat penting bagi bayi untuk belajar merangkak dan mengesot terlebih dahulu sebelum bisa berdiri dan berjalan. Karena, otot-otot tubuh bayi akan terlatih menjadi lebih kuat dalam menopang tubuhnya sendiri saat ia berdiri dan berjalan.
    Apabila Anda khawatir di usia si Kecil yang menginjak 12-13 bulan, tetapi belum bisa merangkak, mengesot, ataupun ditarik ke posisi berdiri, Mama bisa membantunya menstimulasi agar bayi siap bergerak.

    Anda perlu merangsang si Kecil dengan cara meletakkan mainan yang cukup jauh dari jangkauannya agar ia bisa menghampirinya dengan cara merangkak atau mengesot. Atau mungkin, Anda juga bisa ikut tengkurap di hadapan si Kecil, kemudian panggil si Kecil agar ia menghampiri.

    Selain itu, Anda juga harus mengurangi intensitas menggendong si Kecil, lebih sering membuat rangsangan motorik yang membuat si Kecil bergerak merangkak, mengesot, atau bahkan berusaha berdiri sendiri dengan bantuan, dan jangan lupa untuk sering-sering mengajak si Kecil berkomunikasi secara verbal dan motorik ya.

    Usia 18-21 bulan belum bisa berjalan atau dititah

    Saat usia 8-18 bulan, umumnya anak akan berjalan dengan merambat dan sudah bisa berdiri sendiri, kemudian melakukan langkah pertamanya. Akan tetapi, apabila si Kecil di usia 18-21 bulan belum bisa berjalan, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan keterlambatan tersebut. Misalnya, Anda mengalami infeksi saat hamil, terlalu sering menggendong si Kecil, gangguan keseimbangan dan sensoris, kebiasaan menggunakan baby walker, menderita penyakit berat, ada kelainan fisik bawaan, dan tingkat kematangan sistem motorik yang memang terlambat atau saraf-saraf di pusat belum mencapai kematangan.

    Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba mengajak si Kecil berjalan dengan cara menuntunnya perlahan; meletakkan mainan di posisi yang cukup jauh, sehingga memicu anak berjalan untuk menghampiri; hentikan penggunaan baby walker dan batasi durasi menggendong anak.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : June 25, 2022

    Pertanyaan Pengunjung :

    Pemberian Vitamin Pada Bayi

  • Oleh : Indriana Puspa Aliansa
  • 5 tahun, 9 bulan yang lalu

    Halo bu bidan, saya mau tanya, boleh tidak bayi usia 5 bulan diberi vitamin untuk daya tahan tubuhnya agar kuat ?

    Impotensi

  • Oleh : Hasbi Syadiki
  • 4 tahun, 3 bulan yang lalu

    Pagi suster
    Nama saya hasbi syadiki
    Umur :19 tahun
    Saya memang sering melakukan onani dari sejak kelas smp 1 sampai sekarang
    Belakangan ini penis saya susa eraksi tapi penis saya eraksi tadi pagi habis dari bangun tidur
    Saya pancing nonton film dewa mr p saya eraksi tapi klau diluar rumah saya lihat cewek seksi mr p saya susah eraksi.
    Itu kenapa ya suster
    terimakasih

    Seputar kb

  • Oleh : Septi Pangesti
  • 1 tahun, 1 bulan yang lalu

    Hallo bubid nama saya septi liana, setelah saya lepas kb pil terus ga haid 3bulan apakah normal? Dan saya periksa ke bidan terdekat lalu di kasih kb pil lgi dan lgsg haid tapi haid jdi lama kenapa ya bubid

  • Oleh : Septi Pangesti
  • Keguguran

  • Oleh : Linda Andriani
  • 3 tahun, 9 bulan yang lalu

    Sore…
    apakah keluar darah pada kehamilan 3 bulan itu keguguran?

  • Oleh : Linda Andriani
  • Kehamilan

  • Oleh : Zella Rahma
  • 1 tahun, 5 bulan yang lalu

    Buu apakah jika melakukan hubungan namun sy sebagai cw masi menggunakan celana, tapi psngn sy tidak dan dia mengeluarkan cairan ejkulasi di bagian mis v saya tp sy memakai celana dan mr p dia blm pernah sama skli masuk bagian mis v sayaa apakh bisa menyebabkan kehamilan?

  • Oleh : Zella Rahma
  • Tanya Bidan