×

Manfaat Tidak Terduga Dari Kebiasaan Bayi Menghisap Jari

Bagikan Artikel :

Curhat Bidan – Sebagian orang tua merasa risih saat bayinya menghisap jari. Mereka menganggap menghisap atau mengemut jari merupakan kebiasaan buruk yang harus dihilangkan. Sebenarnya kebiasaan bayi menghisap jari merupakan hal yang wajar. Apalagi saat bayi baru lahir sampai usia 3 bulan hal ini merupakan kebutuhan. Kebiasaan ini juga akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun tahukah bunda, jika ada manfaat dibalik kebiasaan bayi menghisap jarinya ? Untuk mengetahui manfaat tidak terduga dari kebiasaan bayi menghisap jari simak penjelsanan berikut.

Semua bayi suka menghisap jarinya. Aktivitas ini termasuk kesenangan bagi mereka. Kebiasaan menghisap jari timbul karena ada dorongan alamiah yang kuat dari dalam diri bayi yang baru lahir bahkan saat mereka masih dalam kandungan. Bayi menghisap jari bisa disebabkan oleh keadaan psikologisnya misalnya lapar, mengantuk, gelisah, dan takut. Cara ini dilakukan bayi untuk menenangkan dirinya sendiri. Dengan menghisap jari, mereka akan merasa aman dan nyaman. Awalnya mereka menghisap jari karena tidak sengaja memasukan tangan ke mulut. Lama Kelamaan bayi akan merasa menghisap jari adalah hal yang menyenangkan dan membuat mereka bahagia.

Kebiasaan menghisap jari menunjukkan bayi bunda sehat dan normal karena refleks hisap sudah seharusnya dimiliki bayi sejak lahir. Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan bayi untuk menyusui. Bayi dengan refleks hisap yang baik tidak perlu dimasukkan puting secara langsung ke mulutnya. Cukup dengan menempelkan puting ke pipinya, maka bayi akan mencari arah puting itu sendiri.

Mulut selain berfungsi untuk makan, juga bisa menjadi alat bagi bayi untuk bereksplorasi. Tindakan memasukan jari ke mulut merupakan stimulus yang diperlukan. Menghisap jari akan membantu bayi belajar mengenal bagian mulut dan tangan serta melatih kemampuan koordinasi tangan dan mata mereka. Selain itu, dengan memasukan tangan ke mulut reflesk muntah bayi akan ditekan.

Jika bunda merasa khawatir akan adanya kotoran atau kuman yang masuk saat bayi menghisap jari, sebaiknya bersihkan tangan bayi secara berkala dengan menggunakan tisu basah khusus bayi. Tidak disarankan untuk memakaikan sarung tangan atau memberikan empeng pada bayi. Memberika sarung tangan bisa menimbulkan masalah bagi bayi. Jika sarung tangan dihisap terus, maka akan menjadi basah dan lembab. Pada keadaan ini kotoran dan kuman dapat melekat dengan mudah. Sedangkan dengan menggunakan empeng, perut bayi akan mudah kembung karena banyaknya udara yang masuk.

Meski bermanfaat kebiasaan bayi menghisap jari normal dilakukan sampai bayi berusia 7 bulan. Jika kebiasaan menghisap jari terus berlanjut dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan gusi dan gigi serta kemampuan bicara. Kelamaan menghisap jari juga bisa menyebabkan tangan bayi iritasi. Namun, bunda jangan cemas karena kebiasaan ini bisa hilang dengan sendirinya. Bunda juga jangan memaksa dengan menarik tangan bayi dari mulutnya, karena bisa membuat bayi frustasi dan ingin terus menghisap jarinya.

Cara terbaik untuk menghilangkan kebiasaan bayi menghisap jari adalah dengan menarik tangannya secara perlahan dan mengajaknya melakukan aktivitas dengan tangan seperti bertepuk tangan atau memberikan mainan teether. Bisa juga dengan mengoleskan makanan yang pahit pada jarinya. Jika semua cara tersebut telah dilakukan dan tidak membuahkan hasil, bunda bisa konsultasikan hal ini pada ahlinya untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Sekian artikel curhat bidan kali ini, semoga bermanfaat.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : April 5, 2017

    Pertanyaan Pengunjung :

    Isolasi mandiri

  • Oleh : Eko Pratama
  • 4 bulan yang lalu

    Apakah boleh berhubungan dengan istri selama isolasi mandiri,?
    Saya tidak mempunyai gejala corona

    Kanker payudara

  • Oleh : Dyah Melati
  • 12 bulan yang lalu

    Assalamu’alaikum dok . Saya mau tnya ..
    Apakah beberapa benjolan kecil smprt kelereng di payudara trmsuk dikategorikan sbg tanda2 kanker payudara? Benjolanya ada beberapa di kanan kiri

    ASI

  • Oleh : erni uli
  • 4 bulan yang lalu

    bu bidan saya saya seorang ibu yg lagi menyusui,anak saya baru berumur 2,5 bulan,waktu lahir asi saya blm keluar sampai hari ke 3 setelah operasi namu anak saya gak mau menyusui langsung,jadi saya harus pumping,sementara dari PD saya setia setengah jam asi sudah menetes,jadi per dua jam saya pumping bisa sampai 500-600 ml
    nah karena saya sdh kerja saya jarang pumping akhirnya sekarang asi saya terjun bebas sekali pumping cuma 60 ml,sedih bu bidan anak saya jadi rewel
    apa yg saya harus lakukam agar asi saya bisa kembali banyak ?
    dan apakah masih mungkin bisa banyak
    Terimakasih sebelumnya

    Tanda awal kehamilan

  • Oleh : I made oka putra Wirawan
  • 6 bulan, 3 minggu yang lalu

    Selamat pagi
    Saya mau tanya..tanda tanda awal kehamilan seperti apa.?
    Istri saya awal haid tgl 5januari 2020..siklus bisa 28 dan 30hari..pas tgl 16januari 2020 saya cek pakai alat ovulasi tetnyata positif..dan kami melakukan hub suami istri…
    Dari tgl 23 januari perut sebelah kiri bawah mulai kram2 sampai saat ini..kadang2 kram sampai ke punggung dan bagian tengah perut bawah..serta susah BAB dan sering buang gas..
    Tapi sampai sekarang belum ada nyeri d payudara..
    Apa mungkin istri saya hamil.?

    Terima kasih..

    tumbuh gigi saat lahir

  • Oleh : Jasmine Putri Mustofah
  • 2 tahun, 11 bulan yang lalu

    Anak saya lahir sdh memilki dua gigi bawah, dan pada saat usia 5 bulan gigi nya patah dan sampai sekarang usia anak saya 11 bulan sisa gigi itu masih ada. Pertanyaan saya tidak masalah kah sisa gigi tersebut dan apakah dengan sendiriny gigi tersebut bisa tanggal sendiri.

    Tanya Bidan