×

Jangan Hentikan Pemberian ASI Apabila Bayi Mengalami Brastmilk Jaundice

Bagikan Artikel :

Jangan Menghentikan Pemberian ASI Apabila Bayi Mengalami Brastmilk Jaundice

Breastmilk jaundice yaitu bayi yang tampak kuning dengan kadar bilirubin diatas normal yang disebabkan karena pemberian ASI. Kondisi ini biasanya timbul setelah bayi berusia sekitar 1 minggu dan memuncak pada hari ke-10 sampai ke-21, namun dapat berlangsung selama 2-3 bulan. Selama kurun waktu tersebut, walaupun bayi banyak minum ASI, pertambahan BB-nya bagus, BAB sering, BAK berwarna bening, bayi sehat, aktif, lincah dan responsif, namun Bilirubin-nya tetap tinggi dan bayi tetap kelihatan kuning. Hal ini normal karena pada beberapa hari pertama, enzim di hati yang bertugas mengolah bilirubin relatif belum matang.

Related Posts :

    Penyebab Brastmilk Jaundice

    Penyebab brastmilk jaundice ini belum diketahui secara pasti, namun kalangan medis mencurigai bahwa beta glucuronidase, suatu zat yang terdapat dalam ASI mengurangi kemampuan lever bayi untuk mengatasi kadar Bilirubin dalam tubuhnya dan fungsi hati bayi yang masih belum sempurna. Tapi kondisi ini sangatlah normal dan tidak perlu berhenti menyusui.

    Ciri-ciri Brastmilk Jaundice

    Ciri-ciri yang terlihat adalah kulit bayi terlihat tampak kuning, bagian mata bayi pun terlihat tampak kuning. Jika melakukan tes laborat maka kadar bilirubin inderect menjadi tinggi.

    Brastmilk Jaundice Akan Menghilang Dengan Sendirinya

    Kuning yang dikarenakan asi akan hilang seiring bertambahnya imunitas bayi Anda serta kuning akan bertahan paling lama 3 bulan.Untuk menentukan kondisi bayi Anda baik maka pastikan bayi tetap aktif, mengonsumsi asi yang cukup, BAK lancar (min 6x/sehari) serta BAB lancar.

    Hal Yang Perlu Diwaspadai

    Namun jika bayi Anda tampak lesu, BAK tidak lancar, BAB tidak lancar, kuning pada bayi berlangsung lebih dari 3 bulan dan kadar bilirubin diatas angka 11 segera konsultasi kan bayi Anda kepada dokter spesialis anak.

    Kondisi seperti ini harus dirawat di rumah sakit melalui fototerapi. Fototerapi dilakukan dengan cara meletakkan bayi dalam boks dan diberikan sinar dari lampu fluorescent atau ultra violet untuk beberapa hari. Tindakan ini bertujuan untuk mematangkan fungsi hati bayi sehingga bisa bekerja dengan baik untuk mengeluarkan bilirubin berlebih pada tubuhnya.

    Pada saat fototerapi, bayi akan ditelanjangkan, namun mata dan alat kelaminnya akan ditutup kain supaya tidak terkena dampak sinar ultra violet. Jika bayi Anda harus difototerapi, Anda tetap berhak berada di dekatnya dan memberikan ASI. Jika Si Kecil belum bisa mengisap dengan maksimal, perahlah ASI Anda dan berikan secara rutin setiap 2 jam sekali dengan menggunakan cup feeder, pipet, atau sendok.

    Pemahaman Yang Keliru Mengenai Brastmilk Jaundice

    Seringkali, Air Susu Ibu (ASI) disalahkan sebagai salah satu penyebab timbulnya penyakit kuning atau jaundice pada bayi baru lahir. Akibat dari salah pengertian tersebut, seringkali seorang ibu disarankan untuk berhenti menyusui dan memberikan ASInya, dan bayi kemudian diberikan susu formula ataupun air glukosa. Pdalah untuk membantu mencegah kuning tidak bertambah parah, bayi-bayi membutuhkan ASI lebih banyak.

    1. Mereka harus mulai menyusu sejak dini, segera setelah persalinan.
    2. Mereka harus sering menyusu, tanpa dibatasi.
    3. Bayi yang diberi ASI perah harus mendapat 20% ASI perah tambahan.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : January 22, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Keputihan

  • Oleh : Fitria Kaerunisa
  • 2 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat malam dok saya ingin bertanya, sebelumnya saya belum pernah berhubungan dan menikag sudah 1 minggu keputihan saya tidak berhenti. Keputihan saya berwarna putih susu, kadang bergumpal kadang tidak, mengeluarkan bau, dan kadang ada cairan putih keluar gitu dok kira-kira kenapa ya dok

    Bisakah Setelah Melakukan Kuret Hamil Lagi ?

  • Oleh : Nenk Marsya
  • 5 tahun, 2 bulan yang lalu

    Bu bidan, kakak saya kemarin habis kuret padahal dikehamilannya yang pertama dia melahirkan secara normal dan sekarang baru hamil muda sudah keguguran. Tapi anehnya kakak saya gak kapok bu dan katanya ingin cepat hamil lagi, tapi yang pernah saya denger katanya orang yang sudah melakukan kuret itu susah hamil itu benar gak ya bu bidan ? Terima kasih.

  • Oleh : Nenk Marsya
  • Ambeyen

  • Oleh : Santi Meilani
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Dok saya sudah menikah 3tahun saya pernah keguguran dok 2kali pas waktu itu saya pernah di test via test terus pas di periksa kata bu bidan di miss v saya kaya ada yang keluar kayak ambeyen gitu gmana cara mengatasinya nya dok biar bisa ke dalam lagi biar bisa normal lagi

    Bolehkah ibu yang sedang hamil dipijat?

  • Oleh : Alesha Zahra
  • 5 tahun, 2 bulan yang lalu

    Istri saya tengah mengandung usia 7 bulan, dan dia sering mengeluh pegal-pegal dibagian leher, kaki dan tangan, sehingga dia selalu minta untuk dipijat. Apakah boleh ibu hamil dipijat?

    Haid yang sebentar

  • Oleh : Eka putri Komalasari
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat sore bidan ,
    Saya ingin bertanya ,saya mengalami flek menstruasi di tgl 22 jan 2020 pada mlm hari .
    Dan keluar darah mens seperti biasa nya tp pd saat besok hari nya di tgl 23 pagi nya darah nya berhenti , dan sore hari nya darah mens sedikit .
    Apakah itu normal bu bidan ?
    Terimakasih.

    Tanya Bidan