Diabetes Gestasional Yang Terjadi Pada Masa Kehamilan

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Gangguan pada kehamilan lainnya yang ternyata umum terjadi pada wanita hamil dalam masa kehamilannya, adalah gangguan penyakit Diabets Gestasional. Seperti apa penyakit Diabetes Gestasional tersebut? Dan bagaimana efeknya terhadap kehamilan dan juga janin? Berikut penjelasannya.

    Sama seperti penyakit Diabetes pada umumnya, Diabetes Gestasional yang terjadi pada wanita hamil ditandai dengan meningkatnya jumlah kadar gula dalam darah, yang kemudian justru bisa normal kembali setelah bayi terlahir. Akan tetapi bukan berarti Anda boleh mangabaikannya begitu saja. Diabetes Gestasional tetap harus diwaspadai karena bisa saja membawa dampak buruk terhadap janin.

    Dan ternyata memang benar, akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi dikarenakan penyakit tersebut, akan berdampak pada pertumbuhan bayi yang terlalu besar sehingga dapat menyebabkan masalah pada saat pesalinannya kelak. Selain itu, pada bayi mereka juga nantinya bisa berisiko lahir dengan kondisi gula darah yang rendah.

    Lalu apa yang menjadi penyebab dari Diabetes Gestasional yang terjadi pada ibu hamil? Jika kita melihat pada orang dalam kondisi normal, kadar gula darah diatur oleh hormon dan insulin yang keduanya dapat membuat glukosa di dalam aliran darah masuk kedalam sel-sel seperti yang seharusnya. Namun dikarenakan kondisi badan yang tengah hamil pada wanita, sudah sangat jelas jika tubuhnya akan lebih banyak memproduksi hormon seperti diantaranya adalah hormon Estrogen dan Progesteron. Dengan perkembangan kedua hormon tersebut bukan tidak mungkin untuk menyebabkan tubuh menjadi lebih resisten terhadap kinerja dari insulin. Olek karenanya, glukosa yang seharusnya masuk ke dalam sel-sel malah tidak bisa masuk dikarenakan glukosa yang terus mengalir ke janin mengikuti nutrisi lainnya yang memang diperlukan untuk pertumubuhan dan perkembangannya.

    Umumnya tubuh pada wanita hamil dengan sendirinya juga memproduksi insulin lebih banyak dari biasanya. Akan tetapi pada beberapa kondisi wanita, terkadang tidak semua dari wanita hamil yang tubuhnya menghasilkan kadar insulin yang cukup. Pada akhirnya kadar glukosa dalam darah tetap tinggi dan kondisi ini mau tidak mau akan mempengaruhi pertumbuhan bayi dan dinyatakan sebagai ibu hamil yang mengidap Diabetes Gestasional.

    Selain berefek pada bayi yang membesar dan menyebabkan kesulitan dalam persalinan, dampak buruk akibat Diabetes Gestasional juga menimbulkan komplikasi berbahaya pada wanita hamil. Diantaranya terjadi komplikasi pre-eklamsia (hipertensi kehamilan), edema (pembengkakan), cairan ketuban terlalu banyak, juga persalinan prematur. Potensi berbahaya lainnya yang terjadi pada bayi akibat ibu hamil menderita Diabetes Gestasional adalah penyakit kuning, memiliki gula darah rendah dan kesulitan bernafas saat lahir.

    Sayangnya penyakit Diabetes Gestasional ini tidak memiliki gejala yang signifikan. Itulah emngapa pada setiap wanita sangat diharuskan melakukan test pemeriksaan pada glukosa, jika usia kehamilannya berangsur antara 24 dan 28 minggu. Jika Bunda memiliki risiko tinggi terhadap penyakit diabetes baik karena faktor keturunan atau kebiasaan pola makan, sebaiknya segera lakukan test terhadap kadar gula darah melalui urin di awal kehamilan. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam mencegah bahaya yang terjadi pada seiring pertumbuhan janin dalam kehamilan, dan kelahirannya kelak.

    Untuk mengatasi Diabetes Gestasional hal mudah yang bisa Anda lakukan diantaranya :

    1. Pastikan untuk memeriksakan kondisi kehamilan secara rutin. Hal ini sudah menjadi keharusan bagi setiap ibu hamil, bukan hanya untuk mereka yang memiliki risiko terhadap penyakit Diabetes Gestasional saja. Pemeriksaan terhadap kondisi kehamilan sangat wajib demi mengetahui bagaimana pertumbuhan dan perkembangan janin, juga kesehatan ibu.

    2. Melakukan diet. Untuk melakukan diet ibu hamil sebaiknya berkonsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Namun, kami punya beberapa poin penting yang harus Anda ketahui, yaitu :

    Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan / minuman berlemak dan protein.
    Rajin-rajinlah mengkonsumsi buah, sayuran, lalu mengkonsumsi makanan karbohidrat kompleks seperti : nasi, sereal dan roti.
    Kurangi konsumsi makanan dan minuman seperti soft-drink, jus buah dan sebagainya karena jenisnya termasuk mengandung banyak kandungan gula di dalamnya.

    3. Berolahraga. Cara aman dalam berolahraga untuk wanita hamil juga penting dilakukan. Olahraga yang bisa diikuti misalnya senam hamil.

    Itu saja informasi yang kami dapat berikan untuk Anda mengenai Diabetes Gestasional Yang Terjadi Saat Masa Kehamilan. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda yang setia mengunjungi stus Bidan Online kami. Salam sehat selalu untuk Anda dan si kecil ya!

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - October 26, 2016
    Diskusi Dari:
    ade

    Selamat sore. Saya adalah lulusan d3 kebidanan dan saat ini bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Jawa Timur. Saya juga sangat tertarik dalam dunia media dan publikasi kesehatan. Apakah saya bisa menjadisalah satu kontributor Curhat Bidan? terimakasih

    Dijawab Oleh : ade
    Diskusi Dari:
    Khansa Adeline

    Bu saya mau bertanya, Sudah 3 tahun menikah saya belum diberikan keturunan, padahal dulu istri saya pernah hamil, tapi sayangnya keguguran saat usia kandungan 6 bulan. Tapi istri saya sampai saat ini masih belum memeriksakan diri ke dokter ahli. Apakah hal ini disebabkan karena adanya penyakit pada istri saya??

    Dijawab Oleh : Khansa Adeline
    Diskusi Dari:
    Ratu

    Selamat malam bu bidan,
    Bu saya mempunyai balita perempuan dan sekarang ini sudah berumur 6 bulan. Sudah 4 hari ini BAB bayi saya hanya mengeluarkan air dan 2jam sekali bayi saya BAB bu, perutnya juga kembung dan saya raba perut bayi saya hangat bu,, mohon petunjuknya bu, apa yg harus saya lakukan bu, sudah 4 hai ini bayi saya opname di RSU SEMBIRING DELITUA MEDAN BU.

    Dijawab Oleh : Ratu
    Diskusi Dari:
    Novita dwi

    Halow, saya mau tanya masalah masa subur
    Bln desember 2017 haid tgl 15
    Bulan januari 2018 haid tgl 8
    Tgl 21 januari 2018 menikah
    Bulan februari 2018 haid tgl 3
    Bulan maret 2018 haid tgl 1

    Yang saya mau tanyakan tgl brp saya tepat masa subur kalo dilihat siklus haid saya di atas..?
    Saya coba pakai alat ovutest tgl 13 maret 2018 jam 13.00 dan jam 19.00 garisnya 2 merah..
    Apakah itu menandakan saya dalam masa subur ?
    Mohon di jawab terimakasih..

    Dijawab Oleh : Novita dwi
    Diskusi Dari:
    Pipit Winartii

    Selamat Siang Dok,

    Istri saya seblumnya mempunyai siklus menstrusai 28 hari
    namun ini sudah lewat dari 28 hari apakah istri saya hamil

    salam,

    Dijawab Oleh : Pipit Winartii