×

Kontroversi Kelahiran Lotus Birth Antara Dunia Medis dan Budaya Masyarakat

Bagikan Artikel :

Kontroversi Kelahiran Lotus Birth Antara Dunia Medis dan Budaya Masyarakat

Setiap kali bayi yang baru lahir di tenaga medis, akan langsng melakukan pemotongan tali pusat sebagai upaya menurunkan risiko perdarahan hebat pada ibu. Namun saat ini tradisi nenek moyang yang mulai dipercaya kembali dan di adopsi mengenai membiarkan tali pusat tersambung dengan plasenta hingga terlepas dengan sendirinya. Hal ini disebut dengan lotus birth.

Lotus birth adalah proses melahirkan bayi dengan tetap membiarkan tali pusat terhubung dengan plasenta selama beberapa hari. Tali pusat dan plasenta yang menempel di pusar bayi tidak langsung dipotong usai ibu bersalin namun dibiarkan mengering sendiri dan terputus sendiri biasanya 3-10 hari. Masyarakat mengatakan bahwa tindakan lotus birth membuat bayi lebih tenang, tidak rewel, tidur lebih nyenyak dan mengisap ASI lebih banyak.

Namun dalam dunia medis, jika plasenta dibiarkan terlalu lama setelah melahirkan, ada risiko infeksi pada plasenta yang akibatnya bisa menyebar ke bayi. Sebab, pada tahap pascamelahirkan, plasenta tidak memiliki sirkulasi dan hanyalah jaringan mati.

Manfaat Lotus Birth yang Dipercayai Masyarakat

Beberapa masyarakat percaya bahwa tali pusat yang dipotong, akan menyebabkan stress pada bayi sehingga bayi menjadi trauma. Menurut masyarakat kelebihan lain yang diberikan metode melahirkan kelahiran lotus, sebagai berikut:

1. Ketika bayi tetap terhubung dengan plasenta, stres atau trauma menghadapi fase transisi dari lingkungan rahim memasuki dunia akan berkurang.

Related Posts :

    2. Bayi diyakini merasa lebih familier dan tenang menjalani kehidupan awalnya.

    3. Menjalin kedekatan yang lebih baik dengan ibunya.

    4. Memberi peluang bagi bayi yang baru lahir untuk mendapat asupan darah yang kaya nutrisi dan zat-zat mineral (ureum, natrium, iron dan sebagainya), serta oksigen yang masih tersisa dalam plasenta.

    5. Mencegah bayi kekurangan zat besi dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi

    Efek Buruk Lotus Birth dalam Dunia Medis

    Pada dasarnya begitu plasenta keluar dari rahim ibu, fungsinya sudah tidak ada lagi. Nutrisi bayi akan terpenuhi lewat ASI dan organ yang sudah mati (plasenta yang lahir) bisa terkontaminasi dengan bakteri dan kuman-kuman hingga menyebabkan infeksi. Selama plasenta masih ada hubungan dengan bayi tentu saja bisa merambat ke tubuh bayi.

    Selain itu memotong tali pusat segera setalah bayi lahir bisa mencegah bayi menjadi kuning karena bilirubin (senyawa hasil metabolisme hati) yang tinggi.

    Terlebih lagi bila terjadi kasus rhesus darah ibu bertentangan dengan bayi. Semakin lama tali pusar dibiarkan, maka akan semakin banyak darah ibu yang tidak sesuai bercampur dengan darah bayi. Oleh karena itu secara medis, tali pusar harus segera diklem atau dipotong.

    Indikasi Penundaan Pemotongan Tali Pusat

    Dalam keadaan kurang sehat atau bayi tidak bugar, memang terkadang dilakukan delay clamping (penundaan klem). Jadi bayi dibiarkan tetap dengan ari-arinya, agar mendapatkan darah lebih banyak. Menunda pemotongan tali pusat selama beberapa saat. Penundaan pemotongan tali pusat tidak hanya memberikan lebih banyak darah yang dapat disalurkan, tetapi juga membantu mencegah anemia.

    Penundaan pemotongan tali pusat ini tidak lama, hanya selama satu sampai tiga menit dan terbukti dapat meningkatkan hemoglobin (kadar sel darah merah), hematokrit dan ferritin (zat besi) pada bayi baru lahir. Hal ini berbeda dengan praktik kelahiran lotus yang membiarkan tali pusat berhari-hari hingga putus secara alami.

    Di Indonesia, preferensi untuk persalinan dengan metode kelahiran lotus masih sangat jarang. Kecuali yang banyak dipraktikkan oleh bidan di Bali karena tidak terlepas dari tradisi budaya dan kepercayaan.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 18, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Kenapa tidak haid

  • Oleh : Gita lepia Ningsih
  • 4 bulan yang lalu

    Permisi Bu.
    Saya mau tanya kan saya melahirkan bulan Juni 2019 nah trus pas anak saya umur 1 bulan saya disuruh KB sama orang tua saya dan saya pakai KB 3 bulan nah itu cuma 2x terus pas anak saya umur 5 bulan saya langsung lepas KB tapi sampe skrg anak saya umur 1 tahun setengah saya belum juga haid knpa ya? Apakah aman? Terimakasih.

  • Oleh : Gita lepia Ningsih
  • Organ Kewanitaan

  • Oleh : Luluk Atul Alia
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat malam dok
    Mau tanya, akhir akhir ini aku keputihan bercampur lendir being gitu dok, bau agak menyengat tp tdk berubah warna tetap kental seperti susu, tp maaf sebelumnya dok, lubang vagina tempat untuk memasuki penis itu punyaku kenapa berwarna pucat ya dok? Tolong penjelasannya

    Hubungan intim

  • Oleh : Ilham Dwi
  • 7 bulan, 2 minggu yang lalu

    Bidan mau tanya, teman saya sering melakukan hubungan intim dengan pacarnya, kadang sehari kadang bisa 4 kali hubungan intim, sring hubungan intim, penis teman saya tidak ereksi tapi keluarin sperma warna kuning dan agak tebal, itu kenapa ya

  • Oleh : Ilham Dwi
  • Kehamilan

  • Oleh : Suci Satwari
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Dok,saya suci mau nanyak,
    Semenjak nikah udh 1,5 tahun saya haid sebulan 2x.
    D USG kata dokter hormon.
    Saya pengen punya momongan.
    Apakah bahaya haid sebulan 2x dok

    Rasa ganggu miss v pada wanita

  • Oleh : MEGA JULIANTI MANULANG
  • 10 bulan, 3 minggu yang lalu

    Selamat siang bu bidan, saya bunda Mega mau tanya soal ganguan yg saya alami sekarang.
    Sebelumnya saya sudah terlambat haid selama 38hari dan setiap akhir bulan biasanya siklus mens lancar hanya terkadang tanggalnya yg selalu acak, terakhir saya menstuasi bulan februari bu bidan.
    Tapi kenapa yaa bu miss v sering terasa seperti nyeri mau mens tapi bukan mens hanya kadang² keputihan biasa bu bidan.
    Waktu kemaren saya Minggu tgl 3 mei 2020 saya mengalami keram karena salah asumsi makanan, saya setelah buka puasa makan pedas habis itu saya minum susu, lambung nyeri, dan bagian bawah perut yg teramat sakit, saya mau perikasakan diri tapi berhubung wabah virus covid-19 jadi takut kerumah sakit bu bidan.
    Kiranya saya kenapa yaa bu bidan?

    Tanya Bidan