Berendam dan Mandi Air Hangat Mampu Mengurangi Kualitas Seksual


  

Kebiasaan berendam atau mandi air hangat dalam jumlah yang sering akan menimbulkan beberapa risiko kesehatan dan seksualitas. Meskipun berendam atau mandi air hangat mampu mengurangi ketegangan, stres dan lelah, hal ini tidak boleh rutin dilakukan. Pada seksualitas terjadi pengurangan gairah seksual karena pengaruh kesehatan akibat sering berendam dan mandi air hangat. Secara teoritis seksualitas memiliki beberapa aspek penting bagi kehidupan manusia diantaranya seksualitas (ketertarikan secara seksual) biasanya melalui panca indra, aspek keintiman yang menimbulkan rasa nyaman antar pasangan baik suami istri atau kekasih, selain itu identitas seksual menjadi sangat penting karena memiliki elemen-elemen seperti biologi, gender, peran gender, dan orientasi seksual.

Dan yang terakhir adalah kesehatan seksual dimana aspek ini merupakan gambaran kemampuan seseorang dalam mencapai kesehatan secara fisik, mental, dan sosial terkait seksualitas. Kebutuhan seksual akan terpenuhi jika tubuh dalam keadaan sehat, bugar dan berstamina. Jika berendam dan mandi air hangat dilakukan terlalu sering dan lama akan menimbulkan beberapa masalah kesehehatan. Salah satu masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap seksual akibat dari kebiasaan mandi air hangat adalah :

Masalah Kesehatan Jantung

Sebuah studi mengungkapkan jika mandi dengan air hangat dalam cuaca yang dingin dapat beresiko pada jantung. Peneliti asal Kyoto Prefectural University, mengamati bahwa angka kejadian serangan jantung usai mandi air hangat 10 kali lebih tinggi terjadi ketika seseorang melakukan kebiasaan ini. Mekanisme terjadinya serangan jantung usai mandi atau berendam air hangat, para peneliti menduga bahwa ini terkait dengan turunnya tekanan darah secara drastis akibat terlalu sering mandi air hangat di tengah cuaca dingin. Dampaknya, tubuh mengalami shock yang langsung mengarah pada serangan jantung. Faktor utama masalah kesehatan jantung bukan terletak pada air yang digunakan untuk mandi, melainkan adanya perubahan suhu mendadak yang ekstrem pada tubuh.

Jika serangan jantung menyerang sebagian besar akan berpengaruh terhadap kualitas seksual. Sebuah survei pada 500 pria dan wanita yang selamat dari serangan jantung menemukan bahwa frekuensi dan kepuasan seks berkurang drastis pada beberapa bulan pertama setelah serangan jantung. Kondisi ini sering menurunkan gairah seks, dan pada pria dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Tekanan Darah Menurun Secara Drastis

Panas dari mandi air hangat membuat pembuluh darah pada kulit melebar, sehingga resistensi pembuluh darah perifer (resistensi oleh dinding pembuluh darah terhadap aliran darah) menurun dan tekanan darah juga ikut menurun secara drastis. Hal ini akan menyebabkan badan kehilangan gairah dan terasa lemas. Kehidupan seksual pun terpengaruh oleh gangguan kesehatan ini. Aktivitas seksual membutuhkan gairah dan stamina yang cukup kuat untuk kelangsungan kualitas seksual.

Penurunan Kualitas Sperma

Temuan dari tiga tahun studi menyatakan bahwa pria harus menghindari memanaskan sperma. Setelah menganalisis data dari pria steril yang telah berulang kali terkena suhu air yang tinggi dari berendam air panas selama sekitar 30 menit per minggu, mereka menemukan kaitan yang kuat terhadap kemandulan pada pria. Bahkan, semua pria dalam studi tersebut menunjukkan tanda-tanda ketidaksuburan, termasuk gangguan produksi sperma dan kematian sperma. Inilah alasan mengapa testis berada di luar tubuh pria, di dalam lindungan skrotum. Sperma akan berada pada kondisi paling prima ketika berada di lingkungan dingin, di bawah suhu tubuh normal. Walaupun begitu, kerusakan ini tidaklah permanen. Dibutuhkan waktu 4-6 bulan setelah rutin berendam air panas agar jumlah sperma pria kembali normal. Tim peneliti dari University of Carolina lebih lanjut menemukan, setelah 4-6 bulan menghindari berendam air panas, kurang dari setengah jumlah pria menunjukkan peningkatan lima kali lipat jumlah sperma secara dramatis

Kecacatan Bagi Janin

Batasi penggunaan berendam dan mandi air hangat atau sauna selama kehamilan. Berendam air panas atau sauna dapat meningkatkan suhu tubuh ke tingkat yang dapat berbahaya bagi perkembangan bayi. Beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan suhu tubuh selama awal kehamilan meningkatkan risiko cacat lahir tabung saraf dan anomali kongenital lainnya pada bayi perempuan yang terpapar suhu tinggi sebelum 7 minggu kehamilan. Cacat lahir tabung saraf adalah cacat lahir serius yang mempengaruhi tengkorak atau tulang belakang.

Keriput Dini

Hal ini bisa terjadi karena air hangat yang sering gunakan pada saat mandi atau berendam akan menghilangkan minyak alami pada kulit. Sehingga kulit mudah mengalami masalah seperti kekeringan, mudah ruam, sampai terjadi keriputi dini. Aktifitas seksual dipengaruhi oleh rasa percaya diri. Jika kulit keriput di usia yang belum semestinya maka akan mempengaruhi rasa percaya diri dalam melakukan hubungan seksual.

Masalah Kesehatan lain seperti Mudah Pusing dan Mual Muntah

Pusing terjadi karena adanya perubahan tekanan darah saat keseringan berendam dan mandi air hangat. Keluhan pusing akan mengakibatkan hilangnya gairan dalam melakukan aktivitas apapun dan membutuhkan istirahat. Kebutuhan seksual akan kurang terpenuhi jika sering mengalami keluhan kesehatan.

Hal ini menggambarkan adanya relasi antara kualitas hubungan seksual dengan masala-masalah kesehatan yang disebabkan oleh kebiasaan berendam atau mandi ari hangat. Namun dalam intensitas dan frekuensi yang sewajarnya, kegiatan berendam/mandi air hangat ini tidak akan memberikan pengaruh terhadap kualitas kesehatan dan seksual.

Citra Dewi Amd.Keb - July 25, 2018
Diskusi Dari:
Jenni

Bu bidan saya sekarang sedang mengandung anak k 2, dan saat ini usia kandungan saya 4 bulan. Namun dikehamilan saat ini saya khawatir karena ternyata IUD yang sebelumnya masih terpasang. Bagaimana langkah yang seharusnya saya lakukan, saya takut mempengaruhi janin saya. Karena ada yang menyebutkan bila dilepas akan mengakibatkan keguguran. Mohon penjelasanan bu bidan.

Terimakasih

Dijawab Oleh : Jenni
Diskusi Dari:
Anonymous

Apa evidence base dari persiapan persalinan??

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Mohammad ikhsan

Saya mau bertanya, kok akhir akhir ini saya sering sekali merasakan sakit pada bagian kaki dan tangan saya ya dok? Rasanya itu cenat cenut, muncul tiba tiba dan bahkan hilang secar tiba tiba. Ini sakit apa ya dok? Terus bagian mana agar ini tidak terjadi terus menerus?

Dijawab Oleh : Mohammad ikhsan
Diskusi Dari:
juwita

Siang Bu Bidan, saya mau tanya, pada bayi usia 7 bulan berapa kali frekuensi BAB yang normal ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Nurfah Putriie Sopiant

Siang ibu bidan, nama saya aisyah. Saya mau bertanya tentang perlengkapan apa saja yang harus di persiapkan dan harus di bawa ke Ruma Sakit atau Bidan ketika saya melahirkan. Jujur saja, saat ini saya masih bingung perlengkapan bayi apa saja yang harus saya bawa saat melahirkan nanti. Mohon jawabannya dok 🙂

Perlu Jawaban