Dampak Infeksi Chlamydia pada Kehamilan Terhadap Janin


Penyakit menular seksual (PMS) termasuk Chlamydia memiliki dampak yang sangat berbahaya selama kehamilan. Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Wanita hamil dapat menularkan virus ini pada saat janin di dalam kandungan.

Dampak dari kehamilan dengan klamidia pada bayi adalah keguguran, kelahiran mati, kehamilan ektopik, kelahiran prematur, konjungtivitis neonatal, pneumonia neonatal, dan efek potensial lainnya, radang mata dan radang paru-paru pada bayi baru lahir.

Sangat penting bagi semua wanita hamil untuk melakukan skrining PMS di trimester pertama. Semakin dini didiagnosis, maka semakin cepat menemukan cara untuk menghindari penularan infeksi kepada bayi.

Penyebab Chlamydia

Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini ditularkan oleh penderita melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Penularan chlamydia bisa melalui seks oral, anal dan vaginal. Selain itu, chlamydia juga bisa menular melalui alat bantu seks yang tidak dilapisi dengan kondom atau tidak dicuci sampai bersih setelah digunakan.

Berhubungan seksual dengan banyak orang atau berganti-ganti pasangan, dapat meningkatkan risiko terjangkit chlamydia. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena chlamydia adalah:

a) Pernah mengidap penyakit menular seksual.

b) Memiliki lebih dari satu pasangan seksual/berganti-ganti pasangan.

c) Berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

d) Aktif secara seksual sebelum usia 18 tahun.

e) Chlamydia tidak menular melalui beberapa hal berikut ini:

f) Pelukan

g) Dudukan toilet

h) Menggunakan peralatan makan yang sama dengan penderita

i) Berbagi handuk dengan penderita

j) Ciuman

k) Berenang di kolam renang yang sama

l) Mandi di kamar mandi yang sama

Tanda dan Gejala Chlamydia

Kebanyakan wanita yang mengidap chlamydia, pada awalnya tidak merasakan tanda-tanda sedikitpun. Namun setelah 3-4 pekan tanda-tanda chlamydia akan muncul berupa:

1. Rasa terbakar atau sakit sewaktu mengeluarkan air seni

2. Keluaran vagina yang tidak biasa

3. Rasa sakit pada perut bagian bawah

4. Rasa sakit sewaktu melakukan seks

5. Pendarahan yang tidak biasa atau bercak di antara waktu haid.

Mekanisme Penularan chlamydia pada Bayi

Infeksi chlamydia sampai saat ini masih merupakan problematik karena keluhan ringan, kesukaran fasilitas diagnostik, mudah menjadi kronis dan residif, serta menyebabkan komplikasi yang serius, seperti infertilitas dan kehamilan ektopik. Selain itu bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi mempunyai resiko untuk menderita konjungtifitis dan pneumonia.

Meningkatnya risiko kehamilan dan persalinan pada ibu dengan infeksi chlamydia, dapat menimbulkan abortus, kematian janin, persalinan preterm, pertumbuhan janin terhambat, ketuban pecah dini, serta endometritis pasca aborsi. Selain itu,dapat pula terjadi otitis media, obstruksi nasal, dan bronkiolitis. Risiko infeksi perinatal tidak terjadi bila persalinan berlangsung per abdominal (operasi caesar) kecuali bila telah terjadi ketuban pecah sebelumnya.

Citra Dewi Amd.Keb - July 20, 2018
Diskusi Dari:
debbyaprilyulia

apakah bahaya dari ibu hamil yang baru terdeteksi virus toksoplasma?

Dijawab Oleh : debbyaprilyulia
Diskusi Dari:
Mocil Ngocol

Cara mengatasi disentri dok

Dijawab Oleh : Mocil Ngocol
Diskusi Dari:
liya

bu bidan, yang ingin aku tanyakan adalah ketika pms sudah datang namun haid tidak kunjung tiba, apakah itu tidak apa2 ? semenjak menikah, siklus haid saya jadi kacau padahal sebelum menikah siklus haid saya 30 hari

Dijawab Oleh : liya
Diskusi Dari:
Anonymous

Halo bu bidan saya Delia usia 26 tahun. Saya mau tanya tentang soal bayi. Bayi saya jalan 7 minggu bu tapi kenapa bayi saya sering muntah kalau sedang di berikan asi.

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
juwita

Siang Bu Bidan, saya mau tanya, pada bayi usia 7 bulan berapa kali frekuensi BAB yang normal ?

Perlu Jawaban