×

Cara Mudah dan Aman Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Bagikan Artikel :

Karena sistem tubunya belum bekerja secara maksimal, bayi kerap kali mengalami gangguan kesehatan salah satunya perut kembung. Sama halnya seperti orang dewasa, perut kembung pada bayi juga disebabkan oleh penumpukan gas akibat makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Seiring dengan bertambahnya usia, bayi juga akan sering mengalami perut kembung karena mulai mencicipi beragam makanan untuk pertama kalinya. Saat bayi mengalami perut kembung, bayi akan rewel dan menangis sehingga tidak jarang membuat bunda khawatir. Karena itu untuk megatasi hal tersebut, kali ini curhat budan akan membagikan informasi mengenai cara mudah dan aman mengatasi perut kembung pada bayi.

Perut kembung pada bayi ditandai dengan perut bayi lebih besar dai biasanya, terasa agak keras, dan beberapa kali bayi buang angin. Bayi akan juga akan rewel dan menangis karena merasa tidak nyaman. Selain itu, bisa dilihat dari gerakan bayi yang sering  menggeliat dan mengangkat kedua kakinya ke arah perut.

Ada beberapa cara yang dapat bunda lakukan untuk mengatasi perut kembung pada bayi, diantaranya :

1. Tepuk Secara Lembut Bagian Punggung Bayi
Bunda bisa menepuk bagian punggung bayi dengan lembut sambil memangkunya di paha dalam posisi telungkup. Lakukan hal ini satu sampai dua menit sampai bayi bersendawa. Hal ini sangat efektif untuk mengurangi perut kembung pada bayi.

2. Memijat Perut Bayi
Pijatlah perut bayi dengan lembut searah dengan jarum jam. Cara ini bisa dilakukan dengan posisi tidur. Bunda bisa menggunakan minyak telon untuk memberikan kehangatan pada perut bayi. Tidak dianjurkan untuk menggunakan bawang merah untuk membalur perut byai, karena dikhawatirkan akan membuat kulit bayi iritasi.

3. Biarkan Bayi Aktif
Biarkan bayi aktif bergerak agar gas dalam perut bayi dapat keluar. Jika bayi belum bisa merangkak atau berjalan, bunda bisa membantunya bergerak dengan menggerakan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda. Gerakan tubuh yang aktif dapat membantu mengerluarkan gas dari saluran cerna baik melalui sendawa atau kentut.

4. Mengompres Perut Bayi
Bunda bisa mengompreskan kain atau handuk yang telah direndam dalam air di atas perut bayi. Cara ini cukup efektif untuk mengeluarkan gas yang ada dalam perut bayi. Bisa juga dilakukan dengan membungkus botol yang telah diisi air hangat dengan kain atau handuk lalu dikompreskan pada perut bayi.

5. Mandikan Bayi dengan Air Hangat
Memandikan bayi dengan air hangat juga ternyata sangat efektif untuk mengatasi perut kembung, dengan catatan tidak dilakukan pada malam hari. Setelah mandi, kenakan pada bayi pakaian panjang dan jangan lupa oleskan minyak telon agar bayi merasa hangat.

Nah, demikianlah beberapa cara mudah dan aman mengatasi perut kembung pada bayi yang bisa coba bunda terapkan. Selain itu, bunda juga perlu memperhatikan asupan makanan yang bunda dan bayi konsumsi. Batasi konsumsi makanan yang bisa mengandung gas seperti ubi, kubis, kembang kol, brokoli, bawang, dan kacang untuk mencegah bayi mengalami perut kembung. Bunda juga harus lebih cermat dalam memilih dot bayi, karena ujung dot yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat membuat lebih banyak udara masuk ke dalam perut bayi ketika minum susu dan menimbulkan masalah perut kembung.

Related Posts :

    Jika bayi mengalami perut kembung yang disertai dengan munculnya gejala lain seperti demam, sering muntah, diare, dan berat badan turun, segera periksakan ke dokter. Karena perut kembung juga bisa menjadi pertanda adanya masalah pencernaan yang serius pada bayi. Demikianlah artikel curhat bidan kali ini, semoga bermanfaat.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 21, 2017

    Pertanyaan Pengunjung :

    Penanganan herpes zoster

  • Oleh : puji
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat malam Bu bidan mau saya Santi Nuranti ibu satu anak usia 23thn,Bu saya sedang hamil 18week dan terdistraksi terkena herpes,awalnya flu dan Kuti pada lengan memerah dan perih lama kelamaan an bergelembung seperti luka bakar apa ini termasuk herpes zoster Bu?? Apa bahaya untuk janin saya?? Penanganan yg tepat itu apa ya??

    Belum Haid Setelah Melakukan Kuret

  • Oleh : emilia
  • 3 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saya merasa khawatir dan tidak tau kenapa akhir akhir ini haid saya tak kunjung datang juga. Semenjak saya melakukan kuret terhitung sekitar 5 bulan saya belum haid. Apakah tidak berbahya bu bidan ? Mohon penjelasananya

    Keputihan saat hamil apakah berbahaya?

  • Oleh : siti khodijah
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau tanya apakah keputihan saat hamil bebahaya bagi janin? Saat ini saya sedang hamil 7 bulan. Pada awal kehamilan saya mengalami keputihan berwarna putih susu yang lmyan banyak, sudah di periksakan ke bidan katanya normal-normal saja. Namun beberapa minggu kemudian keputihan yang keluar berubah warna menjadi kuning dan kehijauan serta gatal. Apakah itu termasuk ciri-ciri keputihan abnormal? Mohon jawabannya.

    Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Kafein?

  • Oleh : Disa Khaerunisa
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya benarkah ibu hamil dilarang mengkonsumsi minuman yang berkafein seperti kopi? jika itu salah, sebaiknya bagaimana aturan yang tepat dalam mengkonsumsi kafein pada ibu hamil. Terimakasih bu bidan, ditunggu jawabannya…

    Galau tanda Hamil atau akan Haid

  • Oleh : Ovi Oktav
  • 2 minggu, 5 hari yang lalu

    Assalamualaikum..
    Bu bid, saya ada tanda-tanda seperti badan hangat, setiap malam mau tidur dan pagi setelah bangun tidur badan panas, sering buang air kecil, payudara nyeri, sering mengantuk, setelah menyapu saja kelelahan, ada keputihan tapi tidak berlebihan, tapi saya masih seminggu lagi jadwal haidnya, saya berhubungan sama suami pada masa mendekati subur dan waktu masa subur, tanda-tanda itu saya rasakan setelah 5 hari berhubungan di masa subur, itu pertanda hamil atau bukan ya bu bid ? Saya tunggu jawabannya, terima kasih.

    Tanya Bidan