Faktor Risiko Kanker Serviks yang Terjadi pada Masa Kehamilan

Kanker serviks bisa menyerang siapa saja dan kapan saja dalam rentan usia yang tidak terbatas bahkan dalam keadaan hamil sekalipun. Gejala kanker serviks pada ibu hamil hampir sama dengan gejala yang dikeluhkan oleh wanita yang tidak hamil. Penanganan kanker serviks pada kehamilan tetap menjadi tantangan besar.

Oleh karena itu, identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan manajemen terapeutik sangat penting untuk konseling kepada pasien yang adekuat. Hal ini diperlukan untuk menentukan keinginan pasien melanjutkan kehamilan dan risiko menunda pengobatan.

Faktor Risiko Penderita Kanker Serviks pada Kehamilan

1. Kanker serviks pada kehamilan akan perkembangan janin yang ada di dalam kandungan sehingga akan mengalami kecacatan karena penyebaran infeksi dari mulut rahim

2. Pada sel-selkanker serviks yang di ketahui di usia kehamilan trimester pertama, maka dianjurkan untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat walaupun harus mengakhiri kehamilanya

3. Kanker serviks pada ibu hamil akan mengalami hambatan dalam proses perkembangan janin, sehingga organ janin yang ada di dalam kandungan tidak akan tumbuh dengan normal seperti yang lainnya, hal ini dikarenakan adanya neoplasma.

4. Pengaruh terburuk lainnya pada ibu hamil yang menderita kanker serviks yaitu terjadinya kematian pada janin atau bayi yang ada di dalam kandungan.

5. Ketika melangsungkan persalinan, persalinan tersebut tidak akan berjalan secara normal dan akan dilakukan persalinan memalui operasi caesar karena adanya gangguan yang di akibatkan oleh jaringan sel kanker servik.

6. Setelah ibu hamil berhasil melahirkan serta mengalami masa nifas, maka biasanya seorang ibu hamil yang menderita kanker servik akan sering mengalami infeksi.

7. Kelahiran bayi prematur. Kondisi ini tentu menjadi hal yang menyeramkan terjadi pada buah hati. Risiko kelahiran bayi prematur akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi.

8. Risiko paling menakutkan dari kanker serviks yang dialami pada masa kehamilan adalah keguguran pada bayi. Hal ini dikarenakan pada beberapa kondisi tertentu adanya kanker yang membuat janin dalam kandungan perlu diangkat dengan alasan keamanan dan keselamatan ibu. Perawatan dan penanganan kanker serviks biasanya akan dilakukan pengangkatan rahim atau penyinaran sehingga pada wanita hamil akan terjadi keguguran.

9. Adanya infeksi virus yang terjadi pada bagian rahim akan mempengaruhi perkembangan janin didalamnya. Kondisi ini pada umunya disebabkan adanya neoplasma yang berbahaya. Dampak janin anda tidak akan tumbuh dan berkembang dengan normal seperti bayi pada umumnya. Hal ini bisa memicu risiko kecacatan pada bayi.

Penyebab Kanker Serviks pada Kehamilan

Ada dua tipe kanker serviks, yaitu squamous cell dan glandular. Namun, tidak ada dari kedua tipe kanker serviks tersebut yang disebabkan oleh kehamilan atau hormon yang berhubungan dengan kehamilan seperti estrogen. Kehamilan dapat membuat pasien terlambat didiagnosis karena kehamilan dapat menyamarkan gejala kanker serviks.

Berkembangnya kanker pada tubuh ibu hamil akan menghambat perkembangan janin, seperti menyebabkan kelainan letak janin, menghalangipersalinan, meningkatkan risiko bayi lahir cacat, prematur dan mengancam terjadinya keguguran (abortus).

Pengaruh Kanker Serviks pada Kehamilan Selanjutnya

Seorang wanita yang menderita penyakit kanker serviks hampir tidak mempunyai kemungkinan untuk hamil. Karena untuk tahap tertentu perawatan penanganan penyakit kanker serviks mengharuskan untuk dilakukan pengangkatan rahim. Bagi wanitabersalin dengan kanker serviks juga biasanya akan segera dilakukan histerektomi sehingga tidak akan terjadi kehamilan lagi.

Pengobatan Kanker Serviks pada Masa Kehamilan

Dengan semakin berkembangnya ilmu kedokteran, pengobatan untuk kanker serviks pada masa kehamilan bisa dilakukan dengan memperhatikan usia kehamilan serta seberapa ganasnya kenker serviks yang diderita oleh ibu hamil. Beberapa dokter biasanya menyarankan ibu hamil untuk menjalani pengobatan seperti operasi maupun kemoterapi dengan tujuan untuk memberantas sel kanker.

Selain itu, obat-obatan yang diberikan bagi ibu hamil juga sudah dijamin keamananya sehingga tidak membahayakan janin. Bahkan pada saat dilakukan operasipun tentu saja di bawah pengawasan ahli anestesi yang bisa memperhitungkan kesehatan ibu hamil. Sedangkan pengobatan dengan kemoterapi dilakukan setelah masa kehamilan melewati trimester pertama, karena pada masa itu janin dalam sudah terbentuk

Citra Dewi Amd.Keb - July 20, 2018
Diskusi Dari:
ade

Memasuki usia kehamilan bulan ketiga, keluar bercak darah dan saya langsung periksa sama bidan dan diberi obat. Ketika obatnya udah habis bercak darah kembali keluar. Apakah pertanda bayi tidak berkembang ?

Dijawab Oleh : ade
Diskusi Dari:
hanis

Selamat siang bu bidan saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi alergi dingin pada anak. Anaks aya berusia 10 tahun dan sering batuk berdahak bahkan sudah 2 minggu. Saya pernah bawa anak saya periksa ke dokter spesialis anak dan katanya batuk yang anak saya derita akibat dari cuaca dingin. mohon penjelasannya apakah anak saya harus bergantung terus pada obat

Dijawab Oleh : hanis
Diskusi Dari:
Reny Anggra

Sore bu bidan.
Saya saat ini tengah mengandung usia kehamilan tua, dan ini adalah kehamilan kedua saya. Saya mau tanya, jika saya makan atau ngemil dalam proses tahapan persalinan apakah berbahaya atau tidak? Terimakasih

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
ALif AL Maun Yoyox

Siang, dok mau nanya kenapa bayi saya kalo minum sufor langsung BAB apa alergi sufor selama 4bulan anak saya g apa2 usia anak saya skrg 5bln udah dibawa ke puskesmas di ksih zinc&oralit pancet bab trmkch

Dijawab Oleh : ALif AL Maun Yoyox
Diskusi Dari:
Anonymous

kisaran biaya yang harus dikeluarkan untuk melahirkan di bidan dan syarat yang diperlukan apa saja untuk tahun 2017?

Dijawab Oleh :