Berikut Faktor yang Menghambat Perkembangan Janin

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Tanya Bidan – Perkembangan janin dalam kandunagn sebenarnya berlangsung dalam tiga tahapan, yaitu pada tahapan pre embrionik atau berawal dari pertemuannya sel sperma dan sel telur hingga terjadinya sebuah proses nidasi atau tertanamnya bakal janin pada dinding rahim, biasanya usia kehamilan ini berkisar 4-5 minggu, tahap embrionik atau proses pembentukan organ bayi, ini  terjadi pada usia kehamilan 5-10 minggu dan selanjutnya tahap fetus atau masa penyempurnaan organ, mulai usia kehamilan 10 minggu sampai persalinan terjadi.

    Dan supaya janin dirahim ibu bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal, maka sangat penting bagi ibu untuk menghilangkan faktor faktor yang bisa menghambat perkembangan janin.

    Faktor yang Menghambat Perkembangan Janin

    Guna meniadakan faktor penghambat perkambangan janin, maka dari itu ibu dianjurkan untuk mengenali penyebab yang bisa menghambat janin berkembang berikut ini.

    Faktor Penghambat Tahap Pre embrionik

    • Ketidaksempurnaan janin
      Pada tahap ini bisa meningkatkan resiko untuk terjadinya keguguran atau tidak berkembangnya bayi dalam kandungan. Kelainan kromosom, adanya infeksi sampai dengan adanya faktor gizi yang bisa menghambat proses ini sampai menimbulkan keguguran dan kematian mudigah atau kematian bakal janin didalam kandungan yang diduga diakibatkan oleh adanya masalah kelainan kromosom sehingga memerlukan tindakan kuretase.
    • Kekurangan asam folat
      Akibat dari terlambatnya mengkonsumsi asam folat selama kehamilan maka ini bisa meningkatkan resiko cacatnya tempurung kepala dan tulang punggung bayi. Tidak hanya itu infeksi aktif toksoplasma juga berpotensi menimbulkan cacat hingga keguguran
    • Mengalami Obesitas
      Obesitas sendiri bisa meningkatkan proses peradangan pada sel sel tubuh. Hal ini yang akan meningkatkan produksi radikal bebas yang mana berpotensi menimbulkan gangguan pada saat terjadinya proses nidasi.
    • Mengalami Penyakit Tertentu
      Mengindap penyakit tertantu dimasa kehamilan bisa menimbulkan cacat janin, sehingga memberikan vaksinasi, seperti halnya varicella dan MMR (measles, Mumps, dan Rubella) perlu untuk diberikan kepada pasangan suami istri yang sedang merencanakan program kehamilan.

    Baca Juga : Pengobatan Alternatif yang Aman Dilakukan Oleh Ibu Hamil

    Faktor Penghambat Embrionik

    • Kekurangan atau kelebihan gizi.
      kelebihan
      gizi atau mengalami kekeurangan gizi seperti asam folat, AA/DHA, zink
      magnesium, kalium, fosfor, tembaga dan vitamin lainnya seperti vitamin
      A, B dan D yang bisa meningkatkan resiko kecacatan pada bayi. Seperti
      contohnya kelebihan vitamin A yang bersifat teratogenik atau bisa
      meimbulkan cacat pada bayi, sementara pada kekurangan asam folat hal ini
      bisa menimbulkan kecacatan pada tempurung kepala dan tulang punggung.
      Ada beberapa hal lainnya seperti penyakit autoimun atau infeksi pada ibu
      hamil, bisa membahaykan pertumbuhan janin dalam kandungan.

    • Pada
      tahap ini kehamilan memerlukan hormon hormon yang penting guna
      menyongkong, dan yang terpenting adalah progesteron. Kekurangan hormon
      progesteron bisa menimbulkan terjadinya keguguran pada trisemester
      pertama.

    Faktor Penghambat Perkembangan Fetus

    • Ibu hamil yang mengalami demam saat hamil.
      Jika
      terjadi hal ini bisa meningkatkan beberapa resiko pada bayi seperti
      autisme dan juga kematian. Oleh karena itu ibu harus selalu waspada
      dengan demam saat hamil dan segera melalukan pemeriksaan ke dokter atau
      bidan kandungan terdekat bila ibu merasa peningkatan suhu tubuh yang
      dialami diatas normal.

    • Infeksi didalam kehamilan
      Seperti
      halnya campak, campak jerman  dan cacar air hal ini sering kali
      berdampak pada bayi. Vaksinasi sebelum kehamilan bisa menjadi salah satu
      cara guna mencegahnya. Bahkan saat ini telah ada vaksinasi untuk
      influenza yang mana boleh diberikan pada ibu hamil. Beberapa infeksi
      menular seksual contohnya hlamydia, trichomoniasis, dan bacterial
      vaginosis yang bisa ikut menular juga pada janin atau bisa menimbulkan
      pertumbuhan janin terlambat.

    • Adanya keputihan berlebih
      Keputihan
      merupakan salah satu bentuk infeksi yang berpotensi membahayakan janin.
      Keputihan saat sedang hamil juga bisa dibilang normal, selama tak
      disertai dengan perubahan bentuk, warna, jumlah bau dan gatal. Penyebab
      keputihan sangat bervariasi, mulai dari adanya infeksi bakteri, virus,
      sampai dengan jamur. Keputihan ini sebaiknya diperiksa di laboratorium
      atau kultur sebelum dilakukannya pengobatan supaya diberikan obat yang
      sesuai dengan jenis kumannya

    • Pola hidup yang tidak sehat
      Menjalani
      pola hidup yang tidak sehat dan masalah lain misalnya kelainan
      autoimun, bisa menurunkan fungsi plasenta. Dampak dari penurunan fungsi
      plasenta sebelum waktunya ini akan menghambat tumbuh kembangnya janin.
      Guna mengetahui ada tidaknya penurunan fungsi plasenta ini dapat kita
      cek dengan menggunakan USG sejak akhir terisemester ke 2 dimasa
      kehamilan.

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - April 7, 2017
    Diskusi Dari:
    Dewi

    Pagi Dok. Kemarin saya kan keguguran, namun sampai saat ini saya belum memeriksakan nya dikarenakan banyak halangan, dan rencananya besok saya baru akan periksa. Dari kemarin sampai sekarang saya pendarahan terus, dan bahkan terasa ada seperti benjolan dibagian miss V ini yang memang sedikit mengganggu aktivitas saya. Sebenarnya, saya ingin sekali menarik daging yang keluar dari bagian miss V saya, namun saya merasakan takut ada hal yang bisa membahayakan kesehatan saya. Saya mau bertanya, bagai mana solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini?

    Dijawab Oleh : Dewi
    Diskusi Dari:
    Anonymous

    saya melakukan onani, kemudian saya mandi, ganti baju memakai sepatu lalu berkendara 15 menit kemudian tangan kanan saya jari telunjuk dan tengah menyentuh bagian atas vagina istri saya dan istri saya baru haid dapat 3 hari apakah bisa hamil ?

    Dijawab Oleh :
    Diskusi Dari:
    Tika

    Selamat pagi bu bidan, saya mau bertanya akhir-akhir ini saya sering mengalami sakit perut oh ya saya sedang hamil 7 bulan apakah hal ini normal atau berbahaya. Mohon jawabannya

    Dijawab Oleh : Tika
    Diskusi Dari:
    Anonymous

    Pasca melahirkan opesari Caesar , setelah 40hari berlalu APA bisa melakukan hub intim, istri saya masih was was Ada yg bilang boleh Ada yg bilang jangan dulu

    Dijawab Oleh :
    Diskusi Dari:
    Salma Syarifah Latipah

    Selamat pagi mba bidan,

    Saat ini saya tengah mengandung usia kehamilan 8 bulan 1 minggu. Akhir akhir ini saya sering merasa sakit seperti orang yang mau melahirkan, dan kemarin rasa sakitnya sangat kuat seperti kontraksi yang biasanya datang ketika mau lahiran. Tapi kemarin saya cek ke dokter kandungan, katanya hal itu wajar saja dan kemungkinan bayi saya akan lahir sekitar 2-3 minggu lagi. Yang mau saya tanyakan, apakah hal tersebut wajar? Saya takut terjadi apa apa dengan bayi saya. Terimakasih, saya tunggu jawaban Anda.

    Dijawab Oleh : Salma Syarifah Latipah