Gangguan Kesehatan Umum Yang Terjadi Pada Bayi Baru Lahir

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Bunda wajib mengetahui informasi yang satu ini. Apalagi jika Bunda baru pertama kali melahirkan. Nah, di minggu-minggu pertama kehidupan Bunda sebagai ibu, buah hati Bunda mungkin akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Hal ini sebenarnya sangat wajar, apalagi karena organ tubuh bayi belum mampu berfungsi secara optimal, dan inilah tugas Anda sebagai orangtua untuk mengetahui apa saja yang bisa terjadi pada bayi baru lahir terutama pada gangguan kesehatan yang mereka alami.

    • Ruam Popok.

    Gangguan kesehatan yang sering menjadi pada bayi baru lahir lainnya adalah ruam popok. Ruam popok ini membuat iritasi di bagian tubuh bayi yang tertutup popok, misalnya pada lipatan paha, bokong dan kemaluan mereka. Ruam popok ini nantinya akan membuat bayi rewel karena merasakan tidak nyaman dan menggangu aktivitas bayi.

    Saran untuk Bunda, gantilah popok sesering mungkin untuk menjaga agar tetap kering dan juga bersih. Bunda juga dapat mengganti popok sebanyak 6-9 kali dalam sehari, atau lebih baik jika tidak berencana keluar rumah dan dirumah saja, tidak perlu memakaikan popok untuk mencegah iritasi dan ruam. Selain itu, Bunda juga sebaiknya jangan menggunakan tisu basah atau pembersih apapun yang mengandung alkohol untuk membersihkan bagian tubuh bayi yang tertutup popok. Kulit bayi masih amat sangat sensitif sehingga penggunaan pembersih seperti tisu basah bisa menyebabkan iritasi kulit.  Untuk membersihkan, kamu cukup menyelupkan kapas bersih ke dalam air hangat.

    • Batuk dan Pilek.

    Sebagian bayi akan mengalami batuk pilek dalam 1 tahun usia awalnya. Hal ini disebabkan karena lingkungan sekitar bayi yang terpapar banyak virus dan akhirnya menyebabkan mereka terserang batuk dan pilek. Sedangkan tubuh bayi sendiri memang belum bisa secara maksimal melawan virus tesebut  karena sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang. Untuk mengatasi batuk dan pilek pada bayi baru lahir, Bunda bisa menjemur bayi di pagi hari dan terus memberikan asupan ASI.

    • Diare.

    Sejak lahir salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi adalah diare. Diare pada bayi bisa disebabkan karena alergi susu, bakteri, ataupun alat makan bayi kurang bersih, padahal si kecil sudah mengonsumsi makanan padat pertamanya. American Academy of Pediatrics pun merekomendasikan agar Bunda tidak memberikan jus buah selagi sang buah hati belum berusia 6 bulan. Dan kalau ingin memberikan jus buah pada bayi dan tidak lebih dari 4 ons perhari.

    Untuk mengatasi diare bayi, Bunda harus memastikan bahwa bayi tidak mengalami dehidrasi. Caranya, dengan tetap menyusui bayi sesering mungkin dengan perlahan. Selain itu Bunda juga harus tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum menyusui dan menggendong bayi dan memastikan bahwa perlengkapan makan yang digunakan bayi selalu bersih.

    • Konstipasi.

    Bayi baru lahir yang mendapatkan asupan ASI, akan baik-baik saja selama kondisi ibu juga sehat. Konstipasi baru bisa terjadi pada bayi jika mereka diberikan susu formula. Jika bayi sudah memasuki usia 6 bulan, barulah konstipasi terjadi akibat  bayi yang mulai beradaptasi dengan makanan pertama yang dikonsumsinya.

    Namun Bunda jangan terlalu khawatir jika bayi mengalami konstipasi. Kondisi ini bisa diatasi dengan memperbanyak cairan yang diasup, memberikan sayuran dan buah yang kaya serat. Tapi, jika selama satu minggu konstipasi yang dialami bayi masih terjadi, sebaiknya segera bawa dia ke dokter.

    • Gumoh atau muntah.

    Gumoh terjadi pada kebanyakan bayi baru lahir, dan ini memang merupakan kondisi wajar. Jadi saat itu Bunda tidak perlu khawatir sebab gumoh biasa terjadi pada usia bayi 12 sampai 16 minggu. Seiring  bertambah usia bayi, biasanya gumoh akan berhenti.

    Untuk membedakan gumoh yang wajar dan tidak, Bunda bisa melihat dari jumlah cairan yang keluar dari mulutnya. Jika gumoh yang terjadi seperti air yang mengalir ke bawah dengan jumlah yang tidak banyak dan terjadi dengan spontan. selain itu, biasanya bayi setelah menyusui memang akan mengalami gumoh. Sedangkan muntah mengeluarkan cairan atau makanan dalam jumlah banyak yang disertai dengan kontraksi pada otot perut inilah yang perlu diwaspadai. Bayi berusia 2 bulan bisa mengalami muntah karena adanya infeksi atau gangguan katup di saluran cerna.

    Itu dia beberapa gangguan kesehatan umum yang terjadi pada bayi baru lahir. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Bunda, salam!

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - December 29, 2017
    Diskusi Dari:
    Aisyah Putri Setiawan

    Hallo bu bidan.. usia saya 35 thn dan sudah memiliki anak berusia 10 tahun yang lahir di tahun 2006, pada tahun 2008 saya hamil kembali tapi janin tidak berkembang dan harus kuret. Setelah kuret saya langsung pakai KB spiral selma 6 tahun. Dan sudah 2 tahun berjalan saya sudah lepas KB nya. Pertanyaan saya bu bidan, apakah saya termasuk kategori infertilitas sekunder karna sampai saat ini kehamilan belum terjadi kembali bu bidan. Terima kasih

    Dijawab Oleh : Aisyah Putri Setiawan

    Selamat pagi Bu Bidan,

    Saya aneu, 25 tahun. Saat ini saya sedang hamil usia kandungan 2 bulan, tapi tidak ada tanda-tanda seperti payudara sakit dan membengkak, mual-mual di pagi hari seperti contoh tanda kehamilan umumnya. Apakah kehamilan saya normal?

    Dijawab Oleh : Ribka Veronika Tatengkeng
    Diskusi Dari:
    debbyaprilyulia

    selamat siang bu bidan, saya mau menanyakan tentang keputihan yang terkadang menggumpal, saya belum menikah, apakah ini berbahaya? dan bagaimana cara mengatasinya, ditunggu jawabannya ya bu

    Dijawab Oleh : debbyaprilyulia
    Diskusi Dari:
    Sahputri Ramadhani

    Saya mau menanyakan tentang cara menghitung kehamilan wanita yang memiliki haid tidak teratur. bUlan lalu saya masih haid dan terakhir nya pada tanggal 29 Agustus. Pada minggu ke 2 setelah terakhir menstrulasi, tepatnya apda tanggal 18 Oktober saya merasakan mual mual dan saya cek ternyata positif hamil. Sebelumnya saya sering kali memiliki masalah dengan mestrulasi yakni waktu yang tidak teratur yang bahkan bisa saja telat hingga 3 bulan lamanya. Yang mau saya tanyakan, bagai mana cara menghitung kehamilan pada orang yang memiliki masalah dengan haid yang tak lancar ini, apakah bisa dihitung sama dengan orang yang memiliki siklus haid yang normal?

    Dijawab Oleh : Sahputri Ramadhani
    Diskusi Dari:
    Jenni

    Selamat siang dok, saya mau bertanya. Saat ini usia pernikahan saya menginjak 2 minggu. Saat saya melakukan hubungan intim dengan suami saya pertama kalinya, tiba tiba saya merasakan gatal di bagian vagina yang tidak tertahankan. Selain itu, dari bagian vagina saya juga keluar cairan putih yang di sertai dengan kepingan putih seperti susu. Selain itu, saya juga sering merasakan gatal, perih dan juga sakit yang begitu dasyat ketika melakukan hubungan. Apakah ini merupakan hal yang serius bagi kesehatan?

    Dijawab Oleh : Jenni