Ibu Hamil Abaikan 9 Mitos Tentang Operasi Caesar Berikut

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Tanya Bidan – Bagi ibu hamil yang melakukan persalinannya secara normal merupakan salah satu pencapaian dalam hidup. Hanya saja, dengan adanya beberapa kondisi seperti yang dialami oleh ibu hamil ini membuat harapannya ini terpaksa batal ditengah jalan.

    Memang tidak ada ibu hamil yang nekat untuk terus menginginkan persalinannya dilakukan secara normal, kala dokter atau bidan telah menyarankannya untuk operasi caesar. Terlebih alasan ini salah satunya dikarenakan bahwa detak jantung bayi dalam perut yang mendadak turun dengan drastis, atau adanya tali pusar yang sudah membelit leher bayi dalam rahim ibu. Pada akhirnya operasi caesar menjadi langkah pilihan dalam proses persalinan, hal ini berguna untuk menyelamatkan sicalon bayi dan juga ibu.

    Hal ini tentunya akan memberikan perasaaan sedikit sedih yang muncul kala ibu tidak bisa melakukan persalinan normal. Terlebih bagi ibu hamil yang sebelumnya sudah mengenal beberapa mitos yang sering beredar dikalangan ibu hamil, yang tentunya membuat ibu takut. Ada beberapa diantaranya ini merupakan mitos yang sudah seharusnya ibu abaikan. Lantas mitos operasi caesar apa sajakah itu berikut ini diantaranya:


    Ibu Hamil Abaikan 9 Mitos Tentang Operasi Caesar Berikut

    1. Ikatan antara anak dan juga ibu akan sulit
      Ikatan yang sulit antara anak dan ibu terjadi karena setelah operasi caesar anak tidak langsung melakukan kontak kulit dengan ibu. Padahal kontak kulit ini dibutuhkan dalam membantu menstabilkan pernapasan dan suhu tubuh bayi. Namun proses ini akan sulit untuk dilakuka kala melakukan persalinan secara caesar.

      Maka dari itu ada baiknya sebelum hari H, ibu hamil sebaiknya menanyakan terlebih dahulu kepada dokter mengenai kebjiakan rumah sakit dalam melakukan kontak kulit setelah persalinan. Karena ada beberapa diantaranya rumah sakit yang memiliki perawat yang siap mendampingi ibu dalam memfasilitasi proses skin to skin contact ini.

    2. Operasi yang membuat ibu tidak sadar.
      Operasi caesar akan membuat ibu tidak sadar dan juga tidak dapat melihat bayi anda, saat dikeluarkan oleh dokter. Pada dasarnya menurut situs kesehatan WebMD, epidural ini biasanya akan digunakan untuk membantu mengatasi rasa sakit selama prosedur operasi caesar. Sedangkan untuk bius total ini hanya akan digunakan saat situasi darurat saja. Dan dengan bius lokal ini ibu bisa langsung memegang bayi anda ketika ia baru saja dikeluarkan dari perut anda.
    3. Adanya perasaaan bersalah
      Perasaaan bersalah berkepanjangan ini dikarenakan anda tidak melahirkan secara normal. Dan ibu juga pasti akan merasa sangat bersyukur karena sibayi ini bisa dilahirkan dengan lancar, aman dan cepat setelah mekukan operasi caesar. Dan tim dokter yang bekerja juga tentunya menginginkan keamanan untuk ibu dan bayi.
    4. Boleh operasi caesar kapan saja.
      Keputusan untuk melakukan persalinan dengan melakukan operasi caesar sebaiknya dipilih oleh ibu dan juga ayah. Artinya kedua belah pihak ini sudah seharusnya bisa sepakat dalam  memutuskan bahwa operasi caesar ini merupakan jalan yang terbaik. Dan menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists, bahwa dokter tidak diijinkan untuk menjadwalkan sebuah operasi caesar ini sebelum usia kehamilan mencapai 39 minggu kecuali adanya situasi yang mengancam nyawa ibu hamil maupun juga bayinya.
    5. Tidak adanya kesempatan melahirkan normal
      Mitos yang mengatakan bahwa ibu tidak mempunyai kesempatan untuk bersalinan secara normal selamanya atau juga seperti yang sering kali orang bilang bahwa sekali caesar selamanya caesar. Namun saat ini ibu dan dokter bisa untuk menentukan bersama mengenai pilihan terbaik untuk ibu dan juga bayinya. Karena menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists, keputusan dalam menjalani VBAC (Vaginal Birtjh After Cesarean – section) atau juga melahirkan normal setelah sebelumnya pernah melakukan oeprasi caesar tergantung dari beberapa faktor, seperti tipe sayatan pada perut ibu dari operasi sebelumnya, berapa kali operasi caesar yang pernah dilakukan, dan juga apakah ibu memiliki kondisi medis untuk membuat persalinan normal ini ini menjadi tidak normal.
    6. Operasi caesar tidak menegangkan
      Mitosnya operasi caesar tidak menegangkan terlebih bila sebelumnya sudah direncanakan. Namun hal ini tentu tidak selama sama dikalangan ibu, seperti Christy Kidner, penulis lepas asal Australia pernah mengatakan bahwa operasi caesar yang pertama kali sebelumnya sudah dilakukan terjadi dikarenakan kondisi jantung pada bayi yang tidak memungkinkan untuk menjalani persalinan normal.

      Oleh karena itu saat mengalmi kehamilan kedua maka ia memilih untuk tetap melakukan jalan persalinan secara caesar. dan ia juga mengaku masih tetap gugup sebelum dan saat menjalaninya.

    7. Operasi caesar yang tidak menyakitkan
      Ada hal yang perlu untuk diingat oleh banyak orang yaitu operasi caesar ini mempunyai efek yang tidak mudah. Meskipun nantinya akan dibius, bukan berarti bahwa operasi caesar ini tidak sama sekali menyakitkan. Dan bagi ibu hamil yang telah menjalani operasi caesar nantinya akan mengahadapi proses penyembuhan yang sedikitnya dua minggu setelah melahirkan.

      Dan pada saat itu bagian perut yang telah dibedah untuk mengeluarkan bayi ini akan menimbulkan rasa nyeri, bahkan untuk sekedar menundukan atau mengangkat barang.

    8. Mengalami sulit menyusui
      Mitos yang mengatakan bahwa menjalani operasi caesar ini akan mengalami kesulitan saat menyusui, namun menurut Shilpi S. Mehta-Lee, asisten profesor Maternal Fetal Medicine di NYU Langone Medical Center telah mengatakan bagi ibu yang melahirkan tidak secara normal atau jalan caesar tidak akan mempengaruhi kemampuannya dalam menyusui, dan dokter biasanya akan mengizinkan ibu untuk mulai menyusui begitu sudah dalam masa pemulihan.

    Nah itulah beberapa diantaranya mitos yang sering kali beredar ditelinga
    ibu hamil. Ada baiknya mitos mitos tersebut jangan untuk didengar dan
    lebih baik diabaikan demi kesehatan ibu dan bayi.

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - May 19, 2017
    Diskusi Dari:
    Putri Kintamani

    Selamat sore, saya mau tanya bu bidan. Apa yang bisa menjadi menu paling tepat sebagai makanan pengganti ASI untuk si kecil ? Mohon dijawab, Terimakasih

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    reinaldo9976

    Selamat pagi bu bidan saya destian saya saat ini mempunyai bayi yang berumur 1 bulan setengah, katanya sinar matahari memiliki manfaat yang baik ya bagi bayi. Namun ada juga yang mengatakan saat bayi di jemur jangan langsung terkena sinar matahari. Yang sanya mau tanyakan bagaimana cara menjemur bayi yang benar ya mohon jawabannya

    Dijawab Oleh : reinaldo9976
    Diskusi Dari:
    Intan Royana

    Selamat pagi bu bidan, saya sedang hamil 7 bulan dan saya sering merasakan kram, saya mau bertanya apakah kram bisa dihindari ? bagaimana caranya kalau memang kram bisa dihindari ?

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Salma Syarifah Latipah

    Hai mba bidan, saat ini saya sedang hamil besar dan kemungkinan sekitar 3-4 minggu lagi saya melahirkan. Kemarin saya sempat ngobrol ngobrol di forum tentang persalinan. Dan katanya, agar persalinan lancar, bisa pakai metode hipnosis. Apakah itu benar? Mohon pencerahannya ya. Thanks

    Dijawab Oleh : Salma Syarifah Latipah
    Diskusi Dari:
    Hilman Suhilman

    Selamat siang bu bidan , Pada saat hamil 24 minggu dokter baru memberirahukan ke saya bahwa janin yang dikandung mengalami gangguan perkembangan. setelah saya kontrol 2 minggu kemudian dan dilakukan USG, dokter menyatakan janin saya tidak bernafas lagi, dan sepertinya sudah tidak ada sekitar 1 minggu. Yang ingin saya tanyakan apa penyebab gangguan pertumbuhan pada janin dan apakah bisa diketahui dari awal kehamilan?

    Dijawab Oleh : Hilman Suhilman