×

Benjolan di payudara

Bagikan Artikel :

  • Farchah Dwiyani
  • Selamat pagi saya mau tanya adik saya umur 16 tahun ada benjolan kecil dipayudara sebelah kanan benjolan bisa digerakan dan tidak terasa sakit bahaya gak ya

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Hallo terimakasih telah berkonsultasi kepada kami di www,curhatbidan.com

    Tidak semua kasus benjolan payudara disebabkan karena kanker. Tapi meski begitu, benjolan pada payudara tidak dapat disepelekan, penting untuk mengenali perbedaan benjolan nonkanker dan kanker, sehingga bisa mendapat penanganan yang dibutuhkan secara cepat dan tepat. Beberapa jenis benjolan payudara diantaranya
    1. Kista payudara
    Kista payudara adalah kantong berisi cairan dalam jaringan payudara yang menimbulkan benjolan dan terasa lunak. Umumnya kista dialami oleh perempuan berusia di antara 35-50 tahun. Ketika siklus menstruasi, ukuran kista dapat membesar dengan cepat karena merespons hormon.
    2. Payudara fibrokistik
    Merupakan perubahan pada payudara karena ketidakstabilan hormon selama siklus menstruasi. Perubahan tersebut menimbulkan benjolan di payudara yang terasa nyeri. Selain itu, puting susu akan lebih sensitif. Kondisi ini bukanlah penyakit. Biasanya gejala terjadi ketika periode pra-mentruasi dan membaik ketika berlangsung atau berakhirnya menstruasi. Namun, segera periksakan ke dokter jika gejala tetap bertahan setelah selesai periode menstruasi
    3. Fibroadenoma
    Fibroadenoma merupakan benjolan padat yang terjadi akibat kelebihan pembentukan kelenjar penghasil susu atau lobulus dan jaringan di sekitar payudara. Benjolan tidak terasa sakit, dan jika ditekan akan bergeser. Kondisi ini umumnya dialami wanita berusia 20-30 tahun. Penyebab fibroadenoma belum diketahui secara pasti, tetapi diketahui memiliki keterkaitan dengan pengaruh hormon kesuburan.
    4. Infeksi payudara
    Infeksi payudara paling sering dialami ibu menyusui. Kondisi ini dikenal sebagai mastitis. Infeksi semacam ini dapat menyebabkan benjolan payudara yang terasa nyeri. Infeksi terjadi ketika bakteri dari permukaan kulit Anda atau dari mulut bayi masuk ke saluran susu melalui puting. Penyebab lainnya yaitu tertutupnya saluran susu. Hal ini terjadi ketika Anda berhenti menyusui padahal susu di payudara belum habis. Akibatnya susu kembali lagi ke saluran, sehingga memicu infeksi dan menimbulkan benjolan.
    5. Kanker payudara
    Benjolan teraba keras, bila ditekan tidak dapat bergerak, dan umumnya tidak nyeri. Pada stadium yang lanjut dapat timbul gejala lain seperti kulit mengkerut, terbentuk luka yang berdarah dan bernanah, puting payudara tertarik ke dalam, dan sebagainya.

    Demikian penjelasan dari kami semoga dapat membantu, kami tunggu konsultasi berikutnya. Salam

    1 balasan, 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    You must be logged in to reply to this topic.

    Bagikan Artikel :

    Tanya Bidan