×

Spina Bifida Adalah Salah Satu Cacat Lahir Yang Masih Sering Ditemukan

Bagikan Artikel :

Spina Bifida Adalah Salah Satu Cacat Lahir Yang Masih Sering Ditemukan

Kecacatan pada bayi baru lahir masih sering ditemui. Salah satunya bayi dengan spina bifida. Spina bifida adalah kelainan sejak lahir yang terjadi ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk secara tepat. Penyakit ini merupakan suatu bentuk kelainan tuba neural. Pada spina bifida, tuba neural tidak menutup dengan sempurna, sehingga tulang belakang yang melapisi dan melindunginya tidak terbentuk dan menutup sebagaimana mestinya. Hal ini akhirnya menyebabkan kerusakan pada kedua komponen tersebut (sumsum tulang belakang dan tulang belakang).

Gejala Spina Bifida

  1. Mielomeningokel
    Mielomeningokel adalah tipe spina bifida paling serius. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kantung berisi cairan melalui lubang di punggung bayi. Bagian dari sumsum tulang belakang dan saraf yang berada di dalam kantung ini rusak. Jenis ini menyebabkan cacat dengan derajat sedang sampai berat, seperti skoliosis, kejang, masalah buang air, kebas pada tungkai, dan kehilangan kemampuan menggerakkan kaki.
  2. Meningokel
    Pada meningokel, kantung yang berisi cairan keluar dari lubang di punggung, tetapi pada kantung ini tidak terdapat bagian dari sumsum tulang belakang. Pada kondisi ini, biasanya tidak ada atau ada sedikit kerusakan saraf. Disabilitas minor seperti gangguan buang air yang ringan.
  3. Spina Bifida Okulta
    Ini adalah spina bifida paling umum dan merupakan yang paling ringan. Secara kasat mata tidak terlalu terlihat adanya kelainan, selain ada jarak pada tulang belakang. Kebanyakan orang dengan spina bifida okulta baru mengetahui tentang kondisinya saat melakukan rontgen rutin. Tipe ini biasanya tidak menyebabkan gangguan.

Penyebab dan Faktor Risiko Spina Bifida

Tidak ada yang tahu pasti hal yang menyebabkan spina bifida. Para ilmuwan berpikir itu mungkin kombinasi dari lingkungan dan riwayat keluarga atau kurangnya asam folat (sejenis vitamin B) di dalam tubuh ibu.
Namun, diketahui bahwa kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi kulit putih dan Hispanik serta pada anak perempuan. Selain itu, wanita yang menderita diabetes yang tidak dikelola dengan baik atau yang mengalami obesitas kemungkinan memiliki anak dengan spina bifida.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa peningkatan suhu tubuh (hipetermia) pada minggu-minggu awal kehamilan meningkatkan risiko spina bifida. Peningkatan risiko spina bifida dapat dikaitkan dengan meningkatnya suhu tubuh ibu, karena demam atau penggunaan sauna atau bak air panas.

Related Posts :

    Diagnosis Spina Bifida

    • Tes darah: Sampel darah ibu diuji untuk melihat apakah ia memiliki protein tertentu yang disebut bayi AFP. Jika tingkat AFP tinggi, itu bisa berarti bayi memiliki spina bifida atau cacat tabung saraf lainnya.
    • Ultrasound: pada USG mungkin melihat tulang belakang terbuka atau kantung menyembul keluar dari tulang belakang.
    • Amniosentesis: Jika tes darah menunjukkan tingkat AFP yang tinggi tetapi USG terlihat normal, dokter merekomendasikan amniosentesis. Ini adalah ketika dokter menggunakan jarum untuk mengambil sedikit cairan dari kantung amniotik di sekitar bayi. Jika ada tingkat tinggi AFP dalam cairan itu, itu berarti kulit di sekitar kantung bayi hilang dan AFP telah bocor ke dalam kantung ketuban.

    Penanganan Spina Bifida

    Spina bifida membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis yang dialami, tingkat keparahan gejala, serta kondisi pasien.
    Operasi adalah pilihan utama dalam menangani kondisi spina bifida. Tindakan operasi umumnya dilakukan segera setelah bayi lahir, dalam waktu 1-2 hari. Tujuannya untuk menutup celah yang terbentuk sekaligus menangani hidrosefalus.
    Meskipun begitu, terapi surgikal dapat dilakukan pada saat janin masih dalam kandungan, mengingat fungsi saraf pada bayi dengan spina bifida dapat memburuk setelah kelahiran jika tidak ditangani. Operasi prenatal biasa dilakukan sebelum usia kehamilan ke-26 minggu.
    Setelah operasi, pengidap spina bifida biasanya menjalani beberapa perawatan lanjutan, yang meliputi:
    • Terapi untuk membantu pasien dalam kehidupan sehari-hari, contohnya terapi okupasi atau terapi fisik (fisioterapi).
    • Penggunaan alat bantu jalan atau untuk mendukung postur.
    • Penanganan untuk gangguan saluran kemih dan pencernaan dengan obat-obatan maupun operasi.

    Pencegahan Spina Bifida Saat Hamil

    • Konsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari. Jika telah mengalami kehamilan yang dipengaruhi oleh Spina Bifida, mungkin perlu mengambil dosis asam folat yang lebih tinggi sebelum kehamilan dan selama kehamilan awal.
    • Bicaralah dengan dokter atau apoteker tentang obat resep dan obat bebas apa pun, vitamin, dan suplemen diet atau herbal yang diminum.
    • Jika pengidap memiliki kondisi medis ? seperti diabetes atau obesitas ? pastikan sudah terkendali sebelum hamil.
    • Hindari terlalu panas tubuh, seperti yang mungkin terjadi jika menggunakan bak mandi air panas atau sauna.
    • Jika demam, harus segera ditangani.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : August 7, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Pentingkah Pemeriksaan TORCH Pada Ibu Hamil ?

  • Oleh : Sherly davies
  • 2 tahun, 7 bulan yang lalu

    Bu Bidan nama saya Adinda Laras dan sekarang ini saya sedang hamil untuk yang pertama kali jadi perasaan antara khawatir, takut dan cemas dan senang bercampur. Apa saya perlu melakukan tes torch bu ? Tapi saya tidak memiliki riwayat pelihari kucing dan kehamilan saya juga baik – baik saja tapi tetap saja saya merasa takut. Menurut bu bidan saya harus bagaimana ?

    Nyeri Setelah Buang Air Kecil

  • Oleh : Bang Andre
  • 4 tahun, 6 bulan yang lalu

    Di usia saya yang baru menginjak 19 tahun, saya sering kali merasakan perih setelah buang air kecil, padahal saya belum menikah. Apakah hal ini berbahaya bagi kesehatan saya? Dan apa biasanya yang menyebabkan rasa perih itu sering muncul setelah buang air kecil ini?

  • Oleh : Bang Andre
  • Saki Kaki Dan Tangan

  • Oleh : Mohammad ikhsan
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Saya mau bertanya, kok akhir akhir ini saya sering sekali merasakan sakit pada bagian kaki dan tangan saya ya dok? Rasanya itu cenat cenut, muncul tiba tiba dan bahkan hilang secar tiba tiba. Ini sakit apa ya dok? Terus bagian mana agar ini tidak terjadi terus menerus?

    Keputihan Yang Tak Normal

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • 4 tahun, 5 bulan yang lalu

    Siang dok, saya baru saja menikah 1 minggu lalu. Sebelum menikah, memang saya memiliki masalah dengan seputar kesehatan keputihan yang sedikit berwarna hijau dengan jumlah yang memang cukup lumayan banyak. Namun, setelah saya menikah, sering kali saya merasakan rasa gatal setelah melakukan hubungan intim, dan bahkan pada pertama kalinya berhubungan keputihan ini semakin banyak dan bahkan membuat saya risih dan takut suami berpaling. Saya mau bertanya, apaklah hal ini merupakan salah satu hal yang normal pada awal berhubungan seks atau bahkan ini berbahaya? Terus bagai mana cara mengatasi masalah kesehatan yang satu ini agar keputihan hilang dari bagian vagina ini.

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • Cara menunda kehamilan

  • Oleh : Sumarni
  • 2 tahun yang lalu

    Assalamu allaikum…bu bidan.sy mau tanya.sya sdah 8 blan hbis mlahirkan.tpi suami dan ibu mertua sya kurang stuju dngan KB.tpi sya ragu tkut hamil lgi.agar sya tdak hmil lgi,bgaimana caranya dok?terimakasi

    Tanya Bidan