Deteksi Kanker Payudara dengan SADARI

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita. Walaupun kini sudah ada pengobatan terbaik, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya perhatian dari kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini.

Kesadaran akan pentingnya memahami penyakit kanker menjadi sangat penting, sebab pengenalan dan pemahaman sejak dini akan mampu mendeteksi dini setiap gejala penyakit pada payudara, sehingga penyakit kanker payudara bisa ditangani sejak dini. Jika sudah terdeteksi sejak dini penanganannya pun efektif dan efesien, sehingga tidak terlalu membahayakan dan bahkan bisa ditangani secara tuntas.

Kemungkinan timbulnya benjolan pada payudara sebenarnya dapat diketahui secara cepat dengan pemeriksaan sendiri. Istilah ini disebut dengan SADARI, yaitu pemeriksaan payudara sendiri. Sebaiknya pemeriksaan sendiri ini dilakukan secara berkala, yaitu satu bulan sekali. Ini dimaksudkan agar mampu mengantisipasi secara cepat jika ditemukan benjolan pada payudara.

Untuk menemukan gejala awal kanker payudara dapat di deteksi sendiri oleh kaum wanita, jadi tidak perlu seorang ahli untuk menemukan awal kanker payudara. Secara rutin wanita dapat melakukan metode SADARI dengan cara memijat dan meraba seputar payudara untuk mengetahui ada atau tidaknya benjolan di sekitar payudara sendiri.

Tujuan SADARI

Tujuan dari pemeriksaan payudara sendiri adalah untuk mendeteksi secara dini gejala kanker payudara secara individu. Masih banyak wanita yang belum menyadari pentingnya mereka melakukan pemeriksaan dini terhadap payudaranya. Dalam kenyataan sehari-hari banyak wanita datang ke dokter setelah mereka menyadari adanya benjolan yang terus membesar dan dibiarkan saja, dengan alasan ekonomi. Alasan keuangan yang tidak memadai, membuat mereka enggan memeriksakan diri ke dokter. Namun, beberapa wanita yang peduli dengan kesehatan payudaranya memeriksakan payudaranya sejak dini ke dokter atas kesadaran mereka sendiri. Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya benjolan di sekitar payudara, sebaiknya sesegera mungkin dikonsultasikan ke dokter. Hal ini perlu dilakukan karena tidak semua benjolan yang timbul disekitar payudara adalah kanker. Semakin cepat dikonsultasikan ke dokter semakin cepat pula bisa di pastikan benjolan tersebut kanker atau bukan. Selain itu, semakin cepat pula bisa dilakukan pengobatan.

Waktu Melakukan SADARI

1. Pemeriksaan payudara sendiri dapat dilakukan pada wanita yang telah memiliki siklus menstruasi dan wanita yang telah mengakhiri siklus menstruasi (menopause).

2. Sebaiknya pemeriksaan sendiri ini dilkukan secara berkala, yaitu satu bulan sekali. Ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi secara cepat jika ditemukan benjolan pada payudara.

3. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan antara 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi. Sebab, saat itu kepadatan payudara sedang berkurang. Untuk yang telah menopause, lakukan SADARI pada tanggal yang sama setiap bulan atau tiga bulan sekali.

Cara Melakukan SADARI

a) Pada tahap awal, lepas semua pakaian atas, lalu berdiri di depan cermin dengan posisi kedua tangan lurus kebawah. Perhatikan seluruh bagian kedua payudara dengan seksama.

b) Pastikan ada tidaknya perubahan yang tampak, baik bentuk maupun ukuran payudara. Hanya wanita bersangkutan yang lebih memahami jika ada perubahan bentuk maupun ukuran pada payudaranya.

c) Angkat kedua tangan keatas hingga lurus. Perhatikan kembali seluruh bagian payudara. Pastikan ada tidaknya perubahan yang tampak seperti adanya tarikkan di sekitar payudara atau adanya kerutan di kulit payudara.

d) Pada kondisi berdiri sempurna dengan tangan lurus di samping badan, pijat atau tekan secara perlahan-lahan payudara sebelah kiri tepat di sekitar puting susu dengan tangan kanan, sedangkan payudara sebelah kanan dengan tangan kiri.

e) Pijatlah seluruh payudara anda dari atas sampai bawah, kiri dan kanan.

f) Setelah itu pijat juga dari tulang pundak sampai bagian atas perut dan dari ketiak sampai belahan payudara.

g) Buatlah pola memutar untuk memastikan anda sudah memijat seluruh payudara anda.

h) Mulailah dari puting, buat gerakan memutar semakin lama semakin besar sampai anda mencapai bagian tepi payudara.

i) Anda juga dapat membuat gerak naik turun, gerakan ini bagi sebagian besar wanita dianggap lebih efektif.

j) Pastikan anda merasakan seluruh jaringan payudara dari depan (puting) sampai bagian belakang.

k) Pakailah pijatan-pijatan yang sesuai dengan anatomi payudara yaitu pijatan ringan untuk kulit dan jaringan tepat dibawah kulit, pijatan sedang untuk bagian tengah payudara dan pijatan kuat untuk jaringan dalam payudara.

l) Saat anda mencapai jaringan dalam payudara, anda harus dapat merasakan tulang iga anda.

m) Pastikan ada tidaknya cairan ( bukan air susu ) yang keluar dari puting susu.

Kenapa Harus Sadari untuk Mendeteksi Kanker Payudara?

Gejala klinis kanker payudara bisa berupa adanya benjolan pada payudara yang tidak terasa nyeri. Semula, benjolan itu kecil. Lama-kelamaan benjolan ini semakin besar, lalu melekat pada kulit, sehingga menimbulkan perubahan pada kulit payudara dan puting payudara.

Itulah yang membuat puting payudara tertarik kedalam (retraksi), serta berwarna merah muda atau kecoklatan sampai menjadi oedema, sehingga terlihat seperi kulit jeruk, mengerut, atau timbul borok pada payudara. Semakin lama, borok membesar dan mendalam. Inilah yang akan menghancurkan seluruh payudara. Jika benjolan payudara terdeteksi saat volumenya masih kecil maka peluang dalam kesembuhan semakin besar.

Keadaan Payudara dan Puting yang Sehat

Payudara normal adalah payudara dengan bentuk sempurna tanpa perubahan bentuk dan pembengkakan. Payudara yang bermasalah jika; kulit mengkerut, terjadi lipatan, ada tonjolan, puting berubah posisi biasanya seperti tertarik kedalam, kemerahan, nyeri, dan ruam-ruam atau bengkak. Puting yang baik yaitu jika anda tidak menyusui maka tidak akan keluar cairan apapun. Namun jika anda menyusui akan mengeluarkan ASI tentunya. Puting yang bermasalah adalah puting yang mengeluarkan cairan berwarna kuning bercampur darah dan mengoreng.

Citra Dewi Amd.Keb - July 23, 2018
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat siang bu bidan saya mau tanya apa sih yang membedakan diare pada bayi akibat alergi makanan dan akibat bakteri. Soalnya saya bingung bayi saya diare dan entah penyebabnya dari apa mohon penjelasannya trims

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
debbyaprilyulia

selamat siang bu bidan, saya mau menanyakan tentang keputihan yang terkadang menggumpal, saya belum menikah, apakah ini berbahaya? dan bagaimana cara mengatasinya, ditunggu jawabannya ya bu

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat siang,
Saya mau menanyakan usia kehamilan saya 6 minggu. Saya sempat terkena batuk kering sampai menekan di perut bahkan sampai keluar keputihan saat batuk. Saat hari ke 4 saya terjadi flek. Saya langsung periksa k dr kandungan. Saat di usg terdapat kantung janin tapi janin belum terlihat lalu dokter memeriksa menggunakan alat langsung dr dlm kandungan. Dan janin terlihat. Tapi detak jantung belum terlihat. Dr mengatakan bahwa resiko besar keguguran. Sehingga saya di minta bedrest dan diberi obat penguat. Yang saya tanyakan, apakah mungkin terdapat janin tapi tidak berkembang? Dan seberapa besar resiko bisa berkembang dengan normal? Dan apa yang harus saya lakukan selain bedrest? Mohon informasinya

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Riri

Selamat siang, Maaf sebelumnya saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi demam yang disertai pada anak usia 1 tahun. Karena sudah 3 hari anak saya mengalami demam yang disertai dengan diare. Anak juga tidak mau makan dan sering rewel. Kemarin diperiksa ke dokter dan demam sempat turun setelah diberikan obat penurun demam, namun esoknya suhu tubuhnya kembali naik dan intensitas diare semakin sering. Mohon penjelasannya.

Terimakasih sebelumnya.

Dijawab Oleh : Riri
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat pagi bu bidan, saya Dila usia 32 tahun. Saat ini saya sedang hamil 5 bulan. Namun akhir-akhir ini saya cepat sekali merasa lelah bu bidan, tidak bersemangat dan pengennya tiduran terus. Ada tips ga bu bidan buat mengatasi rasa lelah saat hamil. Mohon jawabannya

Dijawab Oleh :