Cara Menghentikan Kebiasaan Anak Ngompol Saat Tidur

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Anak yang sering ngompol ketika tidur menjadi hal yang umum dijumpai, namun kemungkinan besar juga jika bunda akan sedikit jengkel karena harus mencuci banyak pakaian dan seprei setiap hari karena ulah anak yang selalu saja ngompol.

    Jika bunda merasa bahwa usia anak sudah mulai cukup menghentikan kebiasaan buruknya tersebut, bunda bisa mengikuti beberapa tips atau cara menghentikan kebiasaan anak ngompol saat tidur berikut ini, di antaranya :

    1. Membuat jadwal

    Mulai ajak anak untuk terbiasa buang air kecil di setiap 2 jam sekali di malam hari, dan ketika ia akan tidur.

    2. Batasi minum di malam hari

    Bukan tidak memperbolehkan anak untuk minum di malam hari, tapi lebih kepada membatasi agar ia tak sering minum di malam hari untuk menghindari kebiasaan ngompol tersebut.

    3. Melakukan “pillow talk”

    Pillow talk adalah sebuah bisikan kepada anak agar ia bergegas ke kamar mandi ketika ingin buang air kecil. Baik dengan diantar bunda atau pergi sendiri jika ia sudah mampu.

    4. Hindari makanan tertentu

    Perhatikan pula untuk tidak memberikan beberapa makanan atu minuman yang bersifat diuretik seperti teh, kopi, cokelat dan bahan-bahan lain yang mengandung kafein.

    5. Jangan perlakukan ia seperti bayi

    Karena kebiasaanya suka ngompol saat tidur, lantas membuat bunda memperlakukannya seperti bayi dengan memakaikan popok atau celana plastik. Hal ini justru akan membuat anak malu dan marah ketika perlakukan bunda seperti ini padanya.

    6. Jangan memarahinya

    Ketika anak sulit untuk menghilangkan kebiasaan ngompolnya, anda jangan memarahi atau membentaknya, karena hal ini justru akan membuat anak takut hingga stres, sehingga memperburuk kondisi tubuhnya.

    7. Mengajaknya saat mencuci bekas ngompol

    Anak biasanya akan lebih paham betapa bundanya kerepotan harus mencuci banyak pakaian dan seprei akibat kebiasaannya yang suka ngompol. Dengan ini akan menumbuhkan motivasi tersendiri yang datang darinya agar ke depannya tak sering ngompol.

    8. Berikan pujian saat ia tidak ngompol

    Anak dikenal paling suka ketika dipuji. Oleh karena itu, puji ia ketika berhasil tidak melakukan kebiasaan ngompol lagi.

    Selain cara sederhana di atas, bunda juga bisa memanfaatkan beberapa ramuan alami yang bisa menjadi pendukung untuk menghilangkan kebiasaan anak yang sering ngompol. Seperti yang telah dipublikasikan, dan kemudian bidan online rangkum kembali hingga mendapatkan solusi ramuan sehat dan alami penghilang kebiasaan ngompol pada anak, yang antara lain :

    • Buah jamblang

      Gunakan 8 buah jamblang dengan diberi garam secukupnya. Bungkus menggunakan daun pisang, kukus sampai airnya mendidih. berikan ramuan ini kepada anak sebelum ia tidur, untuk menghentikan kebiasaan ngompolnya.

    • Telur ayam telur

      Anda juga bisa menggunakan 1 butir telur ayam kampung mentah, lubangi ujungnya seidikit, masukkan 7 butir lada ke dalam telur tersebut. Tutup kembali lubang tersebut, kemudian kukus hingga matang. Berikan olahan telur ini pada anak yang masih suka ngompol.

    • Adas Pulasari

      Ambil 4 buah adas pulasari, 7 buah biji jamblang, serta sepotong gula jawa. Rebus bahan-bahan tersebut dengan 2 cangkir air hingga mendidih. Setelah itu, ketika sudah mulai dingin, berikan ramun ini kepada anak yang suka ngompol di saat menjelang tidur sebanyak setengah sendok. Lakukan cara ini selama 3-4 hari dengan teratur.

    Walaupun mungkin terasa menjengkelkan karena cucian bunda selalu menumpuk di setiap hari, bunda tak perlu memberikan arahan yang keras padanya. Jika usianya sudah terlampau dewasa, bunda bisa memeriksakan si kecil untuk mengetahui kondisi lanjut tentangnya. Semoga bermanfaat 🙂

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - September 6, 2016
    Diskusi Dari:
    uye (wanita)

    Saya mau tanya bu,saya haid terakhir bulan desember tahun lalu awal haid tgl 11 selesai tgl 17 lalu bulan januari saya tidak haid tp saya ga lgsg testpack karna saya kira cuma telat haid,bulan februari tgl 14 saya ngerasain mual meriang pusing lemes,pas pulang kerja baru saya testpack dan hasilnya positif.
    Kira-kira usia janin saya berapa bulan ya bu?
    Tapi perut saya masih kecil kata keluarga saya.

    Dijawab Oleh : uye (wanita)
    Diskusi Dari:
    herry sinaga

    Selamat siang bu bidan saya mau bertanya bagaimana cara untuk mengatasi bau pada kelamin anak, anak saya perempuan umur 5 tahun mohon jawabannya

    Dijawab Oleh : herry sinaga
    Diskusi Dari:
    Dian Poenya Raizo

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya nih. Saya punya anak laki-laki yang baru masuk SD kelas 1. Waktu di TK dulu ia rajin belajar dan selalu nurut sama orang tua. Tapi sekarang beda bu bidan, ia jadi malas belajar di rumah, pengennya main terus. Saya jadi sedikit frustasi juga.

    Bagaimana yah bu caranya supaya anak saya mau belajar kembali di rumah ? kasihan juga guru les nya udah dateng ke rumah, dia nya gak mau belajar. Mohon solusinya bu bidan, Terimakasih

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Uchi Susilawati

    Selamat siang Dok. Saya sudah menikah kurang lebih 2 tahunan. Sampai saat ini saya belum hamil juga. Memang dulu saya sempat merasakan haid yang tidak biasanya saya rasakan. Saat ini, saya sedang bekerja di pabrik dan meraskan haid yang tidak biasanya saya rasakan yang membuat saya lemas dan bahkan mengeluarkan gumpalan darah sebesar ati aya. Yang saya mau tanyakan itu berpengaruh tidak dengan masalah kehamilan? soalnya sampai sekarang saya belum hamil juga, padahal sami saya sudah ingin segera memiliki keturunan

    Dijawab Oleh : Uchi Susilawati
    Diskusi Dari:
    Della Aprita

    Pagi dok. Saya seorang ibu yang memiliki anak berusia 7 bulan. Saat ini anak saya sering kali mengeluarkan darah dari bagian hidungnya yang disertai dengan panas dan juga mata merah. Terusterang saya sebagai orang tua merasakan khawatir dengan keadaan anak saya yang masih balita ini. Kalau boleh tau ini itu jenis gejala penyakit apa ya dok? Tolong berikan penjelasannya, terimakasih.

    Dijawab Oleh : Della Aprita