×

Kapasitas Perut Bayi Sesuai Dengan Usianya

Bagikan Artikel :

Kapasitas Perut Bayi Sesuai Dengan Usianya

Sufor atau pun ASI tidak akan merubah nilai seorang ibu. Karena memang ada 1 dari 1000 wanita yang benar-benar tidak bisa memberikan ASI karena kelainan anatomi payudara dan hormone laktasi. Tapi jika payudara Anda bisa mengeluarkan ASI, alangkah baiknya bayi Anda diberikan ASI, karena bagaimanapun ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi.

Related Posts :

    Nah di sini Bidan Citra bakalan share mengenai hebatnya ASI. Dan saking hebatnya ASI, jumlahnya pun menyesuaikan dengan kapasitas perut dan kebutuhan nutrisi si Kecil. Makanya, Anda gak perlu khawatir dan galau kalau merasai ASI gak keluar atau belum banyak. Karena kebuuhan ASI si Kecil di usia 1 bulan pertama nyatanya masih sangat kecil.

    Kapasitas Perut Bayi

    1. Hari ke 1
      Nah di hari pertama kelahiran banyak ibu yang setres karena ASI hanya keluar setetes. Perlu diingat bahwa di hari pertama ini yang keluar itu adalah kolostrum dan kapasitas perut bayi seperti buah ceri tau kelereng yang hanya menampung sekitar 5-7ml. Dengan ukuran yang kecil ini lambung bayi tidak bisa meregang/membesar karena belum elastis. Jadi jangan langsung lari ke sufor yah Bun.
    2. Hari ke 2
      Di hari kedua ini lambung bayi bertambah besar seperti kacang walnut, kira-kira bisa menampung ASI hingga 22 hingga 27ml.
    3. Usia 1 minggu
      Setelah seminggu lahir, lambung bayi kembali membesar seperti bola pingpong. Produksi ASI yang dihasilkan akan meningkat sekitar 45-60 mili liter. Pada hari ke tujuh ini, cairan ASI memiliki tekstur lebih cair. Ibu harus mulai banyak mengonsumsi makanan penambah produksi ASI seperti buah dan sayur yang kaya serat serta air putih 2-3 liter perhari.
    4. Usia 1-6 bulan
      Minggu ke 4 kondisi lambung bayi sudah sebesar telur ayam. Mereka mampu menampung 80-150 mili liter ASI setiap harinya. Ukuran tersebut bahkan bisa terus bertambah sesuai sisterm metabolism anak dan kebutuhannya. Anda sebaiknya tidak menunda memberikan ASI meski bayi belum meminta. Sebaiknya Anda menyusui bayi 2 jam sekali. Meski ukuran lambung bayi semakin membesar, tapi menyusui bayi tetap sering karena ASI mudah diserap dan dicerna oleh lambung.
    5. Usia 6-12 bulan
      Ukkuran lambung bayi sudah sebesar bola sepak takraw. Produksi ASI juga akan meningkat sebanyak 150-550 mili liter. Pada bulan pertama, normalnya frekuensi menyusui sebanyak 8-12 kali per hari. Namun, selanjutnya kuantitas tersebut semakin meningkat sesuai kapasitas lambungnya. Anda dapat membangunkan bayi setiap 2 jam sekali untuk memberikan ASI.
      Nah selama menyusui, Anda dianjurkan supaya dapat memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan secara langsung. Saat bayi baru lahir hindari segala jenis campuran susu formula serta botol susu pada mulut bayi, supaya mereka dapat belajar menghisap putting.

    Nah untuk para ibu baru, jangan mengklaim bahwa setiap bayi menangis adalah lapar. Apabila anda beranggapan seperti itu maka ketika bayi baru saja disusui tapi tetap mengangis Anda berfikir bahwa ASI Anda kurang, lalu anda akan beralih ke sufor. padahal bisa saja bayi Anda menangis karena ruam popok, tidak nyaman karena selasai BAB, kepanasan, kedinginan, gatal karena digigit nyamuk, perlu didekap untuk merasa aman dll. Ingat yah bun tangisan bayi adalah cara ia berkomunikasi.

    Oh ya Bun, ngomong-ngomang si Kecil sudah berusia berapa sekarang?

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 31, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Cara Membujuk Anak Mau Minum Obat

  • Oleh : Dayat Ya Hidayat
  • 4 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Bagaimana caranya supaya anak mau minum obat tanpa paksaan ? Anak saya sudah berusia 6 tahun masih saja menolak minum obat ketika ia sakit. Metode mencekoki obat ke mulutnya tak mempan, yang ada obat keluar lagi. Mohon solusinya bu. Terimakasih

  • Oleh : Dayat Ya Hidayat
  • Mengatasi lelah saat hamil

  • Oleh : priscillaledoux
  • 4 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saya Dila usia 32 tahun. Saat ini saya sedang hamil 5 bulan. Namun akhir-akhir ini saya cepat sekali merasa lelah bu bidan, tidak bersemangat dan pengennya tiduran terus. Ada tips ga bu bidan buat mengatasi rasa lelah saat hamil. Mohon jawabannya

    Keputihan

  • Oleh : indah nian lestari
  • 1 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat malam bu saya mau tanya , saya slalu keputihan setiap hari , sebenernya yang keluar dr vagina itu keputihannya warna putih pekat tp kelamaan dicelana dalam berubah jd warna kuning tp entah lah sebenernya warna apa saya juga bingung . Dan kemaren vagina sayaa terasa gatal sekali dan akhirnya saya berobat kepuskesmas terdekat dan saya dikasih obat metronidazol dan chlorphenamine maleate . Saya merasa sudah baikan setelah minum obat itu sekali dan karena merasa sudah sembuh saya tidak melanjutkan meminum obat tersebut . Dan hari ini gatal nya kambuh lagi . Sebenernya saya tuh sakit apa ya dok ? Apakah saya terkena kanker servik?

    Makan semangka

  • Oleh : Ummu khalid
  • 3 tahun, 4 bulan yang lalu

    Pada ibu hamil dengan mengkonsumsi semangka baik ndag dokter.

    tumbuh gigi saat lahir

  • Oleh : Jasmine Putri Mustofah
  • 3 tahun, 4 bulan yang lalu

    Anak saya lahir sdh memilki dua gigi bawah, dan pada saat usia 5 bulan gigi nya patah dan sampai sekarang usia anak saya 11 bulan sisa gigi itu masih ada. Pertanyaan saya tidak masalah kah sisa gigi tersebut dan apakah dengan sendiriny gigi tersebut bisa tanggal sendiri.

    Tanya Bidan