Dampak Buruk dari Mengonsumsi Alkohol Pada Kehamilan

Sedikit saja mengonsumsi minuman alkohol pada masa kehamilan akan berdampak pada tumbuh kembang janin. Ikatan dokter anak indonesia mengemukakan bahwa Berapapun kadar alkohol dalam minuman, dinyatakan tidak aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Minuman alkohol akan mempengaruhi perkembangan janin dalam hal kinerja akademik, perhatian, perilaku, kognisi, memori, kemampuan bahasa, pengembangan visual dan motorik selama seumur hidupnya. Oleh karena itu, tidak ada jumlah minuman alkohol baik itu bir atau yang lainnya yang dinyatakan aman bagi ibu dan janin.

Minuman beralkohol akan berdampak negative bagi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Konsumsi minuman beralkohol pada kehamilan akan berdampak pada syndrome alkohol fetal/Fetal Alcohol Syndrome (FAS). Bayi yang terlahir dengan syndrome alkohol fetal akan memiliki kelainan bentuk wajah seperti kepala yang sangat kecil, hidung berbentuk pelana, keterbelakangan tulang di rahang atas, tidak mempunyai rigi antara bibir bagian atas dan hidung, serta bentuk bibir yang sangat tipis.

Beberapa wanita usia subur hanya menghindari minumal alkohol ketika sudah tahu bahwa dirinya hamil, padahal wanita dalam masa subur yang menginginkan kehadiran bayi seharusnya tidak mengonsumsi minuman alkohol. Sebab kesehatan tumbuh kembang janin dipengaruhi pada awal mula pembentukan dan biasanya wanita baru menyadari kehamilannya setelah menginjak 2-4 bulan. Sehingga sebaiknya wanita usia subur yang mengharapkan kehamilan tidak meminum alkohol.

Dampak Minum Alkohol Terhadap Kehamilan

Karena adanya kadar alkohol yang tinggi dalam tubuh bayi dan Anda, hal ini dapat membuat kehamilan Anda lebih berisiko mengalami:

1. Kerusakan sistem saraf pusat

Kerusakan pada sistem saraf pusat dapat mencakup cacat intelektual, keterlambatan perkembangan fisik, penglihatan, dan masalah pada pendengaran.

2. IQ yang rendah

Bayi akan tumbuh menjadi anak yang mengalami masalah kesulitan belajar, berbicara, perhatian, bahasa, dan hiperaktif. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ibu yang setidaknya minum satu kali dalam seminggu saat hamil akan memiliki anak yang menunjukkan perilaku agresif dan nakal dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak minum alkohol. Anak yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi alkohol akan memiliki IQ dibawah 63

3. Bayi beresiko memiliki gangguan fisik

Gangguan fisik pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengonsumsi alkohol biasanya bayi akan memiliki karakteristik wajah seperti bibir atas yang tipis, mata yang kecil, kepala yang kecil, hidung yang kecil, dan mengalami masalah dalam pertumbuhan sendinya. Kondisi ini juga meningkatkan resiko penyebab bayi lahir sumbing.

4. Keguguran

Minuman alkohol bisa menjadi salah satu penyebab keguguran. Pada trimester pertama semua organ di dalam janin sedang berkembang. Jika Anda mengkonsumsi alkohol, kandungan zat kimia yang ada dalam alkohol akan meracuni semua sel yang sedang berkembang dalam tubuh janin sehingga bisa membuat Anda mengalami keguguran.

5. Bayi lahir prematur

Salah satu bahaya pada ibu hamil yang sering mengkonsumsi alkohol adalah bayi lahir sebelum waktunya atau mengalami kelahiran prematur. Kebiasaan buruk seperti minum alkohol juga akan membuat janin tidak tumbuh dengan baik.

6. Bayi bisa lahir dengan berat badan yang rendah

Mengonsumsi alkohol bisa membuat bayi lahir dengan berat badan yang rendah karena asupan yang diterima selama di dalam kandungan tidak diserap dengan baik oleh janin. Hal ini disebabkan karena adanya kadar alkohol yang mempengaruhi asupan nutrisi dan oksigen janin. Bahkan saat sudah lahir perkembangan bayi akan sangat buruk akibat alkohol yang beredar di dalam tubuhnya yang mengakibatkan berat badan bayi sulit untuk naik.

7. IUFD/Janin yang meninggal dalam kandungan

Bahaya minum alkohol saat kehamilan yang fatal adalah kematian bayi dalam kandungan. Hal itu karena alkohol menyebabkan pertumbuhan organ menjadi terhambat, dan jantung mengalami pertumbuhan yang tidak semestinya sehingga menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan.

8. Gangguan tumbuh kembang anak setelah lahir

Jika bayi sudah tumbuh besar, nantinya akan mulai terlihat gejala tumbuh kembang yang kurang baik. Hal ini karena pada saat di dalam kandungan kadar alkohol di dalam tubuhnya tinggi dan menyebabkan saraf pusatnya terganggu hingga ketika dewasa ia tidak berkembang dengan baik. Ia akan menjadi kesulitan berbicara, kesulitan untuk belajar dan bersosialisasi.

9. Menyebabkan gangguan pada organ dalam bayi

Alkohol bisa menyebabkan gangguan pada organ dalam bayi, pada trimester pertama organ dalam bayi seperti jantung, hati, paru-paru, sistem saraf pusat dan organ lainnya masih dalam masa perkembangan. Dan kadar alkohol yang tinggi dalam darahnya bisa menyebabkan munculnya gangguan pada organ tubuh bagian dalam. Misalnya kelainan fungsi jantung, paru, pencernaan, sendi dll.

10. Imun yang lemah

Minuman alkohol bisa membuat darah bayi menjadi tinggi akan kadar alkohol, dan itu bisa membuat bayi lahir memiliki imun tubuh yang lemah. Hal ini bisa menyebabkan bayi Anda mudah terserang penyakit. Selain itu bayi juga akan beresiko terkena bilirubin yang tinggi pada bayi baru lahir sehingga bayi mudah terkena penyakit kuning.

11. Perkembangan Tulang Terganggu

Janin yang dicekoki alkohol selama di dalam kandungan bisa terkena gangguan tulang. Tulang bayi tidak akan berkembang secara sempurna, sehingga bayi jika sudah besar nanti tidak bisa menopang tubuhnya sendiri dikarenakan pertumbuhan tulang yang terganggu. Selain tulang, pertumbuhan gigi janin pun akan terganggu. Di saat bayi normal seusianya sudah ditumbuhi dengan gigi. Bayi seorang pecandu alkohol akan mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi. Gigi yang tumbuh pun merupakan gigi lunak yang mudah terlepas dari gusinya akibat pertumbuhan tulang dan gigi yang terganggu karena alkohol.

Kandungan Berbahaya di dalam Alkohol

a. Etanol

Etanol disebut juga dengan etil alkohol. Jenis zat ini berupa cairan yang mudah menguap, mudah untuk terbakar, tidak memiliki warna dan jenis zat alkohol yang paling mudah ditemui sehari-hari. Saat ini di jaman modern etanol digunakan untuk industri dalam pengilangan minyak bumi .Zat yang seharusnya digunakan di dalam industri bukankah sebaiknya jangan dikonsumsi dan dimasukkan di dalam tubuh. Etanol bisa menimbulakan hilang kesadaran, rasa mual muntah, memicu sakit kepala, merusak jaringan dalam tubuh baik pada ibu maupun janin.

b. Metanol

Metanol merupakan zat berbahaya yang ditemukan dalam minuman beralkohol. Metanol sebenarnya bukanlah kandungan alkohol yang tepat untuk dikonsumsi. Metanol merupakan jenis alkohol yang biasa digunakan untuk bahan bakar dan juga sebagai pelarut. Metanol merupakan zat beracun bagi tubuh manusia yang bisa menyebabkan kejang hingga kematian.

Rubah Kebiasaan dan Hubungi Dokter

Walaupun dikonsumsi dengan frekuensi yang sedikit, tetap saja minuman alkohol akan berdampak buruk terhadap kehamilan. Jika Anda terlanjur mengonsumsi alkohol hingga kehamilan, sebaiknya segera dihentikan untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi yang sempurna. Karena tidak ada obat atau pengobatan khusus untuk penderita fetal alcohol syndrome. Cacat fisik dan mental yang terjadi biasanya bertahan seumur hidup.

Kelainan organ seperti jantung mungkin memerlukan beberapa tindakan operasi. Masalah belajar dapat dibantu dengan layanan khusus di sekolah. Sementara konseling dapat membantu keluarga dengan menghadapi masalah perilaku anak. Namun tindakan itu tidak semunya akan berhasil, oleh karena itu lebih baik mencegah, dan menghentikan konsumsi alkohol agar terhindar dari berbagai risikonya. Jika terlanjur mengonsumsi alkohol hingga kehamilan muda, segera hubungi dokter dan konsultasikan kebiasaan Anda agar dilakukan deteksi terhadap tumbuh kembang janin.

Citra Dewi Amd.Keb - July 19, 2018
Diskusi Dari:
Indri Ekawaty

Bu bidan saya mau bertanya, saya sekarang sedang mengandung, usia kandungan saya baru menginjak 3 bulan, tapi kenapa akhir akhir ini saya susah tidur. Kalau saya minum obat tidur apakah tidak apa ?

Dijawab Oleh : Indri Ekawaty
Diskusi Dari:
Anonymous

Siang bu bidan, usia kehamilan 3 minggu, di awal kehamiln saya terkena herpes zooster di pinggang sebelah kanan dan konsumsi obat dari dokter kulit krn blm tau hamil, apakah obat yg saya konsumsi tsb berbahaya utk janin saya dan mengingat sampai skrg pinggang saya msh terasa gatal.

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Della Aprita

Pagi dok. Saya seorang ibu yang memiliki anak berusia 7 bulan. Saat ini anak saya sering kali mengeluarkan darah dari bagian hidungnya yang disertai dengan panas dan juga mata merah. Terusterang saya sebagai orang tua merasakan khawatir dengan keadaan anak saya yang masih balita ini. Kalau boleh tau ini itu jenis gejala penyakit apa ya dok? Tolong berikan penjelasannya, terimakasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Saya dapat menstruasi tanggal 23 agustus. Tanggal berapakah masa paling subur saya dan makanan apa yg harus saya konsumsi selama masa subur? Terimakasih

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Bang Andre

Di usia saya yang baru menginjak 19 tahun, saya sering kali merasakan perih setelah buang air kecil, padahal saya belum menikah. Apakah hal ini berbahaya bagi kesehatan saya? Dan apa biasanya yang menyebabkan rasa perih itu sering muncul setelah buang air kecil ini?

Perlu Jawaban