×

Sisi Positif Dan Negatif Penggunaan Empeng Pada Si Kecil

Bagikan Artikel :

Sisi Positif Dan Negatif Penggunaan Empeng Pada Si Kecil

Bayi memang sering menghisap jari jempol sebagai nalurinya, tak jarang para ibu memberikan empeng untuk si Kecil. Hal ini memang sudah biasa dilakukan para ibu. Apalagi bagi ibu yang masih bekerja, keberadaan empeng akan sangat membantu untuk membuat Si Kecil tetap tenang. Sebenarnya memberi empeng pada bayi boleh-boleh saja. Tapi sebelum ibu memutuskan untuk melakukan hal tersebut, sebaiknya ketahui dulu dampak negatif memberi empeng pada bayi.

Sejak lahir, bayi sudah memiliki refleks alami untuk mengisap. Itulah mengapa bayi sangat suka dan selalu minta “nenen”. Selain karena lapar, mengisap puting ibu juga bisa membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman. Namun, sebagian ibu tidak bisa selalu berada di sisi bayi, sehingga untuk memenuhi keinginan Si Kecil untuk mengisap, memberi empeng sering menjadi solusi yang dipilih. Tapi nyatanya, memberi empeng bukanlah cara terbaik untuk menenangkan Si Kecil, karena hal ini justru bisa memberi dampak buruk pada bayi.

Related Posts :

    Dampak Negatif Memberikan Empeng

    1. Mengganggu Pertumbuhan Gigi
      Empeng yang diberikan pada bayi yang belum memiliki gigi justru bisa menghambat pertumbuhan giginya. Saat bayi menggigit-gigit empeng, gigi yang akan keluar terus tertahan empeng, sehingga akibatnya gigi akan sulit tumbuh keluar. Saat giginya sudah tumbuh pun, mengisap empeng bisa mengganggu pertumbuhan gigi. Gigi depannya dapat tumbuh miring atau cenderung maju ke depan. Pada anak berusia di bawah dua tahun, masalah pertumbuhan gigi bisa membaik dengan sendirinya. Namun, bila bayi terus mengisap empeng sampai usia empat tahun, kondisi gigi yang tumbuh tidak rata akan menetap hingga ia dewasa.
    2. Menghambat proses menyusui
      Hal ini disebabkan mengisap puting payudara berbeda dengan mengisap empeng maupun dot. Pada sebagian bayi, perbedaan puting dan empeng ini bisa membuat bingung, kondisi ini sering dikenal sebagai bingung puting.
      Selain itu, memberikan empeng terlalu dini dapat membuat bayi kesulitan untuk belajar menyusu langsung dari payudara. Agar bayimu tidak lebih memilih empeng atau dot dibandingkan puting payudaramu sendiri, hindari memberikannya empeng atau dot pada minggu-minggu awal setelah lahir, hingga Air Susu Ibu (ASI) bisa keluar dengan lancar dan bayi terampil menyusu dari payudara langsung.
    3. Memengaruhi Lengkungan Rahang
      Tidak hanya mengganggu pertumbuhan gigi, empeng juga bisa membuat lengkungan rahang Si Kecil menjadi tidak bagus. Ketika Si Kecil tumbuh gigi, adakalanya ia menggigit atau menarik empeng dengan giginya. Tekanan yang ditimbulkan ini bisa memengaruhi bentuk rahang dan gigi.
    4. Tidak Higienis
      Bisa saja empeng yang sedang diisap Si Kecil jatuh ke lantai. Jika empeng diberikan lagi ke bayi tanpa disterilkan, hal ini berisiko memindahkan kuman dari lantai ke mulut bayi. Penyimpanan dan perawatan empeng yang kurang bersih juga berpotensi membuat bayi terpapar kuman, sehingga akibatnya bayi bisa mengalami infeksi pada rongga mulut dan giginya.
    5. Anak terlambat bicara
      Menggunakan empeng memang tidak baik, salah satunya adalah adanya resiko terjadinya keterlambatan berbicara. Hal ini bisa terjadi karena otot mulut pada bayi kurang terlatih ketika menggunakan empeng
    6. Menyebabkan Bingung Puting
      Beberapa bayi yang mengisap empeng terkadang mengalami bingung puting saat menyusu langsung dari payudara ibu. Karena itu, ibu sebaiknya tidak memberi empeng pada Si Kecil ketika ia baru berusia beberapa minggu. Sebelum memberi empeng pada bayi, ada baiknya ibu melatih bayi agar bisa menyusu dari payudara langsung dengan baik dan benar.
    7. Rentan terkena infeksi telinga
      Menurut sebuah penelitian, anak-anak yang menggunakan empeng menjadi lebih mungkin mengalami infeksi telinga berulang, dibanding anak yang tidak menggunakan empeng. Dengan membatasi pemakaian empeng hanya hingga anak tertidur, diketahui sudah dapat mengurangi risiko terkena infeksi telinga pada anak pengguna empeng.Meski belum ditemukan secara jelas kaitannya, namun diperkirakan karena orang tua cenderung menggunakan empeng untuk menenangkan anak, maka kadang menjadi lalai untuk mencari tau apa yang sebenarnya menyebabkan anak rewel.
    8. Ketergantungan
      Terlalu sering memberikan empeng pada Si Kecil, bisa membuatnya terlalu bergantung pada empeng. Akhirnya, Si Kecil baru bisa tidur setelah mengisap empeng. Kebiasaan ini dikhawatirkan akan berlanjut sampai anak masuk usia sekolah. Hal ini akan berdampak pada tumbuh kembang dan kemandiriannya. Anak juga akan merasa minder jika ia diejek akibat masih ngempeng. Untuk menghindari ketergantungan pada empeng, sebaiknya batasi penggunaan empeng setiap harinya.

    Sisi Positif Empeng

    Selain dari beberapa efek negative, empeng dapat membantu menenangkan bayi selama prosedur medis umum, misalnya saat suntik vaksinasi atau saat tes darah. Kemudian untuk bayi yang lebih besar, empeng bisa menjadi mainan yang membuatnya merasa nyaman. Penggunaan empeng saat tidur disebut-sebut dapat menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome).
    Namun, bila Bunda ingin memberikan empeng untuk bayi, pertimbangkan juga risiko yang dapat terjadi, meskipun jauh lebih sedikit dibandingkan manfaatnya, terutama seiring bertambahnya usia anak.

    Beri Batasan Dalam Penggunaan Empeng

    Buatlah batasan kepada anak kapan dan di mana empeng boleh digunakan. Misalnya, empeng hanya boleh digunakan di kamar tidur saja pada waktu sore. Maka anak tidak boleh menggunakan empeng selain di tempat tidur pada sore hari atau Bunda dapat menemani anak saat akan tidur dengan menceritakan dongeng kesukaannya. Alihkan perhatiannya dengan mainan atau buku bacaan bila anak berada di tempat lain.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 9, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Apakah Perlu Bayi di Bedong ?

  • Oleh : Marini Sjola Manoppo
  • 3 tahun, 9 bulan yang lalu

    Assalamu’alaikum bu bidan,
    Saya sedang hamil anak pertama, saya mau tanya dong bu bidan saya apakah bayi baru lahir itu wajib di bedong atau tidak ? ada apa saja manfaat dan bahayanya ? terus batasan untuk membedong bayi kira-kira sampai umur berapa ?
    terima kasih ditunggu balasannya bu bidan

    Pencegahan Pregobesity/kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan

  • Oleh : Nita Mustika
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat Pagi,
    Saya Nina saya mau bertanya, bagaimana Cara Pencegahan Pregobesity/kenaikan berat badan yang berlebih selama kehamilan pada Ibu Hamil ?

    Sdh hamil 8 bln blum ada tanda2 memproduksi asi

  • Oleh : Rennym
  • 3 tahun, 6 bulan yang lalu

    Siang bu bidan.. Saya hamil anak pertama.. Usia kehamilan sy jalan 8 bln.. Tapi payudara saya blum ada tanda2 memproduksi asi.. Apa itu normal? Atau berbahaya? Apakah saat nanti melahirkan ada kemungkinan asi bisa keluar?

    ragu dengan kehamilan

  • Oleh : cassandralamar9
  • 3 tahun, 1 bulan yang lalu

    selamat siang ibu bidan, saya mau bertanya tentang tanda-tanda kehamilan yang benar. Saya sudah test kehamilan pake testpack, hasilnya garis merah dua tapi agak samar. apakah test yang saya lakukan ini sudah benar menunjukan kalau saya hamil?

    Haid tidak teratur

  • Oleh : Selvi Anggereni
  • 1 tahun, 3 bulan yang lalu

    Mau nanya, tiap bulan saya selalu haid. Tapi durasi waktuna suka beda2. Sperti bulan 8,9,10 29 hari, kemudian bulan 11 menjadi 35 hari. Setelah itu bulan 12 menjadi 27 hari, dan bulan berikutnya 26 hari. Sudah hampir setahun saya menikah dan belum hamil juga. Apakah ini tanda2 bahwa saya kena PCO, dan haid saya termasuk haid yg tidak teratur..? Terima kasih sebelumnya

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan