×

Stimulasi Motorik Kasar dan Halus Bayi

Bagikan Artikel :

Curhat Bidan – Seiring dengan bertambahnya usia, kecerdasan motorik bayi akan berkembang dengan sempurna secara alami. Stimulasi atau rangsangan yang tepat akan membuat kecerdasan motorik bayi berkembang secara optimal. Untuk itu, penting bagi bunda untuk memberikan stimulasi motorik kasar dan halus bayi yang tepat sesuai usianya.

Cara Menstimulasi Kecerdasan Motorik Kasar dan Halus Bayi

Pada umumnya kecerdasan motorik bayi dibedakan menjadi dua, yaitu motorik halus dan motorik kasar. Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan menggunakan otot-otot besar, misalnya merangkak, tengkurap, mengangkat leher, duduk, berdiri, dan berjalan. Sedangkan motorik halus adalah bagian dari aktivitas yang melibatkan gerak otot-otot kecil dan koordinasi mata-tangan, seperti mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk.

Bagi bunda yang ingin merangsang kecerdasan motorik bayi, inilah stimulasi motorik kasar dan halus bayi yang tepat sesuai usianya :

Bayi usia 0-3 bulan

Pada usia ini refleks tubuh bayilah yang bekerja secara sempurna. Seiring dengan berjalannya waktu, gerak refleks ini akan tergantikan dengan gerak motorik kasar dan halus.

Stimulasi motorik kasar :

  • Letakkan bayi dalam posisi terlentang, lalu bantu si kecil membalikkan posisi tubuhnya. Lakukan hal ini beberapa kali.
  • Gantungkan mainan yang mengeluarkan bunyi dan memiliki warna mencolok di atas tempat tidurnya. Hal ini dapat merangsang bayi mengerakkan tangannya ke atas dan berusaha menggapainya.
  • Membelai kepala dan leher belakangnya sambil memanggil namanya, sehingga si kecil akan mengangkat kepalanya.

Stimulasi motorik halus :

  • Ketika si kecil mengepalkan tangannya, bunda bisa membukan kepalan tangannya, sentuh jarinya satu persatu, dan luruskan.
  • Berikan mainan dengan warna mencolok dan mengeluarkan suara untuk memancingnya bereaksi.

Bayi usia 4-6 bulan

Di usia ini biasanya bayi sudah bisa memiringkan badan ke sisi kiri dan kanan tubuhnya. Bayi juga sudah bisa tengkurap, menggulingkan badan, dan menggunakan kedua tangan untuk mengeksplorasi mainan.

Stimulasi motorik kasar :

Related Posts :
    • Bunyikan mainan di atas kepala si kecil dan pindahkan mainan secara perlahan ke salah satu sisi. Hal ini akan merangsang si kecil untuk memiringkan dan menggulingkan badan.
    • Baringkan si kecil dalam posisi tengkurap, kemudian bunyikan mainan dari atas atau depan agar si kecil mengangkat kepalanya. Aktivitas ini dapat melatih otot lehernya.
    • Setelah berusia 6 bulan biasakan memposisikan si kecil untuk duduk saat di gendong atau diletakkan di kereta bayi. Hal ini dilakukan untuk membantunya belajar duduk.
    • Cobalah dudukkan si kecil di kursi tinggi untuk merangsangnya belajar duduk sendiri.

    Stimulasi motorik halus :

    • Berikan mainan yang mudah dipegang dan digigit agar si kecil terus menggenggamnya.
    • Kenalkan beragam tekstur benda di rumah seperti kain yang halus, kasar dan berbulu.

    Bayi usia 7-9 bulan

    Usia sekitar 7-9 bulan si kecil sudah bisa duduk, merangkak, dan meraih mainan yang jatuh. Si kecil juga sudah mulai bisa berdiri, bertepuk tangan, dan mengambil benda atau makanan dengan ibu jari dan telunjuk.

    Stimulasi motorik kasar :

    • Posisikan bayi dalam posisi tengkurap di karpet atau lantai yang bersih. Berikan rangsangan dengan meletakkan mainan favorit atau benda yang menarik si kecil di depannya. Dorong bayi untuk mau bergerak merangkak meraihnya.
    • Merangkaklah bersama si kecil untuk membantunya menyeimbangkan badan.
    • Berdirikan bayi di pangkuan bunda untuk melatih otot kakinya.

    Stimulasi motorik halus

    • Posisikan si kecil untuk duduk sendiri sambil mengambil dan memasukkan makanan ke dalam muulutnya. Sediakan finger food misalnya wortel rebus atau biskuit bayi.
    • Gerakkan tangan bayi untuk berlatih tepuk tangan sambil mendengarkan lagu.
    • Berikan benda yang bisa digenggam seperti stick drum, sendok, garpu, dan lainnya.
    • Berikan sendok plastik kecil untuk melatihnya makan dengan menggunakan sendok.

    Bayi usia 10-12 bulan

    Pada usia ini si kecil sudah bisa mengangkat badannya untuk berdiri dan melangkah sendiri. Mungkin si kecil juga sudah bisa berjalan sendiri dan memutar kepala tanpa kehilangan keseimbangan.

    Stimulasi motorik kasar :

    • Letakkan mainan di tempat yang terlihat oleh si kecil dan biarkan ia menggapainya. Berikan semangat sambil menepuk-nepuk lantai.
    • Untuk melatihnya berjalan, pegang kedua tangan dan bantulah si kecil untuk melangkahkan kaki.
    • Ajaklah si kecil untuk latihan berjalan di tanah atau rumput.

    Stimulasi motorik halus :

    • Siapkan kotak mainan yang berisi berbagi mainan. Biarkan si kecil untuk memindahan benda-benda tersebut dari tempatnya lalu memasukannya kembali. Bunda bisa memberi contoh terlebih dahulu.
    • Biarkan si kecil makan sendiri dengan sendok plastik untuk melatih koordinasi tangannya. Manfaat dari kegiatan makan sendiri yaitu bisa meningkatkan kekuatan punggung, lengan, tangan, serta melatih koordinasi antara mata dan mulutnya.
    • Bermain lempar bola dengan si kecil untuk menguatkan otot tangannya.
    • Berikan crayon atau pensil gambar dan biarkan si kecil mencoret-coret kertas untuk menguatkan genggamannya.

    Dalam menstimulasi gerakan motorik bayi yang perlu anda ingat adalah jangan memaksakan bayi untuk melakukaan hal yang tidak menarik baginya. Perkembangan kemampuan setiap bayi juga berbeda. Jadi bunda tidak perlu terlalu khawatir jika perkembangan kemampuan motorik bayi bunda lebih lambat dari bayi lainnya, selama sudah dipastikan tidak ada gangguan saraf atau kelainan otot. Selain rangsangan, pemberian nutrisi yang seimbang juga penting untuk mendukung perkembangan kecerdasan motorik si kecil.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : May 24, 2017

    Pertanyaan Pengunjung :

    Apakah Perlu Bayi di Bedong ?

  • Oleh : Marini Sjola Manoppo
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Assalamu’alaikum bu bidan,
    Saya sedang hamil anak pertama, saya mau tanya dong bu bidan saya apakah bayi baru lahir itu wajib di bedong atau tidak ? ada apa saja manfaat dan bahayanya ? terus batasan untuk membedong bayi kira-kira sampai umur berapa ?
    terima kasih ditunggu balasannya bu bidan

    Ketinggalan memberikan imunisasi anak

  • Oleh : Aryanto Id
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    assalamu’alaikum
    bu bidan, saya ingin tanya dong kemaren anak saya berumur 4 bulan katanya harus diberikan vaksin DPT namun kemaren pas jadwal imunisasi lagi demam jadi saya telat memberikan vaksin nya. apakah itu tidak berbahaya ? apakah masih bisa diberikan imunisasi DPT tersebut ? terima kasih sebelumnya

  • Oleh : Aryanto Id
  • Perbedaan diare akibat alergi makanan dan akibat bakteri pada bayi

  • Oleh : Pradita
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan saya mau tanya apa sih yang membedakan diare pada bayi akibat alergi makanan dan akibat bakteri. Soalnya saya bingung bayi saya diare dan entah penyebabnya dari apa mohon penjelasannya trims

    Cara mengatasi perut kembung dan mengeras pada bayi

  • Oleh : arinagustin
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat pagi saya mau bertanya apa yang harus di lakukan ketika perut bayi kembung dan mengeras saat ini bayi saya usianya baru 20 hari mohon penjelasannya trims

    cara mengatasi kebiasaan anak usia 5 tahun yang masih suka mengompol di tempat tidur

  • Oleh : Vita Ratnasari
  • 2 tahun, 5 bulan yang lalu

    ibu bidan, anak saya laki-laki usia 5 tahun masih suka minum susu pake botol, juga masih suka ngompol di tempat tidur, bagaimana solusinya ya?

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan