Dampak Infeksi Chlamydia pada Kehamilan Terhadap Janin

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb

  • Penyakit menular seksual (PMS) termasuk Chlamydia memiliki dampak yang sangat berbahaya selama kehamilan. Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Wanita hamil dapat menularkan virus ini pada saat janin di dalam kandungan.

    Dampak dari kehamilan dengan klamidia pada bayi adalah keguguran, kelahiran mati, kehamilan ektopik, kelahiran prematur, konjungtivitis neonatal, pneumonia neonatal, dan efek potensial lainnya, radang mata dan radang paru-paru pada bayi baru lahir.

    Sangat penting bagi semua wanita hamil untuk melakukan skrining PMS di trimester pertama. Semakin dini didiagnosis, maka semakin cepat menemukan cara untuk menghindari penularan infeksi kepada bayi.

    Penyebab Chlamydia

    Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini ditularkan oleh penderita melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Penularan chlamydia bisa melalui seks oral, anal dan vaginal. Selain itu, chlamydia juga bisa menular melalui alat bantu seks yang tidak dilapisi dengan kondom atau tidak dicuci sampai bersih setelah digunakan.

    Berhubungan seksual dengan banyak orang atau berganti-ganti pasangan, dapat meningkatkan risiko terjangkit chlamydia. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena chlamydia adalah:

    a) Pernah mengidap penyakit menular seksual.

    b) Memiliki lebih dari satu pasangan seksual/berganti-ganti pasangan.

    c) Berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

    d) Aktif secara seksual sebelum usia 18 tahun.

    e) Chlamydia tidak menular melalui beberapa hal berikut ini:

    f) Pelukan

    g) Dudukan toilet

    h) Menggunakan peralatan makan yang sama dengan penderita

    i) Berbagi handuk dengan penderita

    j) Ciuman

    k) Berenang di kolam renang yang sama

    l) Mandi di kamar mandi yang sama

    Tanda dan Gejala Chlamydia

    Kebanyakan wanita yang mengidap chlamydia, pada awalnya tidak merasakan tanda-tanda sedikitpun. Namun setelah 3-4 pekan tanda-tanda chlamydia akan muncul berupa:

    1. Rasa terbakar atau sakit sewaktu mengeluarkan air seni

    2. Keluaran vagina yang tidak biasa

    3. Rasa sakit pada perut bagian bawah

    4. Rasa sakit sewaktu melakukan seks

    5. Pendarahan yang tidak biasa atau bercak di antara waktu haid.

    Mekanisme Penularan chlamydia pada Bayi

    Infeksi chlamydia sampai saat ini masih merupakan problematik karena keluhan ringan, kesukaran fasilitas diagnostik, mudah menjadi kronis dan residif, serta menyebabkan komplikasi yang serius, seperti infertilitas dan kehamilan ektopik. Selain itu bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi mempunyai resiko untuk menderita konjungtifitis dan pneumonia.

    Meningkatnya risiko kehamilan dan persalinan pada ibu dengan infeksi chlamydia, dapat menimbulkan abortus, kematian janin, persalinan preterm, pertumbuhan janin terhambat, ketuban pecah dini, serta endometritis pasca aborsi. Selain itu,dapat pula terjadi otitis media, obstruksi nasal, dan bronkiolitis. Risiko infeksi perinatal tidak terjadi bila persalinan berlangsung per abdominal (operasi caesar) kecuali bila telah terjadi ketuban pecah sebelumnya.

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - July 20, 2018
    Diskusi Dari:
    Tika

    Selamat pagi bu bidan, saya mau bertanya akhir-akhir ini saya sering mengalami sakit perut oh ya saya sedang hamil 7 bulan apakah hal ini normal atau berbahaya. Mohon jawabannya

    Dijawab Oleh : Tika
    Diskusi Dari:
    Muhammad Hanif Maulana

    Selamat sore bu bidan, saat ini saya sedang mengandung usia 8 bulan, dan setelah melakukan USG ternyata bayi saya mempunyai berat badan yang tergolong bayi besar. Kata dokter, saya lebih baik melakukan episiotomi. Tetapi saya ragu dan takut akan rasa sakitnya, dan apakah episiotomi itu amak dilakukan? Mohon penjelasannya, terimakasih

    Dijawab Oleh : Muhammad Hanif Maulana
    Diskusi Dari:
    Riza

    Assalamualaikum Bu Bidan, saya Hendra Hermawan saya tadi selesai baca artikel tentang kesuburan pria dan disana katanya kalau sering makan terong bakal bikin penis kita jadi lemas itu gimana bu bidan ?

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Pipit Winartii

    Selamat Pagi dok,

    istri saya haid terakhir tanggal 5 Juni 2018 dan berakhir pada tanggal 16 juni 2018
    kemudian saya melakukan hubungan dengan istri saya terakhir tanggal 25 Juni 2018
    apakah bisa hamil jika saya melakukan hubungan di tanggal tersebut ?

    dikarenakan saya ada tugas diluar kota ?
    saya takut terjadi sesuatu kejadian yang tidak di ingikan oleh istri saya.

    mohon jawabannya Dok,

    salam,

    Dijawab Oleh : Pipit Winartii
    Diskusi Dari:
    Ratna Fitria Febriani

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Saya ini kan lagi hamil dan sekarang ini saya lagi puasa. Tapi belakangan ini saya sering merasa mual dan muntah lagi. Padahal di waktu awal-awal saya gak mengalami gangguan apapun. Tapi saya terus saja coba menyelesaikan puasa saya, dan sampai sekarang mungkin bisa dihitung yang batalnya. Yang saya takutkan itu, apakah kondisi yang saya alami ini bisa mengganggu kehamilan atau tidak ? Bagaimana solusinya bu bidan ? Terimakasih

    Perlu Jawaban