×

Jenis-jenis Cacat Mata Pada Bayi Baru Lahir Yang Perlu Bunda Ketahui

Bagikan Artikel :

Jenis-jenis Cacat Mata Pada Bayi Baru Lahir Yang Perlu Bunda Ketahui

Masalah pada mata bisa terjadi pada bayi baru lahir atau disebut dengan cacat mata bawaan. Cacat mata bawaan merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan pembentukan organ atau jaringan tubuh janin, sehingga ia terlahir dengan gangguan bentuk atau fungsi mata. Cacata pada mata banyak sekali jenisnya dan tentu penanganannya berbeda-beda.

Jenis Cacat Mata Bawaan pada Bayi Baru Lahir

  1. Katarak kongenital
    Katarak kongenital adalah penyakit cacat mata bawaan yang menyebabkan kekeruhan lensa mata pada bayi yang terjadi sejak lahir. Penyakit mata bawaan ini dapat membuat cahaya yang masuk ke mata bayi terhalang, sehingga penglihatan bayi menjadi buram. Kondisi ini bisa terjadi hanya pada salah satu mata atau kedua mata bayi.
    Tidak semua katarak kongenital bisa mengganggu penglihatan bayi, umumnya katarak kongenital baru menimbulkan masalah pada penglihatan bayi jika sudah parah.
    Meski demikian, katarak kongenital yang ringan juga bisa menjadi semakin memburuk dan menyebabkan kebutaan apabila tidak mendapatkan penanganan. Oleh karena itu, penyakit mata bawaan ini penting untuk diperiksakan ke dokter sedini mungkin agar dapat segera ditangani.
  2. Glaukoma kongenital
    Glaukoma kongenital adalah penyakit cacat mata bawaan pada bayi yang terjadi ketika saraf mata bayi mengalami kerusakan dan pembengkakan akibat peningkatan tekanan di dalam bola matanya.
    Bayi yang terlahir dengan cacat mata bawaan ini biasanya akan mengalami beberapa gejala berupa mata yang sering berair, mata bayi tampak bengkak, kornea mata bayi tampak keruh, dan bayi sering menutup mata karena sensitif terhadap cahaya.
    Penyakit yang biasanya bersifat turunan ini dapat membuat bayi mengalami gangguan penglihatan. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan pada bayi.
    Untuk menangani penyakit cacat mata bawaan ini, dokter dapat melakukan operasi pada mata bayi. Namun, jika operasi tidak dapat segera dilakukan, dokter dapat memberikan obat-obatan tetes mata atau obat minum pada bayi guna mengurangi tekanan pada bola matanya.
  3. Retinopathy of prematurity (ROP)
    Retinopathy of prematurity (ROP) merupakan gangguan mata yang banyak dialami oleh bayi prematur. Semakin kecil berat badan bayi ketika dilahirkan atau semakin awal bayi dilahirkan, semakin tinggi pula risikonya untuk terkena ROP.
    Kondisi ini berpotensi membuat retina bayi berkembang secara tidak normal, sehingga fungsinya terganggu dan menimbulkan gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan.
    Penanganan ROP tergantung tingkat keparahannya. Pada ROP yang masih tergolong ringan, pengobatan mungkin tidak diperlukan karena kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya.
    Namun, bila ROP yang diderita bayi sudah tergolong parah, penanganan yang tepat adalah tindakan operasi. Beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menangani ROP yang parah adalah bedah laser dan bedah beku atau krioterapi.
  4. Congenital dacryocystocele
    Congenital dacryocystocele merupakan cacat mata bawaan yang terjadi akibat adanya penyumbatan pada kelenjar air mata. Kondisi ini menyebabkan penumpukan air mata pada saluran air mata yang seiring waktu akan membentuk sebuah kantung di sekitar kelenjar air mata.
    Penyakit mata pada bayi ini biasanya akan membaik sendiri dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, jika terjadi peradangan atau infeksi pada mata, kondisi ini perlu diobati oleh dokter.
    Untuk mengobati dacrocystocele yang terinfeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk bayi. Namun, jika tidak membaik atau semakin parah, dokter mungkin akan mengatasi kondisi ini dengan langkah operasi.
  5. Mata juling
    Mata juling pada bayi yang baru lahir biasanya merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Menginjak usia 4-6 bulan, mata bayi seharusnya akan mulai fokus pada suatu benda dan tidak terlihat juling lagi.
    Namun, jika mata bayi tetap terlihat juling setelah usianya sudah di atas 6 bulan, bisa jadi mata juling tersebut disebabkan oleh cacat mata bawaan. Mata juling pada bayi bisa disebabkan faktor genetik serta kelainan pada saraf atau otot mata yang membuat posisi mata bayi tampak tidak sejajar.
    Mata juling pada bayi merupakan jenis cacat mata bawaan yang perlu ditangani dengan cara operasi.
  6. Anoftalmia dan mikroftalmia
    Anoftalmia merupakan cacat mata bawaan ketika bayi lahir tanpa satu atau kedua bola mata. Sementara, mikroftalmia merupakan gangguan perkembangan mata yang membuat salah satu atau kedua mata bayi memiliki ukuran abnormal (sangat kecil).
    Bayi dengan mikroftalmia mungkin masih bisa melihat walaupun penglihatannya mungkin terbatas.
    Hingga saat ini belum ada penanganan khusus yang bisa dilakukan untuk mengatasi kedua jenis cacat mata bawaan ini. Namun, prosedur bedah kosmetik dapat dilakukan guna memperbaiki bentuk rongga mata dan memasang bola mata prostetik, sekaligus mendukung perkembangan tulang wajah bayi.
  7. Coloboma
    Coloboma adalah cacat mata bawaan yang terjadi akibat tidak terbentuknya jaringan mata atau sekitar mata. Bayi yang terlahir dengan coloboma bisa kehilangan bagian mata tertentu, seperti iris, lensa mata, kornea, kelopak mata, saraf mata, hingga retina.
    Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi keluhan ini bervariasi, tergantung bagian mata mana yang hilang dan tingkat keparahannya.
    Jika sudah berat atau mengganggu penglihatan, dokter dapat menangani coloboma dengan cara operasi atau menyarankan penggunaan alat bantu, seperti lensa mata atau kacamata khusus, kelak setelah bayi sudah berusia lebih tua.

Cara Pencegahan Cacat Mata Pada Bayi Baru Lahir

Untuk mengurangi risiko terjadinya cacat mata bawaan pada bayi, penting juga bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan, terutama bila ada riwayat penyakit kongenital atau penyakit mata bawaan di dalam keluarga. Selain rutin melakukan pemeriksaan, ibu hamil juga wajib melakukan imunisasi TT. Dan menjaga pola makan.
Jika bunda si kecil memiliki tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas Bunda harus segera memeriksakan ke dokter untuk ditangani secepat mungkin.

Related Posts :

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : October 31, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    IUD yang Masih Terpasang Saat Hamil, Bahayakah ?

  • Oleh : Jenni
  • 7 tahun, 8 bulan yang lalu

    Bu bidan saya sekarang sedang mengandung anak k 2, dan saat ini usia kandungan saya 4 bulan. Namun dikehamilan saat ini saya khawatir karena ternyata IUD yang sebelumnya masih terpasang. Bagaimana langkah yang seharusnya saya lakukan, saya takut mempengaruhi janin saya. Karena ada yang menyebutkan bila dilepas akan mengakibatkan keguguran. Mohon penjelasanan bu bidan.

    Terimakasih

    Persalinan Yang Di Lakukan Di Dalam Air

  • Oleh : Ribka Veronika Tatengkeng
  • 7 tahun, 10 bulan yang lalu

    Selamat Pagi Ibu Bidan 🙂

    Saya mau bertanya seputar persalinan di dalam air, apakah persalinan itu aman di lakukan? Dan apa saja manfaat manfaat serta bahaya dari persalinan tersebut bagi kesehatan ibu dan anak yang akan di lahirkan?

  • Oleh : Ribka Veronika Tatengkeng
  • Membiasakan Anak Bersikap Sopan pada Orang Lain

  • Oleh : ade
  • 7 tahun, 7 bulan yang lalu

    Pagi Bu Bidan saya mau tanya bagaimana cara mengajarkan anak untuk bisa sopan pada orang lain ? baik itu pada orang tua, teman sebayanya atau pada anak yang lebih kecil darinya ?

    evidence base

  • Oleh : katjawilfred9
  • 6 tahun, 5 bulan yang lalu

    Apa evidence base dari persiapan persalinan??

    Penyebab menstruasi dua kali dalam sebulan

  • Oleh : frenni franita
  • 7 tahun yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya, saya siska umur 26 tahun sudah beberapa bulan ini saya mengalami mentsruasi dua kali dalam sebulan apakah itu normal. Dan apa penyebab menstruasi terjadi dua kali dalam sebulan? mohon penjelasannya trims

    Tanya Bidan