×

Testis Si Kecil Besar Sebelah? Ini Penyebabnya!

Bagikan Artikel :

Tetis Si Kecil Besar Sebelah? Ini Penyebabnya!

Ketika membersihkan pup si Kecil, tiba-tiba terlihat kalau testis/buah zakar si Kecil besar sebelah, tentu Bunda kaget dong dan bertanya-tanya apakah normal? Nah bunda kebanyakan bayi laki-laki umumnya memang memiliki buah zakar dengan ukuran yang berbeda, sebelah kanan sedikit lebih besar dari testis kiri. Akan tetapi, ada juga beberapa penyebab lain yang memerlukan pemeriksaan dokter. Ada juga kondisi yang perlu di waspadai.

Apa itu testis?

Testis atau buah zakar menghasilkan hormon testosteron, serta sperma. Ukuran rata-rata testis pria berukuran sekitar 4 x 3 x 2 sentimeter (cm) dan berbentuk lonjong.

Apakah Testis Besar Sebelah Pada Bayi Berbahaya?

Buah zakar pada bayi besar sebelah dikaitkan dengan pengaruh kadar testosteron dan volume testis. Kondisi buah zakar besar sebelah pada bayi normal terjadi. Biasanya, ukuran buah zakar sebelah kanan cenderung lebih besar daripada sebelah kiri. Perbedaan ukurannya umumnya tidak terlalu jauh.

Selain ukurannya yang berbeda, salah satu buah zakar juga cenderung menggantung lebih rendah pada skrotum (kantong zakar) dibandingkan testis satunya. Namun, ini merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan berlebih selama tidak ada keluhan sakit dan nyeri saat bergerak, duduk, ataupun berdiri.

Penyebab Testis Pada Bayi Besar Sebelah

  1. Testis Tidak Turun (Undescended Testicles)
    Testis tidak turun merupakan kondisi umum penyebab buah zakar besar sebelah pada bayi. Ini sering terjadi pada bayi laki-laki yang baru lahir, khususnya bayi prematur. Kondisi ini terjadi karena buah zakar tidak masuk ke dalam kantung testis. Buah zakar berkembang di dalam perut bayi saat bayi masih berada di dalam kandungan. Testis yang tidak turun ke kantung testis tidak dapat tumbuh dengan baik, sehingga menyebabkan buah zakar besar sebelah pada bayi laki-laki.
    Sekitar 50 persen dari semua bayi laki-laki yang baru lahir dengan undescended testicles, testisnya akan turun ke dalam kantung testis beberapa bulan kemudian. Tetapi untuk bayi yang testisnya tidak turun sama sekali akan membutuhkan tindakan operasi.
    Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti University of Sydney, telah memperingatkan bahwa menunda operasi untuk memperbaiki masalah testis tidak turun dapat membuat bayi laki-laki berisiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan yang serius ketika mereka tumbuh dewasa.
  2. Epididimitis
    Epididimitis adalah infeksi yang terjadi di sekitar testis. Kondisi ini sebenarnya sangat jarang ditemukan pada bayi dan anak-anak dan lebih mungkin terjadi pada remaja maupun pria dewasa.
    Namun, infeksi virus pada saluran kemih pada bayi atau anak-anak dapat memicu kondisi ini. Gejala epididimitis meliputi kemerahan, nyeri ketika ditekan, atau bengkak pada salah satu atau seluruh kantung testis (skrotum).
    Selain itu, pada kondisi yang lebih serius biasanya disertai dengan rasa sakit ketika buang air kecil, demam, dan hematuria (kencinberdarah). University of Rochester Medical Center memaparkan, penyebab buah zakar besar sebelah pada bayi ini biasanya diberikan pengobatan antibiotik. Langkah lain untuk membantu meredakan rasa sakit termasuk mengompres buah zakar dengan es dibalut kain.
  3. Hidrokel
    Ketika saluran inguinalis bayi laki-laki gagal menutup, cairan dari perut dapat mengumpul di dalam kantung testis. Akibat cairan yang menumpuk tersebut dapat menyebabkan buah zakar besar sebelah pada bayi. Ini bukanlah kondisi yang menyakitkan, meskipun kantung testis bayi akan mengalami pembengkakan.
    Meskipun begitu, hidrokel sebenarnya membawa risiko yang sama dengan hernia. Sehingga jika tidak membaik dengan sendirinya, Moms harus segera membawa anak ke dokter. Umumnya dokter akan merekomendasikan operasi setelah usia Si Kecil minimal 12 bulan untuk mengeluarkan cairan dari dalam kantung testis dan menutup saluran inguinalis.
  4. Varikokel
    Buah zakar besar sebelah pada bayi bisa juga disebabkan karena varikokel Kondisi ini terjadi karena pembesaran pembuluh darah vena di bagian skrotum dan biasanya tidak perlu diobati selama tidak diikuti gejala, misalnya nyeri pada testis saat duduk yang membaik saat berbaring.
    Analisis air mani sangat dianjurkan setelah usia 16 tahun untuk menentukan apakah perbaikan varikokel diperlukan. American Urological Association menjelaskan ini normal dan dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun apabila massa atau benjolan pada buah zakar ini juga bisa indikasi dari kanker testis. Varikokel dapat berpengaruh pada rendahnya kualitas dan jumlah sperma, tetapi tidak pada semua kasus.
  5. Orkitis
    Ini merupakan peradangan pada buah zakar yang disebabkan oleh infeksi virus. Orkitis dapat menyebabkan kerusakan testis jika tak segera ditangani. Buah zakar besar sebelah pada bayi ini hampir sama dengan epididimitis, namun terjadi peradangan di belakang buah zakar.
    Menurut Stanford Children’s Health, orkitis dapat terjadi pada anak laki-laki yang menderita gondongan. Selain terlihat buah zakar besar sebelah pada bayi, gejala yang dialami juga nyeri, dan terasa berat. Ini juga bisa terjadi karena adanya masalah pada saluran kemih.
  6. Torsio Testis
    Disebut juga testis terpelintir. Penyebab buah zakar besar sebelah pada bayi ini bisa memperlambat atau bahkan menghentikan aliran darah ke testis. Serta dapat menimbulkan nyeri hebat, dan merupakan keadaan darurat yang membutuhkan perawatan medis segera.
    Ini juga terjadi ketika kantung kecil di bagian atas testis tiba-tiba berputar. Ini menyebabkan nyeri di bagian atas testis. Torsio Testis normal terjadi pada anak laki-laki antara usia 8 dan 12 tahun. Kondisi ini dapat diobati dengan obat nyeri yang dijual bebas seperti asetaminofen atau ibuprofen.
  7. Kanker Testis
    Penyebab buah zakar besar sebelah pada bayi bisa mengacu pada tumo ataupun kanker testis. Kanker testis terjadi ketika sel-sel kanker tumbuh di sekitar testis. Kanker testis termasuk penyakit yang jarang terjadi. Hanya 4 dari 100 benjolan pada testis yang dinyatakan sebagai kanker.
    Mereka biasanya terjadi dalam 2 tahun pertama kehidupan atau anak laki-laki memasuki masa pubertas. Tumor pada anak-anak yang terjadi selama 2 tahun pertama kehidupan umumnya berbeda dengan tumor yang terjadi setelah masa pubertas.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : August 18, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Ambeyen

  • Oleh : Santi Meilani
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Dok saya sudah menikah 3tahun saya pernah keguguran dok 2kali pas waktu itu saya pernah di test via test terus pas di periksa kata bu bidan di miss v saya kaya ada yang keluar kayak ambeyen gitu gmana cara mengatasinya nya dok biar bisa ke dalam lagi biar bisa normal lagi

    telat menstruasi

  • Oleh : fadhil dwicahyo
  • 2 tahun, 3 bulan yang lalu

    bu bidan saya mau nanya, pasangan saya telat datang bulan sudah hampir 1bulan. tapi ketika hubungan saya tidak pernah polosan alias saya selalu pakai alat kontrasepsi saya takut terjadi apa apa. solusinya agar mens gimana ya

    Cara hitung usia kehamilan

  • Oleh : Al Sidiq
  • 1 tahun, 4 bulan yang lalu

    Biasa dapat tgl 6. Kalau lambat tgl 20. Tidak dapat dari bulan Juli skrng sdah Agustus. Apakah itu baru 1 bulan masuk 2 usia kandungan ya?

  • Oleh : Al Sidiq
  • Promil

  • Oleh : rosellagrishin3
  • 4 tahun, 11 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan.
    Sy nikah udah 5bulan tapi blom d kasih” momongan apa karna sy setiap abis hubungan sama suami lalu bak sperma ikit kluar ?? Itu Normal ataw gg ya

    Botol asi

  • Oleh : Santana jaya
  • 4 tahun, 2 bulan yang lalu

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

    Tanya Bidan