×

Trik Menstimulasi Bayi Duduk Tegak

Bagikan Artikel :

Trik Menstimulasi Bayi Duduk Tegak

Bayi setelah duduk secara mandiri akan lebih anteng bermain sendiri. Betul kan Bun? Nah kemampuan bayi untuk duduk adalah salah satu tumbuh kembang bayi. Perkembangan tersebut menandakan anak tumbuh dengan optimal dan perlahan semakin mandiri untuk beraktivitas.

Perilaku anak pada saat duduk sedikit banyak dipengaruhi oleh kepribadiannya. Ada anak yang sangat aktif saat duduk dengan terus-menerus berusaha untuk bergerak, ada juga anak yang lebih nyaman duduk mengamati objek dan aktivitas yang terjadi di sekitarnya.

Umumnya, anak mulai mampu untuk duduk saat usianya sekitar 6 bulan. Namun jika pada waktu tersebut anak masih belum mampu, Anda tak perlu khawatir. Pada beberapa anak, kemampuan tersebut bisa dikuasai lebih lambat. Kemampuan anak untuk duduk akan sedikit demi sedikit terlatih setelah anak mulai terampil merangkak, mengangkat kakinya hingga ke mulut, dan memutar badan untuk tengkurap. Hingga beberapa bagian tubuh mulai semakin kuat, maka anak akan mampu untuk beranjak ke posisi duduk.

Related Posts :

    Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk melatih kemampuan duduk pada anak secara mandiri? Simak di bawah ini yah Bun!

    Trik menstimulasi anak untuk belajar duduk

    1. Bantuan Bunda
      Bunda bisa melatih bayi belajar duduk dengan memposisikan bayi tidur telentang lalu tarik kedua tangannya hingga posisinya duduk.
    2. Gendong anak dalam posisi tegak dengan tetap menyangga tubuhnya
      Pada saat Anda menggendong anak usia 0-2 bulan dalam posisi ini, ia akan belajar menggunakan otot lehernya untuk menopang kepala. Bantu latihannya sedikit demi sedikit dengan mengubah posisi tubuh yang disangga, mulai dari tubuh bagian atas, lalu berpindah ke tengah. Jika leher anak mulai cukup kuat, Anda bisa menggendong dengan menyangga pinggulnya.
      Selain itu, Anda juga bisa menggendongnya dengan posisi kepala menghadap ke bawah. Cara ini akan menstimulasi refleksnya untuk menarik kepala ke atas, sehingga otot lehernya akan semakin kuat. Selalu perhatikan gerakan anak dan pastikan anak tetap aman.
    3. Pindahkan anak ke posisi tengkurap di tempat tidur/Tummy time
      Seperti pada saat digendong, posisi tengkurap di tempat tidur akan menstimulasi bayi untuk mengangkat kepalanya. Anak juga akan mulai menggunakan lengan dan sikunya untuk mendorong tubuhnya ke atas. Anda bisa meningkatkan stimulasi dengan menyentuh bagian punggung dan lehernya.
      Berikan juga mainan yang ia sukai untuk memancing keinginan anak untuk meraihnya. Cara ini akan melatih kekuatan punggung anak.
    4. Bermain dengan punggung di posisi terlentang
      Bermain dengan anak pada saat telentang akan menstimulasinya untuk melakukan gerakan mengangkat bagian tubuhnya, dari tangan hingga kaki. Anak dapat mengangkat sendiri kedua kakinya hingga didekatkan ke mulut. Gerakan ini akan melatih otot perut anak yang juga diperlukan untuk menopang tubuh pada posisi duduk nantinya.
    5. Bantu bayi berlatih memutar badan
      Pada saat bergerak berputar, otot-otot tubuh anak saling berkoordinasi dan akan semakin kuat. Berikan sedikit bantuan pada saat anak mulai memiringkan badannya. Dengan latihan terus-menerus, anak akan mampu memutar badan dengan sendirinya. Perhatikan juga anggota tubuhnya yang lain, agar pada saat ia berputar tidak ada bagian tubuh yang berada pada posisi yang berbahaya.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 13, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Nyeri Setelah Buang Air Kecil

  • Oleh : Bang Andre
  • 4 tahun, 5 bulan yang lalu

    Di usia saya yang baru menginjak 19 tahun, saya sering kali merasakan perih setelah buang air kecil, padahal saya belum menikah. Apakah hal ini berbahaya bagi kesehatan saya? Dan apa biasanya yang menyebabkan rasa perih itu sering muncul setelah buang air kecil ini?

  • Oleh : Bang Andre
  • Haid Tidak Teratur

  • Oleh : Dinda vika
  • 2 tahun, 7 bulan yang lalu

    Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

    posisi tidur hamil menginjak 8 bulan

  • Oleh : uye (wanita)
  • 2 tahun, 7 bulan yang lalu

    saya hamil menginjak usia 8 bulan. saat sedang tidur posisi miring ke kanan memang tidak nyaman karena janin seperti menolak dan menendang2, bentuk perut pun jadi menggantung. tapi akhir-akhir ini miring ke kiri pun sama jadi kurang nyaman dan menggantung sedikit namun janin tidak menendang2. rasanya lebih enak untuk tidur telentang begitu, padahal kan resikonya buruk ya. tapi janin nampak nyaman juga apabila posisi tidur telentang. tapi saya berganti-ganti posisi saja kadang miring ke kiri kadang telentang. bagaimana ya solusinya?

    Pantangan ibu hamil

  • Oleh : FR
  • 2 tahun, 11 bulan yang lalu

    Bolehkah ibu hamil usia 40 minggu banyak makan buah nanas ?

    Telat datang bulan

  • Oleh : richamayati
  • 4 tahun, 3 bulan yang lalu

    Selamat siang, saya mau menanyakan perihal menstruasi saya.

    Bulan November saya haid tanggal 18 namun di hari pertama cuman dikit dan itu pun berwarna coklat. Namun pas bulan desember hingga sekarang saya belum haid lagi. Apakah ini merupakan tanda kehamilan atau gejala telat datang bulan? Mengingat pas remaja saya juga pernah tidak haid selama 3 bulan. Mohon jawabannya.

    Tanya Bidan