Hubungan Seksual tidak Terpenuhi Karena Anorgasmia pada Wanita

Disfungsi seksual pada wanita merupakan masalah kesehatan reproduksi yang penting karena bukan hanya berkaitan dengan kelangsungan fungsi reproduksi perempuan tetapi juga berpengaruh terhadap keharmonisan relasi suami istri. Beberapa jenis disfungsi seksual (Anorgasmia) pada perempuan di antaranya adalah preorgasmik (tidak bisa merasakan orgasme), nonpreorgasmik sekunder (tidak bisa merasakan orgasme saat berhubungan seksual), dispareunia (merasakan sakit pada vagina ketika berhubungan seksual), aversi seksual (melihat aktivitas seksual sebagai sesuatu yang tabu), dan vaginismus  (disfungsi seksual).


Salah satu anorgasmia pada wanita yang sering ditemukan adalah Vaginismus yang ditandai dengan pengencangan otot-otot di sekitar vagina secara tidak sadar ketika ada upaya untuk mempenetrasikan atau menyusupkan sesuatu ke dalam vagina. Vaginismus paling sering disebabkan oleh psikoseksual, dan juga dapat disebabkan adanya trauma pelecehan atau KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), pernah meihat teman yang mengalami pemerkosaan, serta aborsi. Menurut dr. Boyke Dian Nugraha, seorang dokter dan seksolog Indonesia, vaginismus bisa berlangsung bertahun-tahun jika sumber traumanya belum dipulihkan. Meski selaput dara bisa dijahit, tetapi rasa sakit dan trauma psikologis akibat pemaksaan tidak mudah dihilangkan. Trauma yang dialami dapat membuat seseorang tidak dapat menjalani kesehariannya seperti biasa karena mereka terkadang akan mengingat kembali kejadian yang menjadi penyebab trauma tersebut. Trauma tersebut dapat berupa pengetahuan yang salah atau melihat sesuatu yang mengerikan berkaitan dengan hubungan seksual.

Berbagai Jenis Anorgasmia

1. Anorgasmia primer. Ini berarti Anda tidak pernah mengalami orgasme. Anorgasmia primer merupakan suatu kondisi yang dirasakan wanita tidak pernah mencapai orgasme sama sekali namun dapat merasakan rangsangan. Penyebabnya tidak bisa diketahui dengan jelas. Namun, kemungkinan seorang wanita mengalami hal ini karena cara pandangnya sendiri mengenai seks. Seperti soal cara pandang yang tradisional yang umum menyatakan bahwa nafsu birahi wanita dianggap tidak bermoral atau tidak sopan. Akibatnya wanita jadi stres dan sulit mencapai orgasme saat bercinta.

2. Anorgasmia sekunder. Ini berarti Anda mengalami orgasme, tapi kemudian mengalami kesulitan mencapai klimaks. Anorgasmia tipe ini dapat diartikan sebagai kondisi penderita kehilangan kekuatan atau daya tahannya untuk mencapai orgasme. Sejumlah faktor yang bisa menyebabkan anorgasmia tipe ini terjadi, meliputi operasi panggul, mengkonsumsi alcohol atau obat-obatan terlarang, depresi, penyakit tertentu, kehilangan level estrogen terkait masa menopause, atau trauma akibat pemerkosaan.

3. Situasional anorgasmia. Artinya mampu orgasme hanya selama keadaan tertentu, seperti selama seks oral dan pelancapan. Faktor penyebabnya bisa meliputi kelelahan, masalah emosional, mood penderita, atau bahkan ketidak pastian mood pasangan. Anorgasmia tipe ini juga dinilai sebagai tipe anorgasmia yang paling sederhana dan paling mudah untuk disembuhkan.

4. Anorgasmia Acak (Random) Anorgasmia tipe ini terjadi pada wanita yang merasa bisa mencapai orgasme akan tetapi hal itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Dalam kasus ini, ahli terapi akan membantu penderita untuk memeriksa dan mengetahui aktivitas seksual seperti apa yang diinginkan si penderita

Penyebab Fisik Faktor Terjadinya Anorgasmia

a. Penyakit medis. Setiap penyakit kronis dapat mempengaruhi bagian dari siklus respon seksual manusia, termasuk diabetes dan penyakit neurologis, seperti multiple sclerosis.

b. Masalah-masalah Ginekologi. Orgasme dapat dipengaruhi oleh operasi Ginekologi, seperti histerektomi atau operasi kanker. Selain itu, kurangnya orgasme sering berjalan seiring dengan kekhawatiran lain seksual, seperti hubungan yang tidak nyaman atau menyakitkan.

c. Obat-obatan. Banyak resep dan over the counter obat dapat mengganggu orgasme, termasuk tekanan darah obat, antihistamin, dan antidepresan terutama selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

d. Alkohol dan obat-obatan. Terlalu banyak alkohol dapat mengakibatkan kram sehingga kemampuan Anda untuk klimaks terganggu, hal yang sama berlaku dari narkoba.

e. Proses penuaan. Ketika usia semakin menua maka akan mengalami penurunan normal dalam anatomi, hormon, sistem saraf dan sistem peredaran darah yang dapat mempengaruhi seksualitas. Berkurangnya kadar estrogen selama transisi ke menopause dapat mengurangi sensasi di klitoris, Puting dan kulit. Aliran darah ke vagina dan klitoris juga mungkin akan terhalang, yang dapat menunda atau berhenti orgasme sepenuhnya.

Penyebab Psikologis Faktor Terjadinya Anorgasmia

a) Masalah kesehatan mental, seperti stres atau depresi

b) Kinerja kecemasan

c) Keyakinan budaya dan agama

d) Takut kehamilan atau penyakit menular seksual

e) Rasa Malu/tidak percaya diri

f) Bersalah tentang menikmati pengalaman seksual

Masalah Hubungan

a) Kurangnya hubungan dengan pasangan

b) Konflik yang belum terselesaikan atau perkelahian

c) Komunikasi yang buruk seksual kebutuhan dan preferensi

d) Perselingkuhan atau pelanggaran kepercayaan

Lakukan Terapi dengan Perubahan Gaya Hidup

a. Bagi kebanyakan perempuan, bagian penting dari perawatan termasuk menangani masalah-masalah hubungan dan stres sehari-hari. Memahami tubuh Anda dan mencoba berbagai jenis rangsangan seksual.

b. Memahami tubuh Anda lebih baik. Masturbasi atau menggunakan vibrator dapat membantu Anda menemukan apa jenis sentuhan, dan kemudian Anda dapat berbagi informasi dengan pasangan Anda. Jika Anda tidak nyaman dengan eksplorasi diri, mencoba menjelajahi tubuh Anda dengan pasangan Anda.

c. Meningkatkan rangsangan seksual. Banyak wanita yang belum pernah orgasme tidak mendapatkan rangsangan seksual cukup efektif. Kebanyakan wanita membutuhkan stimulasi langsung atau klitoris agar orgasme, tapi tidak semua wanita menyadari hal ini. Beralih posisi seksual dapat menghasilkan klitoris lebih terstimulasi selama hubungan seksual. Beberapa posisi juga memungkinkan untuk Anda atau pasangan Anda dengan lembut menyentuh klitoris Anda selama seks. Menggunakan vibrator selama seks juga dapat membantu memicu orgasme.

d. Mencari pasangan konseling. Konflik dan perselisihan dalam hubungan Anda dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk orgasme. Seorang konselor dapat membantu Anda bekerja melalui pertentangan dan ketegangan dan mendapatkan kehidupan seks yang lebih baik.

e. Mencoba terapi seks. Terapis seks adalah terapis yang mengkhususkan diri dalam mengobati masalah seksual. Anda mungkin akan malu atau gugup tentang melihat seorang terapis seks, tetapi terapis seks dapat sangat membantu dalam memperlakukan anorgasmia. Terapi ini sering mencakup pendidikan seks, bantuan dengan keterampilan komunikasi, dan perilaku latihan bersama pasangan.

Perawatan Medis Untuk Mengatasi Anorgasmia

a. Terapi hormon membantun memperbaiki anorgasmia.

b. Mengobati kondisi yang mendasarinya. Jika kondisi medis menghambat kemampuan Anda untuk orgasme, mengobati penyebab yang mendasari dapat menyelesaikan masalah Anda. Mengubah atau memodifikasi obat yang dikenal untuk menghambat orgasme juga dapat menghilangkan gejala Anda.

c. Terapi estrogen dapat menimbulkan efek positif pada fungsi otak dan faktor suasana hati yang mempengaruhi respon seksual. Terapi estrogen lokal dalam bentuk krim vagina atau cincin ditempatkan di vagina dapat meningkatkan aliran darah ke vagina dan membantu meningkatkan keinginan seksual. Pada beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan kombinasi estrogen dan progesteron.

d. Terapi sistemik estrogen oleh pil, patch atau gel dapat memiliki efek positif pada otak fungsi dan suasana hati faktor yang mempengaruhi respon seksual. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan kombinasi estrogen dan progesteron.

e. Terapi testosteron. Hormon laki-laki, seperti testosteron, memainkan peran penting dalam fungsi seksual perempuan jika testosteron dalam jumlah yang sangat rendah pada seorang wanita maka terapi testosteron mungkin membantu meningkatkan orgasme, terutama jika estrogen dan progesteron tidak membantu. Namun, mengganti testosteron pada wanita kontroversial dan tidak disetujui oleh Food and Drug Administration untuk disfungsi seksual pada wanita.

Pemeksaan yang akan Dilakukan Dokter pada Anorgasmia

a. Riwayat kesehatan secara menyeluruh: Pertama, dokter mungkin akan menanyakan riwayatseksual, riwayat operasi dan kondisi hubungan Anda saat ini. Jangan malu untuk berkata jujur, karena pertanyaan tersebut dapat memberikan petunjuk penyebab masalah Anda.

b. Pemeriksaan fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik umum untuk mencari penyebab fisik anorgasmia, seperti kondisi medis yang mendasarinya. Dokter juga dapat memeriksa area genital Anda untuk melihat apakah ada alasan fisik atau anatomi yang menyebabkan anorgasmia.

Citra Dewi Amd.Keb - July 25, 2018
Diskusi Dari:
Rhiyad Suhpriatin

Selamat sore bu bidan, saya mau tanya Apakah kanker ovarium ini bisa menyerang wanita atau remaja berusia 20 tahunan? Sebab beberapa dari gejalanya dialami? Terimkasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Nani Mulyaningsih

Selamat pagi bu bidan saya Lutfia umur 25 tahun saat ini saya sedang mengandung 7 bulan. Saat ini saya sering mengalami rasa mulas meskipun setelahnya di barengi BAB. Namun apakah wajar jika rasa mulas muncul lebih sering saat hamil? Mohon jawabannya bu bidan

Dijawab Oleh : Nani Mulyaningsih
Diskusi Dari:
Pipit Winartii

Selamat siang dok…
Saya mau bertanya. Saat ini saya sudah berusia 33 tahun dan sudah telat menstrulasi selama 2 bulan, dan sering merasakan mual layaknya orang hamil, khusunya di pagi dan malam hari. Namun ketika saya mengecek dengan menggunakan test pack hasilnya justru negatif. Yang saya mau tanyakan apakan ada kemungkinan saya hamil sedangkan hasil test peck menunjukan negatif?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Fitriyan Tng

Sore bu bidan, alhamdulillah bulan ini menginjak usia kehamilan 9 bulan. Dan ini adalah kehamilan kedua saya. Biasanya saat menuju proses lahiran ada beberapa rasa sakit, apakah ada beberapa tips untuk meringankannya? Saya khawatir, karena kelahiran anak saya yang pertama itu rasa sakitnya parah sekali bu bidan.
Saya tunggu jawabannya ya, terimakasih 🙂

Dijawab Oleh : Fitriyan Tng
Diskusi Dari:
Vita Ratnasari

Halo bu bidan, nama saya Alena. Katanya kalau berhubungan intim ketika kita sedang masa subur itu bisa lebih cepat untuk mendatangkan kehamilan. Karena saya sedang menunda kehamilan dan melakukan hubungan intim saat sedang tidak subur bisa terjadi kehamilan atau tidak ya ? Terima kasih sebelumnya.

Perlu Jawaban