×

Dampak Pada Bayi Yang Dilahirkan Melalui Operasi Caesar

Bagikan Artikel :

Dampak Pada Bayi Yang Dilahirkan Melalui Operasi Caesar

Hamil, melahirkan dan menyusui adalah fitrahnya seorang wanita. Tiga hal demikian adalah momen-momen yang tidak akan bisa dilupakan, apalagi ketika melahirkan. Kenapa demikian? Karena saat melahirkan bunda melakukan perjuangan yang hebat hingga mempertaruhkan nyawa.

Related Posts :

    Baik itu melahirkan secara pervaginam ataupun operasi SC sama-sama membutuhkan perjuangan dan sama-sama memiliki resiko pada ibu dan bayinya. Nah kali ini bidan Citra akan share beberapa resiko yang bisa dialami bayi pada operasi Caesar. Simak di bawah ini ya bun!

    Resiko Yang Dialami Bayi Operasi Caesar

    1. Gangguan pernapasan
      Bayi yang lahir dengan operasi caesar lebih mungkin mengalami gangguan pernapasan. Biasanya komplikasi ini terjadi jika bayi dilahirkan sebelum berusia 39 minggu, ketika paru-parunya belum berkembang dengan sempurna.
      Jika tidak disertai gangguan lain, Bumil tidak perlu khawatir, karena kondisi biasanya akan membaik dengan sendirinya.
    2. Kulit tergores
      Ketika operasi caesar, kulit bayi mungkin saja tergores secara tidak sengaja. Namun, biasanya goresan ini ringan dan bisa sembuh tanpa meninggalkan bekas.
      Melahirkan secara caesar maupun normal sama-sama memiliki manfaat dan risiko. Pada beberapa kondisi, seperti janin kembar, kepala janin yang terlalu besar, posisi janin tidak normal, tali pusar yang melilit janin, plasenta yang letaknya menutupi jalan lahir, dan ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu, pilihan melahirkan secara caesar mungkin lebih aman.
    3. Rentan alergi
      Baik dari kondisi “kotor” di jalan lahir yang tidak dilalui si bayi yang dilahirkan secara sesar, maupun tertundanya pemberian ASI sesegera mungkin, membuat risiko alergi pada bayi jadi lebih tinggi. Belum lagi paparan antibiotik yang biasanya diberikan kepada bayi sesar sebagai langkah berjaga-jaga dari kemungkinan infeksi, juga meningkatkan risiko alergi.
    4. Emosi cenderung rapuh
      Meski belum terbukti melalui penelitian ilmiah, kondisi psikologis bayi sesar diduga cenderung lebih rapuh dibanding bayi yang dilahirkan secara normal. Faktanya, bayi yang lahir normal memang dihadapkan pada kondisi tidak nyaman dimana ia harus melewati jalan lahir yang sempit dan berliku disertai tekanan hebat akibat kontraksi rahim. Perjuangan inilah yang diyakini dapat melatih mental si kecil sejak dini. Boleh jadi faktor ini memberi kontribusi tersendiri terhadap kepribadian si anak kelak. Akan tetapi pola asuh yang diberikan orangtua dan bagaimana pengaruh lingkungan terbukti lebih ikut memberi warna apakah seseorang lebih tahan banting atau tidak ketika menghadapi stres kehidupan.
    5. Terpengaruh anestesi
      Kondisi ini mungkin saja terjadi. Karenanya, tim dokter yang terdiri dari dokter kebidanan dan kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi harus berhitung secermat mungkin agar pembiusan pada bayi berpengaruh seminim mungkin. Untuk itu, umumnya anestesi yang digunakan adalah anestesi spinal yang berdosis rendah. Penggunaan bius total membuat bayi terlihat agak ngantuk karena dikeluarkan saat masih di bawah pengaruh anestesi.
    6. Minim peluang IMD
      Bayi sesar kurang mendapatkan kesempatan untuk menjalani IMD alias inisiasi menyusu dini. Ini karena kondisi bayi sesar berbeda dari kondisi bayi lahir normal yang bisa langsung ditempelkan di dada ibunya dengan refleks yang cukup kuat untuk mencapai payudara ibu. Sementara pada persalinan sesar, hal yang tak bisa segera dilakukan mengingat bayi biasanya langsung dipasangi infus dan selang oksigen guna membantu pernapasannya. Si ibu pun umumnya masih dalam keadaan “teler” akibat pengaruh obat anestesi. (Nakita/Theresia)
    7. Rendahnya sistem kekebalan tubuh
      Data berdasarkan evidance base memang belum ada. Namun pada proses persalinan normal, bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang berlangsung lama dan melibatkan kontraksi selama berjam-jam. Saat lahir pun, mulut bayi tidak tertutup sehingga banyak kuman yang masuk ke dalam mulut, bahkan sampai ke pencernaan. Imbasnya, bayi mengalami kontak alami dengan mikroba floral dalam jalan lahir ibunya yang kemudian berkoloni di ususnya. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalan tubuhnya.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : April 28, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Apakah KB aman untuk wanita yang baru menikah?

  • Oleh : Alfiyah
  • 4 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan saya mau bertanya. Apakah penggunaan Kb itu aman untuk wanita yang baru menikah? Soalnya saya sering mendengar jika wanita yang baru menikah sebaiknya tidak menggunakamn KB karena dapat membuat rahim kering dan sulit hamil nantinya. Apakah itu benar mohon penjelasannya

    Seputar kehamilan

  • Oleh : Novia Arifin
  • 3 bulan, 1 minggu yang lalu

    Bu bidan saya mau tanya saya sudah telat haid selama 1minggu?tp,saya SDH tespeck hasilnya negatif.&saya tdk ada tanda2 awal kehamilan?cuman terkadang suka kram perut..apa kah saya harus menunggu 2minggu LG untuk melakukan tespack ulang?ato saya tdk hamil dok?mohon dijawab y dok🙏trmksh?

  • Oleh : Novia Arifin
  • Nyeri Sendi kaku dan bengkak saat hamil

  • Oleh : Aryanto Id
  • 5 tahun, 1 bulan yang lalu

    siang dok, tante saya sedang hamil 5 bulan. tapi dia mengeluh karena akhir-akhir ini dia sering sakit sendi dan kaku malah kemarin terjadi bengkak dok, kira-kira tante saya kenapa yah? apakah itu penyakit rematik? bagaimana solusinya ?

    Apakah wajar usia kehamilan 4w belum terlihat kantung janin?

  • Oleh : Anisa Azzahra
  • 1 bulan yang lalu

    Malam.. saya mau tanya. HPHT saya tgl 19 mei dengan siklus yg tidak teratur dan panjang. Ketika tgl 19 juni saya keluar bercak darah saya kira haid. Tanggal 20 nya pun sama keluar bercak darah sedikit. Tapi ketika tgl 21 bercak darah hilang total dan saya coba tespack hasilnya positif tgl 23 juni saya usg transvaginal dan dokter bilang bahwa kantung janin belum terlihat, dokter bilang ada cairan diluar rahim dan saya divonis hamil diluar kandungan. Padahal saya tdk ada nyeri perut sama sekali dan keluar bercak darah pun hanya tgl 19 dan 20 juni saja.

    Yang mau saya tanyakan apakah benar cairan diluar rahim itu sudah pasti hamil diluar kandungan? Dan apakah siklus haid yang tdk teratur dan panjang mempengaruhi usia kehamilan sehingga kantung janin belum terlihat pada saat itu? Terimakasih

  • Oleh : Anisa Azzahra
  • Pilihan Makanan Untuk Wanita Yang Sedang PMS

  • Oleh : Dah Wisnugaduh
  • 2 tahun, 11 bulan yang lalu

    Hallo bu bidan, saya ini termasuk wanita yang suka mengalami PMS ketika menstruasi, yang ingin saya tanyakan ketika PMS makanan dan minuman apa saja yang harus dikonsumsi dan dihindari agar PMS tidak mengganggu aktivitas saya. Terimakasih bu bidan, ditunggu jawabannya.

    Tanya Bidan