×

Benarkah Mual Dan Muntah Pada Bumil Adalah Pertanda Janin Kuat?

Bagikan Artikel :

Mual dan muntah sendiri merupakan kondisi yang paling umum terjadi pada kehamilan trimester pertama, namun ternyata ada juga yang bisa mengalaminya sepanjang masa kehamilan, hingga menjelang kelahiran sang bayi. Mual dan muntah memiliki tingkat keparahan yang berbeda, pada awalnya mungkin terlihat seperti kondisi biasa, atau mual dan muntah yang disebut Morning Sickness. Morning Sickness biasa terjadi pada kehamilan awal dalam 6 minggu dan mereda ketika memasuki kehamilan trimester kedua. Namun mual dan muntah ternyata bisa menjadi sangat sering terjadi hingga berakibat pada penurunan kondisi badan ibu. Kondisi tersebut dinamakan Hiperemesis Gravidarum, dan kondisi ini harus segera mendapatkan pertolongan dari pihak medis karena berpotensi akan menganggu kesehatan ibu, juga janin.

Akan tetapi, berdasarkan simpang siur yang beredar, keadaan dimana ibu hamil mengalami mual dan muntah termasuk pertanda bahwa janin yang dikandunganya termasuk ‘kuat’. Kuat disini diartikan sebagai kondisi janin yang sehat, namun kondisi antara wanita hamil yang satu dengan lainnya bisa berbeda-beda tergantung pada keluhan yang dirasakan dalam hal ini adalah mual dan muntah tersebut. Jadi, Benarkah Mual Dan Muntah Pada Bumil Adalah Pertanda Janin Kuat? Simak penjelasan selengkapnya hanya dalam situs curhatbidan.com .

Sebenarnya ada berbagai hal yang harus diperhatikan tentang keluhan mual dan muntah yang merupakan pertanda janin itu kuat, diantaranya :

1. Meningkatnya hormon progesteron dan estrogen.

Umumnya memang wanita hamil akan mengalami peningkatan dalam kadar hormon progesteron dan estrogen. Ketika meningkatnya hormon progesteron, akan memicu pergerakan organ pada sistem pencernaan yang dimulai dari usus kecil, lambung, kemudian naik ke tenggorokan yang akhirnya menyebabkan mual dan muntah. Sementara, untuk peningkatan hormon estrogen, dapat memicu terjadinya asam lambung.

2. Meningkatnya hormon Human Chorionic Gonodotropin atau HCG.

Menurut suatu teori dikatakan bahwa mual dan muntah yang terjadi pada bumil juga disebabkan oleh meningkatnya hormon HCG (Human Chorionic Gonodotropin). Hormon HCG adalah sebuah hormon yang diproduksi oleh plasenta pada saat awal-awal kehamilan. Hormon ini juga merupakan pertanda ‘strip dua’ pada alat test kehamilan, nah sama halnya dengan kondisi peningkatan hormon progesteron dan estrogen sebelumnya, hormon HCG juga memicu mual dan muntah. Jadi, sudah dipastikan jika mual dan muntah yang terjadi pada bumil, termasuk kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan dan bahkan menunjukkan kalau kehamilannya sedang baik-baik saja.

3. Munculnya plasenta.

Penyebab lainnya, mual dan muntah yang terjadi pada bumil adalah kemunculan dari sel-sel plasenta. Di masa awal kehamilan, sel-sel plasenta atau billi koriolis, posisinya menempel di dinding rahim sehingga dianggap sebagai benda asing yang kemudian memicu mual dan muntah. Hal tersebut berlangsung selama perkembangan plasenta, sampai akhirnya berhenti pada 14 minggu di usia kehamilan. Ketika perkembangan plasenta terhenti dengan sendirinya, mual dan muntah juga akan ikut berhenti.

4. Menjadi lebih sensitif terhadap aroma.

Nah, ibu hamil pasti tau tentang hal ini. Pada wanita hamil, secara alami akan terjadi peningkatan di indera penciumannya dan dapat dengan mudah merasakan aroma-aroma tertentu bahkan aroma yang tidak terlalu kuat sekalipun. Peningkatan seperti ini terjadi akibat hormon estrogen. Pada keadaan seperti ini, maka sangatlah normal jika bumil mengalami mual dan muntah, karena hal tersebut bisa dikatakan sebagai respon alami dari kondisi yang umum terjadi pada wanita hamil.

5. Mengeluarkan respon alamiah dari tubuh untuk perkembangan janin.

Berdasarkan pernyataan para ahli terkait, mual dan mutah pada bumil adalah pertanda janin kuat dikarenakan hal tersebut termasuk kedalam respon tubuh dalam melindungi janin sehingga dapat berkembang dengan baik didalam rahim. Respon-respon yang biasa terjadi adalah ibu akan menolak untuk memakan makanan tertentu yang mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan ibu dan janinnya sendiri. Tidak hanya itu, mual dan muntah juga menjadi ciri alami sebagai mekanisme janin untuk mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menganggu perkembangan janin itu sendiri.

6. Mual dan muntah menyebabkan resiko keguguran menurun.

Kabar baiknya lagi, berdasarkan sebuah penelitian di Amerika tentang kondisi mual dan muntah yang terjadi pada wanita hamil dapat mengurangi resiko keguguran. Sebaliknya jika ibu hamil jarang atau bahkan tidak mengalami mual dan muntah seperti kondisi pada ibu hamil lainnya, dapat beresiko keguguran sebanyak 4 kali lipat dibandingkan dengan bumil yang mengalami mual dan muntah diawal kehamilan.

Selain fakta-fakta pendukung diatas, mual dan muntah yang termasuk kedalam tanda bahwa janin mengalami gangguan yang cukup membahayakan adalah adanya stress dan infeksi bakteri. Infeksi tersebut misalnya berasal dari helicobacter pylori yang mengakibatkan gejala mual muntah bertambah parah. Untuk mengurangi rasa mual muntah saat kehamilan, hal yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari makanan yang dapat menjadi pemicu naiknya asam lambung seperti makanan asam, pedas, berminyak. Juga menghindari aroma yang menyengat, makan dengan pola sedikit namun sering, dan menyiapkan cemilan sehat terutama ketika bangun tidur. Selain itu, sangat dianjurkan untuk meningkatkan asupan cairan dan memperbanyak mengkonsumsi makanan seperti buah dan sayur, juga makanan yang kaya dengan kandungan Vitamin B. Jika mual dan muntah terjadi dengan tidak wajar hingga menyebabkan bumil lemas dan dehidrasi, segera lakukan pertolongan medis.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : June 15, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    Cara menunda kehamilan

  • Oleh : Sumarni
  • 1 bulan, 2 minggu yang lalu

    Assalamu allaikum…bu bidan.sy mau tanya.sya sdah 8 blan hbis mlahirkan.tpi suami dan ibu mertua sya kurang stuju dngan KB.tpi sya ragu tkut hamil lgi.agar sya tdak hmil lgi,bgaimana caranya dok?terimakasi

    Kehamilan

  • Oleh : Pipit Winartii
  • 7 bulan, 1 minggu yang lalu

    Selamat Siang Dok,

    Istri saya seblumnya mempunyai siklus menstrusai 28 hari
    namun ini sudah lewat dari 28 hari apakah istri saya hamil

    salam,

    Promil

  • Oleh : rosellagrishin3
  • 2 tahun, 3 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan.
    Sy nikah udah 5bulan tapi blom d kasih” momongan apa karna sy setiap abis hubungan sama suami lalu bak sperma ikit kluar ?? Itu Normal ataw gg ya

    jampersal

  • Oleh : Adel1418ia
  • 1 tahun, 6 bulan yang lalu

    kisaran biaya yang harus dikeluarkan untuk melahirkan di bidan dan syarat yang diperlukan apa saja untuk tahun 2017?

    Sdh hamil 8 bln blum ada tanda2 memproduksi asi

  • Oleh : Rennym
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Siang bu bidan.. Saya hamil anak pertama.. Usia kehamilan sy jalan 8 bln.. Tapi payudara saya blum ada tanda2 memproduksi asi.. Apa itu normal? Atau berbahaya? Apakah saat nanti melahirkan ada kemungkinan asi bisa keluar?

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan