×

Pemberisan ASI Secara Berlebihan Bisa Membuat Bayi Obesitas Lho!

Bagikan Artikel :

Pemberisan ASI Secara Berlebihan Bisa Membuat Bayi Obesitar Lho!

Biasanya bayi yang diberikan susu formula lebih gemuk dibandingkan bayi dengan ASI ekslusif. Tapi tidak jarang bayi yang mengonsumsi air susu ibu (ASI) tampak lebih gemuk ketimbang bayi yang diberikan susu formula.

Memang bayi yang gemuk, lucu dan menggemeskan. Namun gemuk pada bayi secara berlebihan bisa membuat bayi beresiko obesitas. Lalu bagaimana jika bayi yang obesitas tapi dengan ASI ekslusif? Apakah tetap aman?

Benarkah ASI Menyebabkan Bayi Obesitas?

Bayi yang diberi ASI memang tumbuh lebih cepat selama 3-4 bulan pertama. Namun seiring waktu, pertumbuhan bayi akan cenderung melambat sejalan dengan kemampuan bergeraknya yang meningkat.

Bahkan pada tahun pertama, bayi yang diberi ASI justru memiliki berat badan lebih ideal dibandingkan bayi yang diberi susu formula. Memasuki usia 2 tahun, berat bayi yang diberi ASI dan susu formula akan cenderung sama.

Jadi, isu bahwa ASI memicu obesitas hanyalah mitos. Menurut penelitian, pemberian ASI ekslusif, terutama dengan disusui langsung dari payudara, justru dapat menurunkan risiko terjadinya obesitas pada bayi. Bayi yang menyusu secara langsung juga kebanyakan memiliki berat badan ideal. Manfaat ini bahkan bisa bertahan hingga dewasa.

Related Posts :

    Pemberian ASI Justru Menurunkan Risiko Obesitas

    • Bayi yang mengonsumsi ASI dapat dapat mengontrol sendiri jumlah ASI yang mereka butuhkan, berbeda dengan susu formula yang memiliki takaran tertentu. Hal ini diyakini mendorong Si Kecil untuk mengenali rasa lapar dan kenyang.
    • Bayi yang mengonsumsi ASI ekslusif memiliki konsentrasi hormon insulin lebih rendah. Hal ini berkaitan, karena kadar insulin yang tinggi dapat memicu penumpukan lemak yang bisa menjadi penyebab obesitas.
    • Bayi ASI ekslusif juga memiliki kadar hormon leptin lebih tinggi. Hormon leptin adalah salah satu hormon penting untuk menghambat nafsu makan dan penumpukan lemak.
    • Bayi yang menyusu secara ekslusif dinilai memiliki bakteri baik yang dapat menjaga sistem pencernaan dan hal ini bisa menghambat obesitas.

    Cara Menghindari Bayi Mengalami Obesitas

    1. Berikan makanan bergizi
      Bayi usia 6 bulan sudah boleh diberi MPASI (Makanan Pendamping ASI). Nah, ketika memulai pemberian MPASI, sebaiknya perhatikan jenis dan jumlah makanan yang akan diberikan.
      Pasalnya, memberi bayi makanan bergizi tidak seimbang, apalagi yang tinggi gula dan kalori justru bisa memicu obesitas. Untuk menjaga berat badan bayi tetap ideal dan agar pertumbuhan dan perkembangannya tetap baik, berikanlah Si Kecil makanan yang mengandung gizi seimbang dan dalam jumlah yang pas.
    2. Hindari pemberian ASI berlebih
      Kasus ini sebenarnya jarang, namun bayi yang minum ASI perah dari botol tetap berisiko mengalami kelebihan berat badan. Hal ini mungkin terjadi karena proses minum yang lebih mudah dan biasanya tidak perlu usaha lebih untuk mengisap ASI dari botol susu.
      Untuk mencegah konsumsi ASI dari botol yang berlebihan, Bunda perlu memerhatikan pemberian dot dan mengamati gelagat bayi ketika minum ASI. Berikanlah ASI perah saat Si Kecil menunjukkan tanda-tanda bahwa ia lapar. Demikian juga saat menyusui langsung, Bunda sebaiknya tidak menyusui terlalu lama atau lebih dari 45 menit.
      Bunda bisa berlega hati, karena isu ASI memicu bayi obesitas tidaklah tepat. ASI tidak serta merta membuat Si Kecil obesitas di kemudian hari.
      Selain itu, Bunda disarankan untuk tidak menilai bayi obesitas hanya karena angka timbangan. Pasalnya, ada aturan berat ideal bayi yang akan mempertimbangkan panjang dan lingkar tubuhnya. Selama bayi masih dalam rentang aman dan dokter tidak memberi peringatan saat pemeriksaan rutin, Bunda tak perlu khawatir.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : February 26, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Haid

  • Oleh : Kireina Adinda
  • 2 tahun, 9 bulan yang lalu

    Permisi dok, saya mau minta petunjuk…
    Saya umurnya 12 thn dan saya mens ny deras.apakah itu normal?

  • Oleh : Kireina Adinda
  • Kehamilan

  • Oleh : Monica Puspitasari
  • 1 tahun, 10 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bu bidaan…
    Mau tanya dong bu..
    Saya kan terakhir haid tgl 1 maret. Dan sampai tanggal 6 april belum jga datang bulan. Semalam tgl 7 saya berhungan dengan suwami saya. Bangun sahur tdi kok ada keluar bercak darah ya bu .. saya jg belum melakukan tespeck setelah telat datang bulan ini. Kenapa ya bu bisa keluar bercak darah dan apa solusi nya ??? Tolong bantuan nya ya bu bidan
    Trimakasih
    Wasallam wr. wb

  • Oleh : Monica Puspitasari
  • Mata Putih Bagian Tengah

  • Oleh : emilia
  • 5 tahun, 6 bulan yang lalu

    Dok saya may tanya, kan saya punya ade yang masih berusia 2 bulan. Awalnya adik saya lahir dengan normal dan juga mata yang normal. Tapi setelah usia adik saya menginjak 1 bulan, tiba tiba saya perhatikan ada warna putih pada bagian mata bagian tengah yang biasanya hitam, itu kira kira kenapa ya dok? jenis penyakit apa kira kira?

    Kehamilan Setelah KB

  • Oleh : Nelly Tampubolon
  • 5 tahun, 5 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan …

    Nama saya Disti Hanifa, saya sudah menikah sekitar 4 bulan ini dan kemarin saya mengaja menggunakan KB jenis suntik 1 bulan sekali untuk menunda kehamilan dan sudah 2 kali ini saya menggunakan KB suntik bu. Sekarang saya mau program hamil dan saya mau bertanya, untuk kembali mendapatkan kesuburan setelah KB berapa bulan bu ? Terus makanan apa aja yang harus saja hindari supaya program hamil saya lancar.

    Terima kasih.

    Bayi Usia 2 Minggu Belum BAB 9 Hari

  • Oleh : Ivie Suci
  • 5 tahun, 6 bulan yang lalu

    Halo dok, saya Resy saat ini usia bayi saya 2 minggu dan saat usia 4 hari bayi saya disinar selama 2 hari, selama disinar bayi saya diberikan susu formula untuk antisipasi dehidrasi dan pulang kerumah banyak bayi saya banyak bab. Tapi sampai sekarang ini sekitar 9 hari dengan full asi belum bab juga, padahal minum asinya banyak dan buang air kecilnya juga cukup banyak. Ada yang harus dikhawatirkan ga yah dok ?

    Tanya Bidan